alexametrics
25.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Rahasia Bupati Blora Gaet Raffi Ahmad dan Datangkan Jokowi ke Blora

KUDUS – Belakangan Kabupaten Blora menjadi buah bibir. Banyak pembangunan rampung dengan hasil memuaskan. Seperti Bandara Ngloram dan Bendungan Randugunting. Istimewanya lagi, dua proyek nasional itu diresmikan Presiden Joko Widodo dalam waktu dua bulan berturut-turut. Ini tak lepas dari peran Bupati Blora Arief Rohman dan Wabup Tri Yuli Setyowati.

Nah, Jumat (11/3) Arief Rohman berkesempatan berkunjung ke Radar Kudus Building. Direktur Radar Kudus yang menyambut sekaligus mewawancarai. Berikut ini jalannya wawancara:

Baehaqi: Bagaimana cara Anda sampai membuat Presiden Jokowi berkunjung ke Blora dua kali dalam sebulan?


Arief: Pertama terima kasih kepada Bapak Presiden. Sebab, alhamdulillah Blora dapat perhatian untuk proyek strategis nasional (PSN). Ada bandara dan bendungan. Kebetulan proyek sudah jadi. Kami kemudian loby ke Sesneg (Sekretaris Negara) Pak Pratikno. Kemudian bapak presiden berkenan hadir dalam tenggat sekitar sebulan dua kali.

Beliau konsentrasi dengan infrastruktur. Bandara dan bendungan. Serta sebagaimana kita tahu untuk memajukan daerah harus membangun infrastruktur, sehingga kami ikuti. Dan kebetulan tema yang kami angkat pas dengan apa yang Bapak Presiden inginkan.

Baehaqi: Anda sukses menggaet investor. Termasuk artis. Salah satunya Raffi Ahmad. Ada komitmen untuk investasi peternakan sapi. Bagaimana itu bisa dilakukan?

Arief: Blora memang daerah dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah. Sekitar 270 ribu ekor. Ke depan kami berharap menjadi sistem. Kami komunalkan dan integrasikan menjadi peternakan yang modern.

Dengan begitu, terbentuk klaster peternakan. Orang-orang sukses dari Blora kami ajak bangun kampung halaman. Alhamdulillah gayung bersambut. Ada respon. Ada mimpi mewujudkan peternakan terpadu. Hulu sampai hilir dikerjakan satu tempat. Ini akan replikasi di beberapa tempat. Akan ada pilot project di satu kecamatan. Diharapkan menyebar ke semua kecamatan. Kami ingin memadukan sektor peternakan dan pertanian, sehingga tercipta petani dan peternak yang modern dan milenial. Dengan begitu, bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Demi Minyak Goreng Curah, Warga Kudus Rela Antre 1,5 Jam

Baehaqi: Kok bisa Anda mendekati artis ibu kota Rafi Ahmad untuk mau berinvestasi peternakan di Blora. Bagaimana ceritanya?

Arief: Kebetulan ada teman yang ditugasi untuk memetakan daerah yang potensial. Karena soal pangan, semua butuh. Banyak artis yang mau berinvestasi terkait sektor pangan. Karena belakangan pasca-Covid-19 banyak orang memiliki kesadaran tinggi dalam memproduksi pangan sehat.

Mereka tertarik memetakan kabupaten yang konsen pada peternakan. Nah, ini kami jalin dengan bantuan teman-teman Blora yang sukses kami ajak mbangun Blora. Dengan keterbatasan daerah, kami mengajak mereka bersama-sama membangun Blora. Seperti Pak Kabareskrim, Wakabareskrim, dan lainnya.

Baehaqi: Blora daerah terpencil, tetapi Anda bisa menyelesaikan bandara mangkrak (Bandara Ngloram). Anda pandai memasarkan. Anda marketer yang bagus. Bagaimana caranya?

Arief: Memang untuk membuka akses sebuah kabupaten perlu transportasi. Kami ada fasilitas hotel dan wisata hingga kuliner. Saya mencontoh Banyuwangi. Di sana diutamakan transportasi untuk membuka akses. Maka, kami coba membuka akses transportasi itu. Di antaranya dengan bandara ini (Bandara Ngloram). Ke depan, kami juga agendakan banyak event yang akan, agar orang berkunjung ke Blora dan Cepu. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Belakangan Kabupaten Blora menjadi buah bibir. Banyak pembangunan rampung dengan hasil memuaskan. Seperti Bandara Ngloram dan Bendungan Randugunting. Istimewanya lagi, dua proyek nasional itu diresmikan Presiden Joko Widodo dalam waktu dua bulan berturut-turut. Ini tak lepas dari peran Bupati Blora Arief Rohman dan Wabup Tri Yuli Setyowati.

Nah, Jumat (11/3) Arief Rohman berkesempatan berkunjung ke Radar Kudus Building. Direktur Radar Kudus yang menyambut sekaligus mewawancarai. Berikut ini jalannya wawancara:

Baehaqi: Bagaimana cara Anda sampai membuat Presiden Jokowi berkunjung ke Blora dua kali dalam sebulan?

Arief: Pertama terima kasih kepada Bapak Presiden. Sebab, alhamdulillah Blora dapat perhatian untuk proyek strategis nasional (PSN). Ada bandara dan bendungan. Kebetulan proyek sudah jadi. Kami kemudian loby ke Sesneg (Sekretaris Negara) Pak Pratikno. Kemudian bapak presiden berkenan hadir dalam tenggat sekitar sebulan dua kali.

Beliau konsentrasi dengan infrastruktur. Bandara dan bendungan. Serta sebagaimana kita tahu untuk memajukan daerah harus membangun infrastruktur, sehingga kami ikuti. Dan kebetulan tema yang kami angkat pas dengan apa yang Bapak Presiden inginkan.

Baehaqi: Anda sukses menggaet investor. Termasuk artis. Salah satunya Raffi Ahmad. Ada komitmen untuk investasi peternakan sapi. Bagaimana itu bisa dilakukan?

Arief: Blora memang daerah dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah. Sekitar 270 ribu ekor. Ke depan kami berharap menjadi sistem. Kami komunalkan dan integrasikan menjadi peternakan yang modern.

Dengan begitu, terbentuk klaster peternakan. Orang-orang sukses dari Blora kami ajak bangun kampung halaman. Alhamdulillah gayung bersambut. Ada respon. Ada mimpi mewujudkan peternakan terpadu. Hulu sampai hilir dikerjakan satu tempat. Ini akan replikasi di beberapa tempat. Akan ada pilot project di satu kecamatan. Diharapkan menyebar ke semua kecamatan. Kami ingin memadukan sektor peternakan dan pertanian, sehingga tercipta petani dan peternak yang modern dan milenial. Dengan begitu, bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, TMMD Sengkuyung Kodim Kudus Bangun Jalan Usaha Tani

Baehaqi: Kok bisa Anda mendekati artis ibu kota Rafi Ahmad untuk mau berinvestasi peternakan di Blora. Bagaimana ceritanya?

Arief: Kebetulan ada teman yang ditugasi untuk memetakan daerah yang potensial. Karena soal pangan, semua butuh. Banyak artis yang mau berinvestasi terkait sektor pangan. Karena belakangan pasca-Covid-19 banyak orang memiliki kesadaran tinggi dalam memproduksi pangan sehat.

Mereka tertarik memetakan kabupaten yang konsen pada peternakan. Nah, ini kami jalin dengan bantuan teman-teman Blora yang sukses kami ajak mbangun Blora. Dengan keterbatasan daerah, kami mengajak mereka bersama-sama membangun Blora. Seperti Pak Kabareskrim, Wakabareskrim, dan lainnya.

Baehaqi: Blora daerah terpencil, tetapi Anda bisa menyelesaikan bandara mangkrak (Bandara Ngloram). Anda pandai memasarkan. Anda marketer yang bagus. Bagaimana caranya?

Arief: Memang untuk membuka akses sebuah kabupaten perlu transportasi. Kami ada fasilitas hotel dan wisata hingga kuliner. Saya mencontoh Banyuwangi. Di sana diutamakan transportasi untuk membuka akses. Maka, kami coba membuka akses transportasi itu. Di antaranya dengan bandara ini (Bandara Ngloram). Ke depan, kami juga agendakan banyak event yang akan, agar orang berkunjung ke Blora dan Cepu. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/