alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Ini Dia Penyebab Anggaran Perawatan Museum Kretek Kudus Menurun

KUDUS – Anggaran perawatan Museum Kretek tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Dari sekitar Rp 300 juta menjadi Rp 100 Juta. Refocusing penangan Covid-19 menjadi alasan penurunan anggaran perawatan itu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kretek dan Taman Budaya Yusron mengatakan anggaran yang kian minimalis itu karena masih pengaruh refocusing penanganan Covid-19. “Faktornya tentu saja karena situasi yang belum pulih,” katanya.

Untuk merawat Museum Kretek, anggaran itu terbilang sangat jauh dari harapan. Pihaknya mengaku banyak kondisi fasilitas yang tidak memungkinkan, contohnya seperti kondisi pagar yang ada di depan museum. “Tapi karena terbatasnya anggaran ya kami hanya bisa sabar saja,” ujarnya.


Meskipun begitu, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengatasi masalah itu. Dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di sana untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada. “Tetapi ya dengan kemampuan yang terbatas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Virtual Akun Beres, BLT untuk Buruh Rokok di Kudus segera Dicairkan

Dia mengatakan untuk yang paling parah dan paling butuh perbaikan adalah sistem drainase di bagian barat museum. “Saat ini memang sudah tidak banjir,” jawabnya. Tetapi saat ini yang dibutuhkan adalah penataan koneksi antarblok agar sistem pembuangaan air saat hujan lebih cepat terbuang.

Koneksi blok perlu ditata, karena menurutnya banyak penyumbatan karena usia dan ada bagian-bagian yang tidak terkoneksi. Hal itu disinyalir karena dampak pembangunan yang bertahap. “Sejak saya masuk pada 2020 kondisinya sudah seperti itu,” tuturnya. (ark/war)

KUDUS – Anggaran perawatan Museum Kretek tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Dari sekitar Rp 300 juta menjadi Rp 100 Juta. Refocusing penangan Covid-19 menjadi alasan penurunan anggaran perawatan itu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kretek dan Taman Budaya Yusron mengatakan anggaran yang kian minimalis itu karena masih pengaruh refocusing penanganan Covid-19. “Faktornya tentu saja karena situasi yang belum pulih,” katanya.

Untuk merawat Museum Kretek, anggaran itu terbilang sangat jauh dari harapan. Pihaknya mengaku banyak kondisi fasilitas yang tidak memungkinkan, contohnya seperti kondisi pagar yang ada di depan museum. “Tapi karena terbatasnya anggaran ya kami hanya bisa sabar saja,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengatasi masalah itu. Dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di sana untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada. “Tetapi ya dengan kemampuan yang terbatas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Terpincut KIHT Kudus, DPMPTSP Karanganyar Kaget

Dia mengatakan untuk yang paling parah dan paling butuh perbaikan adalah sistem drainase di bagian barat museum. “Saat ini memang sudah tidak banjir,” jawabnya. Tetapi saat ini yang dibutuhkan adalah penataan koneksi antarblok agar sistem pembuangaan air saat hujan lebih cepat terbuang.

Koneksi blok perlu ditata, karena menurutnya banyak penyumbatan karena usia dan ada bagian-bagian yang tidak terkoneksi. Hal itu disinyalir karena dampak pembangunan yang bertahap. “Sejak saya masuk pada 2020 kondisinya sudah seperti itu,” tuturnya. (ark/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/