alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Anggaran Terbatas, Pemkab Kudus hanya Bisa Tambal Sulam Jalan Rusak di Kedungsari-Menawan

KUDUS – Pemkab Kudus belum bisa membangun secara utuh jalan rusak di Kedungsari-Menawan. Sebab ada keterbatasan anggaran. Kendati demikian, Pemkab Kudus mengupayakan pemeliharaan jalan tersebut dalam waktu dekat.

Bupati Kudus, HM Hartopo menyatakan jalan ‘Wisata Jeglongan Sewu’ itu akan mendapatkan pemeliharaan. Karena ada keterbatasan pemerintah daerah tidak bisa membangun secara penuh.

Hartopo mengaku Dinas PUPR hanya memiliki anggaran Rp 10 miliar untuk perawatan jalan.


Selain itu, anggaran yang bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) penggunaanya tidak leluasa. Lantaran terbatas oleh aturan PMK 215 Tahun 2021. Total anggaran yang bersumber dari DBHCHT sebesar Rp 177 miliar.

Menurut Hartopo dana bagi hasil cukai tersebut terbanyak se-Jawa Tengah. Akan tetapi sulit terserap dan membuat Silpa.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemerkosaan Nenek, Polisi: Hasil Visum Tak Ada Kekerasan

“Semoga ada kelonggaran dari menteri keuangan, agar DBHCHT bisa seperti semula untuk pembangunan infrastruktur,” harapnya.

Melihat adanya keterbatasan anggaran tersebut, Hartopo juga mendorong anggota DPRD Kudus dapil Kaliwungu-Gebog memfokuskan pokok pikiran (pokir) untuk pembangunan jalan tersebut.

Sebelumnya, warga Desa Gondosari protes atas kerusakan jalan Kedungsari-Menawan turut Dukuh Punen. Aksi protes itu ditunjukkan dengan memasang banner di atas gapura jalan antar desa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi. Banner tersebut bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu Kedungsari, Punen RW 9”.

Sementara itu, menurut keterangan kepala desa setempat kerusakan jalan sudah lima tahun lalu dan belum tertangani. Pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan tersebut kepada Pemkab Kudus. (gal/mal) 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemkab Kudus belum bisa membangun secara utuh jalan rusak di Kedungsari-Menawan. Sebab ada keterbatasan anggaran. Kendati demikian, Pemkab Kudus mengupayakan pemeliharaan jalan tersebut dalam waktu dekat.

Bupati Kudus, HM Hartopo menyatakan jalan ‘Wisata Jeglongan Sewu’ itu akan mendapatkan pemeliharaan. Karena ada keterbatasan pemerintah daerah tidak bisa membangun secara penuh.

Hartopo mengaku Dinas PUPR hanya memiliki anggaran Rp 10 miliar untuk perawatan jalan.

Selain itu, anggaran yang bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) penggunaanya tidak leluasa. Lantaran terbatas oleh aturan PMK 215 Tahun 2021. Total anggaran yang bersumber dari DBHCHT sebesar Rp 177 miliar.

Menurut Hartopo dana bagi hasil cukai tersebut terbanyak se-Jawa Tengah. Akan tetapi sulit terserap dan membuat Silpa.

Baca Juga :  Denny Wirawan Ajari Siswa di Kudus Bikin Ready to Wear Batik

“Semoga ada kelonggaran dari menteri keuangan, agar DBHCHT bisa seperti semula untuk pembangunan infrastruktur,” harapnya.

Melihat adanya keterbatasan anggaran tersebut, Hartopo juga mendorong anggota DPRD Kudus dapil Kaliwungu-Gebog memfokuskan pokok pikiran (pokir) untuk pembangunan jalan tersebut.

Sebelumnya, warga Desa Gondosari protes atas kerusakan jalan Kedungsari-Menawan turut Dukuh Punen. Aksi protes itu ditunjukkan dengan memasang banner di atas gapura jalan antar desa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi. Banner tersebut bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu Kedungsari, Punen RW 9”.

Sementara itu, menurut keterangan kepala desa setempat kerusakan jalan sudah lima tahun lalu dan belum tertangani. Pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan tersebut kepada Pemkab Kudus. (gal/mal) 






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru