alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

PPKM Diperpanjang setelah Lebaran, Acara Dangdutan di Kudus Tetap Dilarang

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus masuk dalam kategori wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II di masa perpanjangan usai Lebaran. Penerapan aturannya, dangdutan masih dilarang.

Bupati Kudus HM. Hartopo menyatakan, pihaknya tidak memberikan izin atas penyelenggaraan dangdutan. Karena hal tersebut melanggar dari aturan PPKM level II.

“Acara dangdutan tidak boleh diselenggarakan sebelumnya di PPKM level II,” ungkapnya.


Meskipun demikian, kegiatan hiburan masih diperbolehkan ketika ada acara hajatan. Pelaksanaanya harus di dalam ruangan. Peraturanya, acara diselenggarakan dengan undangan yang terbatas.

“Di dalam ruang boleh diselenggarakan, asalkan kapasitasnya 50 persen saja,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Moch Adimas menyebut, seperti acara dangdutan pada PPKM level dua belum diperbolehkan. Terlebih lagi, masa perpanjangan PPKM telah di perpanjang dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  UMK Adakan FGD Peningkatan Keberhasilan Pembelajaran MBKM bagi Mahasiswa

“Belum boleh dangdutan. Kami belum menerima laporan hingga saat ini ada dangdutan,” katanya.

Pihak kepolisian tak melarang jika masyarakat ingin menggelar acara hajatan seperti pernikahan. Asalkan, acara tersebut mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami menyesuaikan aturan yang berlaku, PPKM kan diperpanjang juga. Kalau hajatan dibatasi pengunjungnya,” katanya.

Sementara itu, penyebaran Covid-19 setelah Lebaran di Kabupaten Kudus tergelong landai. Melihat website resmi corona.kudus.go.id kasus aktif hanya satu orang pasien saja. Pasien yang menjalani isolasi ada satu orang. Secara keselurahan Kudus masuk dalam zona oranye atau punya risiko penularan yang sedang. (gal/war)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus masuk dalam kategori wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II di masa perpanjangan usai Lebaran. Penerapan aturannya, dangdutan masih dilarang.

Bupati Kudus HM. Hartopo menyatakan, pihaknya tidak memberikan izin atas penyelenggaraan dangdutan. Karena hal tersebut melanggar dari aturan PPKM level II.

“Acara dangdutan tidak boleh diselenggarakan sebelumnya di PPKM level II,” ungkapnya.

Meskipun demikian, kegiatan hiburan masih diperbolehkan ketika ada acara hajatan. Pelaksanaanya harus di dalam ruangan. Peraturanya, acara diselenggarakan dengan undangan yang terbatas.

“Di dalam ruang boleh diselenggarakan, asalkan kapasitasnya 50 persen saja,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Moch Adimas menyebut, seperti acara dangdutan pada PPKM level dua belum diperbolehkan. Terlebih lagi, masa perpanjangan PPKM telah di perpanjang dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Seorang Pria Tewas Telanjang di Hotel Kudus Diduga Overdosis Obat Kuat

“Belum boleh dangdutan. Kami belum menerima laporan hingga saat ini ada dangdutan,” katanya.

Pihak kepolisian tak melarang jika masyarakat ingin menggelar acara hajatan seperti pernikahan. Asalkan, acara tersebut mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami menyesuaikan aturan yang berlaku, PPKM kan diperpanjang juga. Kalau hajatan dibatasi pengunjungnya,” katanya.

Sementara itu, penyebaran Covid-19 setelah Lebaran di Kabupaten Kudus tergelong landai. Melihat website resmi corona.kudus.go.id kasus aktif hanya satu orang pasien saja. Pasien yang menjalani isolasi ada satu orang. Secara keselurahan Kudus masuk dalam zona oranye atau punya risiko penularan yang sedang. (gal/war)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/