alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Babak Baru, BK DPRD Kudus Panggil Saksi Ahli Tuntaskan Dugaan Mangkirnya Empat Anggota Dewan

KUDUS – Kasus dugaan mangkirnya empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Fraksi Partai Gerindra berlanjut pada babak baru. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus segera menghadirkan ahli hukum untuk menuntaskan dugaan kasus tersebut.

Ketua BK DPRD Kudus, Peter M Faruq menyebut, kehadiran ahli hukum ini untuk menyelidiki lebih jauh dugaan kasus pelanggaran tata tertib dewan yang dilakukan empat anggota tersebut. Direncanakan akan didatangkan dalam waktu dekat.

“Kalau tidak pekan ini ya akan dihadirkan pekan depan,” katanya.


Ahli hukum ini, kata Peter, akan didatangkan dari Universitas Muria Kudus (UMK). BK akan melihat pandangan dari sisi hukum terkait dugaan mangkirnya empat anggota dewan Fraksi Partai Gerindra.

Diharapkan dengan dihadirkannya ahli hukum sebagai saksi ahli, BK berharap tidak salah langkah dalam mengambil keputusan nantinya. Harapannya permasalahan tersebut bisa rampung secara obyektif.

Baca Juga :  Satlantas Polres Kudus Gelar Safety Riding Tekan Angka Kematian dan Kecelakaan

“Kasus ini harus dipandang secara objektif agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra Kabupaten Kudus, Muhammad Asnawi, melaporkan empat anggota DPRD Kudus dari Fraksi Gerindra ke Badan Kehormatan DPRD Kudus.

Anggota yang diduga melakukan pelanggaran tata tertib DPRD Kudus ini adalah, Sulistyo Utomo, Sandung Hidayat, Abdul Basyidh Shidqul Wafa, dan Zaenal Arifin.

Keempatnya dilaporkan karena dianggap melanggar pasal 193 ayat (2) huruf d UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah juncto pasal 134 ayat 3 huruf D tentang tata tertib DPRD Kudus.

Keempatnya diduga tidak menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan. Sebab keempatnya diduga mangkir dari agenda rapat di DPRD Kudus selama lebih dari enam kali. Keempatnya terancam akan di PAW. (gal/mal) 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Kasus dugaan mangkirnya empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Fraksi Partai Gerindra berlanjut pada babak baru. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus segera menghadirkan ahli hukum untuk menuntaskan dugaan kasus tersebut.

Ketua BK DPRD Kudus, Peter M Faruq menyebut, kehadiran ahli hukum ini untuk menyelidiki lebih jauh dugaan kasus pelanggaran tata tertib dewan yang dilakukan empat anggota tersebut. Direncanakan akan didatangkan dalam waktu dekat.

“Kalau tidak pekan ini ya akan dihadirkan pekan depan,” katanya.

Ahli hukum ini, kata Peter, akan didatangkan dari Universitas Muria Kudus (UMK). BK akan melihat pandangan dari sisi hukum terkait dugaan mangkirnya empat anggota dewan Fraksi Partai Gerindra.

Diharapkan dengan dihadirkannya ahli hukum sebagai saksi ahli, BK berharap tidak salah langkah dalam mengambil keputusan nantinya. Harapannya permasalahan tersebut bisa rampung secara obyektif.

Baca Juga :  Tiga Ruas Jalan Rusak di Kudus Diusulkan Jadi Prioritas Perbaikan

“Kasus ini harus dipandang secara objektif agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra Kabupaten Kudus, Muhammad Asnawi, melaporkan empat anggota DPRD Kudus dari Fraksi Gerindra ke Badan Kehormatan DPRD Kudus.

Anggota yang diduga melakukan pelanggaran tata tertib DPRD Kudus ini adalah, Sulistyo Utomo, Sandung Hidayat, Abdul Basyidh Shidqul Wafa, dan Zaenal Arifin.

Keempatnya dilaporkan karena dianggap melanggar pasal 193 ayat (2) huruf d UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah juncto pasal 134 ayat 3 huruf D tentang tata tertib DPRD Kudus.

Keempatnya diduga tidak menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan. Sebab keempatnya diduga mangkir dari agenda rapat di DPRD Kudus selama lebih dari enam kali. Keempatnya terancam akan di PAW. (gal/mal) 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru