alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

DPRD Kudus Desak Prioritas Anggaran untuk Perawatan Tanggul Jebol

KUDUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Sa’diyanto mendorong adanya mitigasi bencana terhadap jebolnya tanggul perlu digiatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Alokasi anggaran diharapkan bisa dikucurkan ke lokasi tanggul yang mendesak perbaikan. Salah satunya tanggul di Desa Golantepus yang sempat jebol.

 

Sa’diyanto, Anggota DPRD Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Di sisi lain, Sadiyanto mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menindaklanjuti tanggul yang jebol tersebut. Penanganan harus dilakukan secara permanen. Agar ketikan intensitas hujan tinggi, air tidakmeluap ke pemukiman warga.


Di samping itu, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, segera menindaklanjuti kejadian jebolnya tanggul tersebut. Di sisi lain perlu pula adanya pemetaan kawasan tanggul yang dirasa kritis.

“Anggaran untuk sementara harus dialihkan untuk merawat tanggul yang kritis,”ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana. Supaya tanggul tersebut ditambal secara permanen.

Sementara itu, Kamis (10/3) siang Bupati Kudus HM Hartopo bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menambal jebolnya tanggul di Desa Golantepus.

TAMBAL: Pemkab Kudus menambal tanggul jebol di Desa Golantepus dengan 500 karung berisi pasir dan batu padas. (DOK. RADAR KUDUS)

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan telah diterjunkan material batu padas, pasir, dan dibungkus karung. Sementara tanggul berukuran 2×1 meter tersebut telah ditambal dengan material tersebut.

Tanggul jebol yang berada di pinggiran Kali Dawe itu air sungai sempat limpas ke rumah warga pada Rabu (8/3) pukul 19.00. Limpasan air tersebut berdampak masuk dan menggenangi rumah warga.

Baca Juga :  Polres Kudus Ungkap Kasus Peredaran Sabu Dikendalikan dari Lapas

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menginstruksikan semua tim dari hulu hingga hilir untuk melakukan mitigasi bencana. Tanggul yang kritis diharapkan dipantau sekaligus segera ditangani.

“Mengingat adanya permukiman jangan menunggu jebol, kami apresiasi tim langsung sigap. Nanti akan segera ditangani BBWS,” tambahnya.

Penanganan sementara dianggarkan melalui perawatan rutin dinas PUPR Kudus. Jika perawatan menunggu BBWS harus melalui berbagai prosedur dan memakan waktu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kudus, Arief Budi Siswanto mengatakan penanganan tanggul jebol telah dilakukan. Penambalan tanggul dilakukan dengan pemasangan 500 karung berisi material batu padas.

“Kami anggaran dengan dana perawatan rutin sebesar Rp 20 miliar, dana itu meliputi untuk bidang bina marga, jembatan, dan lainnya,” ungkapnya.

Terkait usulan perawatan kepada BBWS Pemali Juana pihaknya telah melakukan komunikasi. Penanganan secara permanen ini tergolong cukup memakan waktu panjang. Sebab, secara prosedur BBWS telah menindaklanjuti laporan itu untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Hal ini mengingat penanganan tanggul dilakukan secara nasional. Sehingga berdampak keterlambatan dalam penanganannya.

“Semua tanggul ini adalah kewenangan BBWS, kami sudah berkomunikasi dan menyampaikan untuk segera ditangani,” katanya.

Terlebih lagi PUPR Kudus telah memetakan beberapa tanggul yang dianggap kritis dan perlu ditangani. Di antaranya, Kesambi, Mejobo, Temulus, dan Golantepus. Hal ini disebabkan oleh cekungan tanah sekaligus genangan di masing-masing wilayah. (adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Sa’diyanto mendorong adanya mitigasi bencana terhadap jebolnya tanggul perlu digiatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Alokasi anggaran diharapkan bisa dikucurkan ke lokasi tanggul yang mendesak perbaikan. Salah satunya tanggul di Desa Golantepus yang sempat jebol.

 

Sa’diyanto, Anggota DPRD Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Di sisi lain, Sadiyanto mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menindaklanjuti tanggul yang jebol tersebut. Penanganan harus dilakukan secara permanen. Agar ketikan intensitas hujan tinggi, air tidakmeluap ke pemukiman warga.

Di samping itu, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, segera menindaklanjuti kejadian jebolnya tanggul tersebut. Di sisi lain perlu pula adanya pemetaan kawasan tanggul yang dirasa kritis.

“Anggaran untuk sementara harus dialihkan untuk merawat tanggul yang kritis,”ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana. Supaya tanggul tersebut ditambal secara permanen.

Sementara itu, Kamis (10/3) siang Bupati Kudus HM Hartopo bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menambal jebolnya tanggul di Desa Golantepus.

TAMBAL: Pemkab Kudus menambal tanggul jebol di Desa Golantepus dengan 500 karung berisi pasir dan batu padas. (DOK. RADAR KUDUS)

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan telah diterjunkan material batu padas, pasir, dan dibungkus karung. Sementara tanggul berukuran 2×1 meter tersebut telah ditambal dengan material tersebut.

Tanggul jebol yang berada di pinggiran Kali Dawe itu air sungai sempat limpas ke rumah warga pada Rabu (8/3) pukul 19.00. Limpasan air tersebut berdampak masuk dan menggenangi rumah warga.

Baca Juga :  Usia 15 Tahun Kini Sudah Bisa Mendapat Vaksin Covid-19

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menginstruksikan semua tim dari hulu hingga hilir untuk melakukan mitigasi bencana. Tanggul yang kritis diharapkan dipantau sekaligus segera ditangani.

“Mengingat adanya permukiman jangan menunggu jebol, kami apresiasi tim langsung sigap. Nanti akan segera ditangani BBWS,” tambahnya.

Penanganan sementara dianggarkan melalui perawatan rutin dinas PUPR Kudus. Jika perawatan menunggu BBWS harus melalui berbagai prosedur dan memakan waktu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kudus, Arief Budi Siswanto mengatakan penanganan tanggul jebol telah dilakukan. Penambalan tanggul dilakukan dengan pemasangan 500 karung berisi material batu padas.

“Kami anggaran dengan dana perawatan rutin sebesar Rp 20 miliar, dana itu meliputi untuk bidang bina marga, jembatan, dan lainnya,” ungkapnya.

Terkait usulan perawatan kepada BBWS Pemali Juana pihaknya telah melakukan komunikasi. Penanganan secara permanen ini tergolong cukup memakan waktu panjang. Sebab, secara prosedur BBWS telah menindaklanjuti laporan itu untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Hal ini mengingat penanganan tanggul dilakukan secara nasional. Sehingga berdampak keterlambatan dalam penanganannya.

“Semua tanggul ini adalah kewenangan BBWS, kami sudah berkomunikasi dan menyampaikan untuk segera ditangani,” katanya.

Terlebih lagi PUPR Kudus telah memetakan beberapa tanggul yang dianggap kritis dan perlu ditangani. Di antaranya, Kesambi, Mejobo, Temulus, dan Golantepus. Hal ini disebabkan oleh cekungan tanah sekaligus genangan di masing-masing wilayah. (adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/