alexametrics
25.7 C
Kudus
Sunday, October 2, 2022

Arak Delapan Gunungan, Kirab Buka Luwur Sunan Kedu Berlangsung Meriah

KUDUS – Tidak seperti dua tahun sebelumnya, tahun ini kirab buka luwur Sunan Kedu Desa Gribig akhirnya dapat berlangsung meriah. Kemarin, kirab buka luwur dimeriahkan dengan arakan delapan gunungan sejauh 3 km.

Pantauan di lokasi pada pukul 10.30, tampak deretan peserta kirab sudah mempersiapkan diri membawa gunungan dari Balai Desa Gribig menuju lokasi Sunan Kedu yang terletak di RT 03/RW 02 Desa Gribig. Gunungan yang dibawa bermacam-macam jenisnya, ada gunungan berupa hasil pertanian (bumi), gunungan hasil tembakau, dan hasil kerajinan.

Plt Sekdes Gribig Kamal mengatakan dua tahun kirab diadakan secara protokol kesehatan dan sangat sederhana, tidak ada kirab. Hanya ada tahlil dan doa di makam Mbah Sunan Kedu.


Saat ini dilaksanakan secara meriah karena antusias masyakat sangat mendukung walaupun dengan swadaya (mandiri). Pemerintah Desa Gribig mendukung kegiatan ini bisa berlangsung berkesinambungan terus menerus, karena mendukung setelah ditetapkannya Desa Gribig sebagai destinasi desa wisata.

Baca Juga :  Empat Sekolah di Kudus Terendam, KBM Tetap Lancar

“Gunungan diarak dari balai desa ke makam menempuh jarak 3 kilometer. Dari balai desa, ke arah timur sampai tugu gribig, lalu lanjut ke arah utara sampai Puskesmas Gribig. Lalu belok ke barat menuju lokasi Pamsimas lalu ke utara tiba di Makam Sunan Kedu,” jelasnya.

Dia menyampaikan, acaranya puncaknya pada (10/8) yakni ada pengajian akbar dengan pembicara KH Makhrus Ali dari Jepara dilanjut dengan penggantian luwur Mbah Sunan Kedu (Syech Abdul Basir).

Kirab tahun ini mengusung tema cikal bakal kretek atau tembakau. Ini dilakukan sebagai bentuk uri-uri kebudayaan dari Mbah Sunan Kedu sebagai pembawa tembakau. Jadi, melanjutkan cerita tentang Desa Gribig sebagai cikal bakalnya. (ark/mal)

KUDUS – Tidak seperti dua tahun sebelumnya, tahun ini kirab buka luwur Sunan Kedu Desa Gribig akhirnya dapat berlangsung meriah. Kemarin, kirab buka luwur dimeriahkan dengan arakan delapan gunungan sejauh 3 km.

Pantauan di lokasi pada pukul 10.30, tampak deretan peserta kirab sudah mempersiapkan diri membawa gunungan dari Balai Desa Gribig menuju lokasi Sunan Kedu yang terletak di RT 03/RW 02 Desa Gribig. Gunungan yang dibawa bermacam-macam jenisnya, ada gunungan berupa hasil pertanian (bumi), gunungan hasil tembakau, dan hasil kerajinan.

Plt Sekdes Gribig Kamal mengatakan dua tahun kirab diadakan secara protokol kesehatan dan sangat sederhana, tidak ada kirab. Hanya ada tahlil dan doa di makam Mbah Sunan Kedu.

Saat ini dilaksanakan secara meriah karena antusias masyakat sangat mendukung walaupun dengan swadaya (mandiri). Pemerintah Desa Gribig mendukung kegiatan ini bisa berlangsung berkesinambungan terus menerus, karena mendukung setelah ditetapkannya Desa Gribig sebagai destinasi desa wisata.

Baca Juga :  Kafe Karaoke di Kaliwungu Kudus Digerebek Satpol PP, Empat PK Diamankan

“Gunungan diarak dari balai desa ke makam menempuh jarak 3 kilometer. Dari balai desa, ke arah timur sampai tugu gribig, lalu lanjut ke arah utara sampai Puskesmas Gribig. Lalu belok ke barat menuju lokasi Pamsimas lalu ke utara tiba di Makam Sunan Kedu,” jelasnya.

Dia menyampaikan, acaranya puncaknya pada (10/8) yakni ada pengajian akbar dengan pembicara KH Makhrus Ali dari Jepara dilanjut dengan penggantian luwur Mbah Sunan Kedu (Syech Abdul Basir).

Kirab tahun ini mengusung tema cikal bakal kretek atau tembakau. Ini dilakukan sebagai bentuk uri-uri kebudayaan dari Mbah Sunan Kedu sebagai pembawa tembakau. Jadi, melanjutkan cerita tentang Desa Gribig sebagai cikal bakalnya. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru