alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Saldo Rp 5,8 M Nasabah Bank di Kudus Raib, Saksi: Rekening dan KTP Palsu

KUDUS – Sidang kasus raibnya saldo nasabah Bank Mandiri atas nama Moch Imam Rofi’i berlanjut pada Kamis (10/2). Sidang yang teregister Nomor 59/Pdt.G/2021/PN pada Pengadilan Negeri Kudus ini, digelar dengan agenda menghadirkan saksi dari penggugat. Dalam keterangannya, seorang saksi Luluk mengungkap, dalam proses pembobolan rekening adiknya itu, ada pemalsuan buku rekening dan KTP yang dilakukan pelaku.

Luluk yang hadir sebagai seorang saksi, semula sempat ditolak kuasa hukum Bank Mandiri. Karena masih bersaudara dengan penggugat. Namun, keberatan itu tak diindahkan majelis. Sebab itu persidangan perdata. Bukan persidangan pidana. Dengan begitu, status saksi yang masih keluarga dengan pengugat tetap diterima.

Dalam keterangan selama persidangan, Luluk mengungkapkan, raibnya uang senilai Rp 5,8 miliar di rekening milik penggugat itu, benar-benar murni diambil orang lain. Keyakinan itu didapat setelah melihat rekaman CCTV di Bank Mandiri Cabang Magelang -tempat terjadinya transaksi yang merugikan Imam Rofi’I itu.


”Kami mengetahui adanya pembobolan itu pada 31 Mei. Kemudian saya dan saudara penggugat meminta penjelasan Bank Mandiri Cabang Kudus. Dari situ pada 4 Juni kami ditelepon Bu Maria dari pihak Bank Mandiri. Di situlah Pak Prastyono, kepala Bank Mandiri Cabang Kudus menunjukan rekaman video CCTV,” jelasnya.

Dalam rekaman itu, Luluk menyebut, jelas adanya transaksi di Bank Mandiri Magelang itu dilakukan orang lain yang tidak dikenal. Dan Imam Rofi’i tak pernah memerintah atau memberikan surat kuasa kepada yang bersangkutan untuk melakukan transaksi atas nama rekening penggugat.

”Dari situ kami teliti. Buku tabungan dan foto KTP Orang yang melakukan transaksi di Bank Mandiri Cabang Magelang memang benar atas nama Imam. Tetapi setelah diteliti ada perbedaan. Nama e-KTP sama, tapi berbeda foto, tanda tangan, pekerjaan, dan golongan darahnya,” katanya.

Baca Juga :  Sempat Tinggal di Gubuk Reot Seorang Diri, Nenek Atemi Dibawa ke Panti Lansia Potroyudan Jepara

Sementara pada buku rekening juga ada perbedaan. Dengan begitu, dia menyimpulkan dipalsukan. Itu terlihat dari tanggal penerbitan dan nama kepala penerbit.

”Di buku rekening Imam yang palsu itu, tanggal cetak buku rekening 24/2/2021. Diterbitkan di Magelang. Sementara di buku rekening milik Imam yang asli tercetak 2/6/2020 dan diterbitkan di Kudus. Pejabat bank yang menandata rekening itu juga beda, ” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, uang senilai Rp 5,8 miliar di rekening Moch Imam Rofi’i, warga RT 6/RW 3, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus yang disimpan di Bank Mandiri raib. Pembobolan itu, diketahui terjadi pada 17 Mei lalu, ketika terdapat transaksi tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

Pembobolan itu sendiri tercatat hingga empat kali. Diketahui digunakan untuk transfer pembelian tanah di Bantul. Pertama Rp 2.000.030.000. Kedua dengan nilai nominal yang sama dan untuk kepentingan yang sama pula. Lalu ketiga, kembali ada transaksi senilai Rp 1.300.030.000. Terakhir, ada penarikan tunai Rp 500.000.000.

Kejadian adanya transaksi itu, sendiri baru diketahui pemilik ketika mengurus ATM yang terblokir. Bermula saat hendak mengambil uang tunai di Bank Mandiri Cabang Karanganyar Demak. Saat hendak mengambil uang senilai Rp 20 juta, ternyata didapati kartu ATM penggugat diblokir. Hingga akhirnya disarankan mengganti kartu ATM di Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus.

Usai rampung mengurus ATM yang terblokir itu, Imam kemudian mengambil uang Rp 20.000.000. Setelah uang diterima, yang bersangkutan kemudian mengecek saldo di buku tabungan. Ternyata hanya sisa Rp 128.680.480,45. Korban pun kaget, karena seharusnya saldo tersisa Rp 5.948.774.486.

Merasa dirugikan, Imam pun menggugat PT Bank Mandiri Persero Tbk. pusat Cq. PT Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus di Pengadilan Negeri Kudus. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Sidang kasus raibnya saldo nasabah Bank Mandiri atas nama Moch Imam Rofi’i berlanjut pada Kamis (10/2). Sidang yang teregister Nomor 59/Pdt.G/2021/PN pada Pengadilan Negeri Kudus ini, digelar dengan agenda menghadirkan saksi dari penggugat. Dalam keterangannya, seorang saksi Luluk mengungkap, dalam proses pembobolan rekening adiknya itu, ada pemalsuan buku rekening dan KTP yang dilakukan pelaku.

Luluk yang hadir sebagai seorang saksi, semula sempat ditolak kuasa hukum Bank Mandiri. Karena masih bersaudara dengan penggugat. Namun, keberatan itu tak diindahkan majelis. Sebab itu persidangan perdata. Bukan persidangan pidana. Dengan begitu, status saksi yang masih keluarga dengan pengugat tetap diterima.

Dalam keterangan selama persidangan, Luluk mengungkapkan, raibnya uang senilai Rp 5,8 miliar di rekening milik penggugat itu, benar-benar murni diambil orang lain. Keyakinan itu didapat setelah melihat rekaman CCTV di Bank Mandiri Cabang Magelang -tempat terjadinya transaksi yang merugikan Imam Rofi’I itu.

”Kami mengetahui adanya pembobolan itu pada 31 Mei. Kemudian saya dan saudara penggugat meminta penjelasan Bank Mandiri Cabang Kudus. Dari situ pada 4 Juni kami ditelepon Bu Maria dari pihak Bank Mandiri. Di situlah Pak Prastyono, kepala Bank Mandiri Cabang Kudus menunjukan rekaman video CCTV,” jelasnya.

Dalam rekaman itu, Luluk menyebut, jelas adanya transaksi di Bank Mandiri Magelang itu dilakukan orang lain yang tidak dikenal. Dan Imam Rofi’i tak pernah memerintah atau memberikan surat kuasa kepada yang bersangkutan untuk melakukan transaksi atas nama rekening penggugat.

”Dari situ kami teliti. Buku tabungan dan foto KTP Orang yang melakukan transaksi di Bank Mandiri Cabang Magelang memang benar atas nama Imam. Tetapi setelah diteliti ada perbedaan. Nama e-KTP sama, tapi berbeda foto, tanda tangan, pekerjaan, dan golongan darahnya,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Sekolah di Kudus Disemprit Bupati, Jika Masih Bandel bakal Ditutup

Sementara pada buku rekening juga ada perbedaan. Dengan begitu, dia menyimpulkan dipalsukan. Itu terlihat dari tanggal penerbitan dan nama kepala penerbit.

”Di buku rekening Imam yang palsu itu, tanggal cetak buku rekening 24/2/2021. Diterbitkan di Magelang. Sementara di buku rekening milik Imam yang asli tercetak 2/6/2020 dan diterbitkan di Kudus. Pejabat bank yang menandata rekening itu juga beda, ” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, uang senilai Rp 5,8 miliar di rekening Moch Imam Rofi’i, warga RT 6/RW 3, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus yang disimpan di Bank Mandiri raib. Pembobolan itu, diketahui terjadi pada 17 Mei lalu, ketika terdapat transaksi tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

Pembobolan itu sendiri tercatat hingga empat kali. Diketahui digunakan untuk transfer pembelian tanah di Bantul. Pertama Rp 2.000.030.000. Kedua dengan nilai nominal yang sama dan untuk kepentingan yang sama pula. Lalu ketiga, kembali ada transaksi senilai Rp 1.300.030.000. Terakhir, ada penarikan tunai Rp 500.000.000.

Kejadian adanya transaksi itu, sendiri baru diketahui pemilik ketika mengurus ATM yang terblokir. Bermula saat hendak mengambil uang tunai di Bank Mandiri Cabang Karanganyar Demak. Saat hendak mengambil uang senilai Rp 20 juta, ternyata didapati kartu ATM penggugat diblokir. Hingga akhirnya disarankan mengganti kartu ATM di Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus.

Usai rampung mengurus ATM yang terblokir itu, Imam kemudian mengambil uang Rp 20.000.000. Setelah uang diterima, yang bersangkutan kemudian mengecek saldo di buku tabungan. Ternyata hanya sisa Rp 128.680.480,45. Korban pun kaget, karena seharusnya saldo tersisa Rp 5.948.774.486.

Merasa dirugikan, Imam pun menggugat PT Bank Mandiri Persero Tbk. pusat Cq. PT Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus di Pengadilan Negeri Kudus. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/