alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

45.000 Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Kudus Terancam Kedaluwarsa

KUDUS – Sebanyak 45.000 dosis vaksin AstraZeneca terancam kedaluwarsa pada akhir November. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus gencar vaksinasi.

Sebelumnya 4.000 dosis vaksin AstraZeneca kedaluwarsa karena banyak warga yang enggan divaksin dengan vaksin satu ini.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menyebut bakal menggenjot vaksinasi.


“Kami sudah mendata dan berkoordinasi dengan desa agar membantu vaksinasi,” jelasnya.

Badai menyadari ada kesulitan dalam penyuntikan vaksin AstraZeneca. Pertama masyarakat termakan hoaks KIPI, sehingga menimbulkan ketakutan.

“Kedua warga memilih vaksin jenis Sinovac ketimbang AstraZeneca saat kedua vaksin ini datang bersamaan,” katanya.

Tak hanya itu, batas waktu penyuntikan yang singkat juga menjadi kendala. Dia menyontohkan pada Oktober lalu, jangka waktu penyuntikan kurang dari sebulan. Sehingga dengan ditambah kendala seperti tidak meratanya faskes dan tenaga kesehatan membuat penyuntikan terhambat.

Baca Juga :  Bupati Kudus Intruksikan Dinkes Kejar Deadline Kadaluarsa Vaksin

“Saat kami kedatangan AstraZeneca pada 12 Oktober, kemudian kami mengambil pada 13 Oktober di Semarang. Dan tenggat kedaluwarsanya pada 29 Oktober. Waktunya sangat singkat. Padahal vaksinasi ini tak mudah,” katanya.

Sementara terkait 4.000 vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa hingga kini nasibnya tak jelas. “Kami masih menunggu instruksi dari BPOM dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dia menyebut hingga kini belum ada instruksi atau perintah apapun terkait vaksin-vaksin yang kedaluwarsa. Pihaknya hanya diminta untuk menyimpan vaksin tersebut.

“Kalau informasi awal, selama tidak rusak, ada kemungkinan bisa digunakan. Terkait masa kedaluwarsa katanya bisa sampai dua tahun. Tetapi ini cuma dibuat enam bulan agar segera disuntikkan,” katanya.

Badai mengatakan sejauh ini pihaknya diarahkan untuk menyimpan vaksin-vaksin kedaluwarsa dalam suhu 20 derajat celcius.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Sebanyak 45.000 dosis vaksin AstraZeneca terancam kedaluwarsa pada akhir November. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus gencar vaksinasi.

Sebelumnya 4.000 dosis vaksin AstraZeneca kedaluwarsa karena banyak warga yang enggan divaksin dengan vaksin satu ini.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menyebut bakal menggenjot vaksinasi.

“Kami sudah mendata dan berkoordinasi dengan desa agar membantu vaksinasi,” jelasnya.

Badai menyadari ada kesulitan dalam penyuntikan vaksin AstraZeneca. Pertama masyarakat termakan hoaks KIPI, sehingga menimbulkan ketakutan.

“Kedua warga memilih vaksin jenis Sinovac ketimbang AstraZeneca saat kedua vaksin ini datang bersamaan,” katanya.

Tak hanya itu, batas waktu penyuntikan yang singkat juga menjadi kendala. Dia menyontohkan pada Oktober lalu, jangka waktu penyuntikan kurang dari sebulan. Sehingga dengan ditambah kendala seperti tidak meratanya faskes dan tenaga kesehatan membuat penyuntikan terhambat.

Baca Juga :  Pekan Ini Jalan Berlubang di Gribig Kudus Diperbaiki

“Saat kami kedatangan AstraZeneca pada 12 Oktober, kemudian kami mengambil pada 13 Oktober di Semarang. Dan tenggat kedaluwarsanya pada 29 Oktober. Waktunya sangat singkat. Padahal vaksinasi ini tak mudah,” katanya.

Sementara terkait 4.000 vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa hingga kini nasibnya tak jelas. “Kami masih menunggu instruksi dari BPOM dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dia menyebut hingga kini belum ada instruksi atau perintah apapun terkait vaksin-vaksin yang kedaluwarsa. Pihaknya hanya diminta untuk menyimpan vaksin tersebut.

“Kalau informasi awal, selama tidak rusak, ada kemungkinan bisa digunakan. Terkait masa kedaluwarsa katanya bisa sampai dua tahun. Tetapi ini cuma dibuat enam bulan agar segera disuntikkan,” katanya.

Badai mengatakan sejauh ini pihaknya diarahkan untuk menyimpan vaksin-vaksin kedaluwarsa dalam suhu 20 derajat celcius.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/