alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

IAIN Kudus Launching Sekolah Akuntansi

Cetak Santri Dengan Pengelolaan Manajemen Keuangan Unggul

KUDUS – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Rr. H. Waryono Abdul Ghafur me-launching Sekolah Akuntansi Pesantren di Kampus IAIN pada Jumat (10/12) lalu. Lewat program ini diharapkan mampu mencetak santri yang berkompeten pada bidang keagamaan sekaligus pengelolaan manajemen keuangan.

Launching Sekolah Akuntansi Pesantren ini dilaksanakan di Aula lt. 3 Gedung Rektorat IAIN Kudus. Pada agenda itu Direktur PD Pontren Kemenag Waryono Abdul Ghafur didampingi Rektor, Para Wakil Rektor, serta Kabiro AUAK dan me-launching Sekolah Akuntansi Pesantren.

Sekolah akuntansi ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat (10/12) dan Ahad (12/12) di hotel @hom Kudus.


Direktur PD Pontren Kemenag, Waryono Abdul Ghafur mengapresiasi adanya Sekolah Akuntansi untuk Pesantren ini. Dirinya optimis bahwa ke depan pesantren akan lebih bagus dalam kontek keuangan.

Waryono menambahkan, pondok pesantren sudah memiliki banyak modal untuk pertanggungjawaban. Tetapi dalam praktik keuangan yang modern, sebagian pontren baru memasuki hal tersebut.

“Melalui program ini mudah-mudahan Pontren ke depan akan lebih cepat dalam merespon sekaligus melakukan akselerasi diri terhadap persoalan keuangan” harapnya.

Warnoyo berharap dengan mengikuti acara ini para santri memiliki kompetensi dalam bidang akuntansi. Dengan begitu santri bukan hanya pintar ngaji saja. Tetapi juga mengetahui bagaimana memberikan pertanggungjawaban.

Dalam acara ini, Waryono juga memberikan penguatan moderasi beragama khususnya bagi pesantren mahasiswa Ma’had Al- Jam’iyah. Dirinya berharap para santri mampu memanfaatkan teknologi yang ada dengan menyebarkan Islam yang wasathiyah.

Baca Juga :  Dianggap Layak, Tiga Pasar Tiban di Kudus Boleh Buka, Mana Saja?

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus, Dr. H. Mudzakir, M.Ag. menyampaikan, Sekolah akuntansi pesantren ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. IAIN Kudus menggagas adanya sekolah ini karena IAIN Kudus memiliki sumber daya  yang mencukupi terkait akuntansi sekaligus berhasil mempertahankan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan/Pemeriksaan (TLHP) nol.

“Dengan adanya TLHP 0 dalam 3 tahun terakhir ini menunjukan bahwa pertanggungjawaban keuangan IAIN Kudus ini  luar biasa, untuk itu pengetahuan tentang pertanggungjawaban keuangan ini kami bagi, untuk pertama ini kepada para santri” ungkapnya.

Mudzakir menambahkan, bahwa ke depan kiprah para santri akan semakin nyata. Jika hanya mendapatkan pengetahuan di pesantren saja, maka akan mengalami suatu problema terkait pertanggungjawaban keuangan negara.

“Ke depannya  juga mereka mesti berkiprah tidak terbatas pada lembaga informal tapi harus terjun di lembaga formal. Jika mereka memiliki pengetahuan agama, aqidah yang kuat, sekaligus punya kompetensi akuntansi yang bagus saya kira  ke depan dunia birokrasi bisa didominasi para santri” pungkasnya.

Koodinator Sekolah Akuntansi Pesantren Dr. Nor Hadi., SE., M.Si., Akt., CA,. CRA., CRP. menyampaikan bahwa peserta akan mendapatkan pengetahuan dan praktik terkait akuntansi. Khususnya dalam mempertanggungjawaban keuagan, dan bagaimana mengelola keuangan sehingga akuntabel dan transparan.

” Dengan adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Syariah, dan mampu membentuk insan yang berakhlak baik, andal, akuntabel dan transparan” pungkasnya. (gal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Rr. H. Waryono Abdul Ghafur me-launching Sekolah Akuntansi Pesantren di Kampus IAIN pada Jumat (10/12) lalu. Lewat program ini diharapkan mampu mencetak santri yang berkompeten pada bidang keagamaan sekaligus pengelolaan manajemen keuangan.

Launching Sekolah Akuntansi Pesantren ini dilaksanakan di Aula lt. 3 Gedung Rektorat IAIN Kudus. Pada agenda itu Direktur PD Pontren Kemenag Waryono Abdul Ghafur didampingi Rektor, Para Wakil Rektor, serta Kabiro AUAK dan me-launching Sekolah Akuntansi Pesantren.

Sekolah akuntansi ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat (10/12) dan Ahad (12/12) di hotel @hom Kudus.

Direktur PD Pontren Kemenag, Waryono Abdul Ghafur mengapresiasi adanya Sekolah Akuntansi untuk Pesantren ini. Dirinya optimis bahwa ke depan pesantren akan lebih bagus dalam kontek keuangan.

Waryono menambahkan, pondok pesantren sudah memiliki banyak modal untuk pertanggungjawaban. Tetapi dalam praktik keuangan yang modern, sebagian pontren baru memasuki hal tersebut.

“Melalui program ini mudah-mudahan Pontren ke depan akan lebih cepat dalam merespon sekaligus melakukan akselerasi diri terhadap persoalan keuangan” harapnya.

Warnoyo berharap dengan mengikuti acara ini para santri memiliki kompetensi dalam bidang akuntansi. Dengan begitu santri bukan hanya pintar ngaji saja. Tetapi juga mengetahui bagaimana memberikan pertanggungjawaban.

Dalam acara ini, Waryono juga memberikan penguatan moderasi beragama khususnya bagi pesantren mahasiswa Ma’had Al- Jam’iyah. Dirinya berharap para santri mampu memanfaatkan teknologi yang ada dengan menyebarkan Islam yang wasathiyah.

Baca Juga :  Modus Baru Sembunyikan Rokok Ilegal Senilai Rp 1 Miliar di Tumpukan Mie

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus, Dr. H. Mudzakir, M.Ag. menyampaikan, Sekolah akuntansi pesantren ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. IAIN Kudus menggagas adanya sekolah ini karena IAIN Kudus memiliki sumber daya  yang mencukupi terkait akuntansi sekaligus berhasil mempertahankan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan/Pemeriksaan (TLHP) nol.

“Dengan adanya TLHP 0 dalam 3 tahun terakhir ini menunjukan bahwa pertanggungjawaban keuangan IAIN Kudus ini  luar biasa, untuk itu pengetahuan tentang pertanggungjawaban keuangan ini kami bagi, untuk pertama ini kepada para santri” ungkapnya.

Mudzakir menambahkan, bahwa ke depan kiprah para santri akan semakin nyata. Jika hanya mendapatkan pengetahuan di pesantren saja, maka akan mengalami suatu problema terkait pertanggungjawaban keuangan negara.

“Ke depannya  juga mereka mesti berkiprah tidak terbatas pada lembaga informal tapi harus terjun di lembaga formal. Jika mereka memiliki pengetahuan agama, aqidah yang kuat, sekaligus punya kompetensi akuntansi yang bagus saya kira  ke depan dunia birokrasi bisa didominasi para santri” pungkasnya.

Koodinator Sekolah Akuntansi Pesantren Dr. Nor Hadi., SE., M.Si., Akt., CA,. CRA., CRP. menyampaikan bahwa peserta akan mendapatkan pengetahuan dan praktik terkait akuntansi. Khususnya dalam mempertanggungjawaban keuagan, dan bagaimana mengelola keuangan sehingga akuntabel dan transparan.

” Dengan adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Syariah, dan mampu membentuk insan yang berakhlak baik, andal, akuntabel dan transparan” pungkasnya. (gal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/