alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

294 SD di Kudus Terima Bantuan Laptop Chromebook, Tiap Sekolah Dapat 15 Unit

KUDUS – Laptop chromebook yang dibeli dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) pusat sudah dibagikan sejak Maret lalu. Diperuntukkan bagi SD se-Kabupaten Kudus dengan jumlah penerima 294 sekolah. Namun, ada satu kecamatan yang baru akan Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan, setiap sekolah mendapatkan 15 unit laptop. Selain itu, sekolah juga mendapatkan alat digitalisi penunjang lain, seperti konvertor tipe C-HDMI, satu unit LCD proyektor, dan satu unit router jaringan internet.

Pendistribusian laptop dan alat digitalisasi penunjang lain, akan disalurkan bertahap. ”Saat ini, memang tinggal satu kecamatan yang belum dapat. Karena menunggu pengiriman dari penyedia. Sekitar Juni nanti baru bisa dibagikan,” terangnya.


Harjuna menuturkan, masih ada sekitar 160an sekolah yang belum mendapat bantuan alat ini. Kemungkinan tahun depan. Tergantung dari Kemendikbudristek. Sebab, proses verifikasi penetuan sekolah yang mendapat bantuan dari pusat. Disdikpora Kudus hanya mengusulkan.

Baca Juga :  Dua Belas Desa Wisata di Kudus Digelontor Bankeu, Mana Saja?

Pengadaan sarana dan prasarana digitalisasi ini, bersumber dari DAK pusat senilai Rp 34 miliar. Tujuannya, untuk menunjang pembelajaran digitalisasi siswa selama di sekolah.

”Harapannya, nanti bisa untuk menunjang pembelajaran siswa dan pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK),” ujarnya.

Terpisah, Kepala SD 3 Bakalankrapyak Istiyah mengatakan, sekolahnya menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan ini. Alat digitalisasi yang sudah diterima sekolahnya, bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa. Apalagi menuju Kurikulum Merdeka dan pelaksanaan ANBK.

”Alhamdulillah dapat tambahan inventaris laptop untuk pembelajaran. Sebelumnya, sekolah sudah punya tiga laptop dan proyektor. Namun, laptop yang satu rusak. Ini ada tambahan satu lagi. Jadi, bisa digunakan untuk pembelajaran,” ungkapnya.

Ditambahkan, SD 3 Bakalankrapyak bisa dapat bantuan lebih awal, karena belum pernah mendapat bantuan dari DAK. ”Kami akan merawat sebaik-baiknya, karena ini (laptop bantuan, Red) merupakan aset sekolah dan penunjang pembelajaran siswa,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Laptop chromebook yang dibeli dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) pusat sudah dibagikan sejak Maret lalu. Diperuntukkan bagi SD se-Kabupaten Kudus dengan jumlah penerima 294 sekolah. Namun, ada satu kecamatan yang baru akan Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan, setiap sekolah mendapatkan 15 unit laptop. Selain itu, sekolah juga mendapatkan alat digitalisi penunjang lain, seperti konvertor tipe C-HDMI, satu unit LCD proyektor, dan satu unit router jaringan internet.

Pendistribusian laptop dan alat digitalisasi penunjang lain, akan disalurkan bertahap. ”Saat ini, memang tinggal satu kecamatan yang belum dapat. Karena menunggu pengiriman dari penyedia. Sekitar Juni nanti baru bisa dibagikan,” terangnya.

Harjuna menuturkan, masih ada sekitar 160an sekolah yang belum mendapat bantuan alat ini. Kemungkinan tahun depan. Tergantung dari Kemendikbudristek. Sebab, proses verifikasi penetuan sekolah yang mendapat bantuan dari pusat. Disdikpora Kudus hanya mengusulkan.

Baca Juga :  Ranperda RTRW Disahkan, Pintu Investasi Terbuka

Pengadaan sarana dan prasarana digitalisasi ini, bersumber dari DAK pusat senilai Rp 34 miliar. Tujuannya, untuk menunjang pembelajaran digitalisasi siswa selama di sekolah.

”Harapannya, nanti bisa untuk menunjang pembelajaran siswa dan pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK),” ujarnya.

Terpisah, Kepala SD 3 Bakalankrapyak Istiyah mengatakan, sekolahnya menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan ini. Alat digitalisasi yang sudah diterima sekolahnya, bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa. Apalagi menuju Kurikulum Merdeka dan pelaksanaan ANBK.

”Alhamdulillah dapat tambahan inventaris laptop untuk pembelajaran. Sebelumnya, sekolah sudah punya tiga laptop dan proyektor. Namun, laptop yang satu rusak. Ini ada tambahan satu lagi. Jadi, bisa digunakan untuk pembelajaran,” ungkapnya.

Ditambahkan, SD 3 Bakalankrapyak bisa dapat bantuan lebih awal, karena belum pernah mendapat bantuan dari DAK. ”Kami akan merawat sebaik-baiknya, karena ini (laptop bantuan, Red) merupakan aset sekolah dan penunjang pembelajaran siswa,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/