alexametrics
21.9 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Hingga Kini, 71 Desa di Kudus Belum Rampungkan APBDes, Apa Sih Masalahnya?

KUDUS – Hingga kini baru 52 Desa dari total 123 Desa di Kudus sudah merampungkan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Sisanya atau 71 desa belum. Jumlah itu terhitung minim, sebab belum ada lima puluh persen.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Dian Noor Tamzis menjelaskan pihaknya mengimbau dan menekankan agar desa lain yang belum kelar penyusunan segara dikebut. Hingga akhir bulan ini bisa rampung.

Sebab harusnya penyusunan APBDes selesai akhir Desember 2021, namun hingga memasuki bulan Februari 2022 baru 52 desa.


”Kami berharap semua desa segera menyelesaikan penyusunan APBDes agar bisa segera melakukan kegiatan pembangunan. Termasuk kegiatan operasional desa,” tegasnya.

Alokasi dana yang diterima pemerintah desa di Kabupaten Kudus pada 2022 sebesar Rp 271,175 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan alokasi yang diterima tahun sebelumnya. Yakni sebesar Rp 249,56 miliar.

Baca Juga :  SE Menag No. 5 Tahun 2022; Wujud Keberagamaan Indonesia

”Anggaran Rp 271,175 miliar itu meliputi alokasi dana desa (ADD), dana desa (DD), bagi hasil pajak dan hasil retribusi, bantuan keuangan provinsi, serta bantuan keuangan kabupaten,” jelasnya.

Rinciannya untuk alokasi dana desa sebesar Rp 146 miliar, dan DD sebesar Rp 82 miliar. Bagi hasil pajak sebesar Rp 2 miliar. Bagi hasil retribusi Rp 14 miliar. Serta bantuan keuangan Provinsi Jateng Rp 26,7 miliar.

”Dan bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp 475 juta. Bantuan ini khusus untuk tujuh desa yang hendak menyelenggarakan pilkades serentak yang dijadwalkan 30 Maret 2022,” imbuhnya. (zen)

 






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Hingga kini baru 52 Desa dari total 123 Desa di Kudus sudah merampungkan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Sisanya atau 71 desa belum. Jumlah itu terhitung minim, sebab belum ada lima puluh persen.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Dian Noor Tamzis menjelaskan pihaknya mengimbau dan menekankan agar desa lain yang belum kelar penyusunan segara dikebut. Hingga akhir bulan ini bisa rampung.

Sebab harusnya penyusunan APBDes selesai akhir Desember 2021, namun hingga memasuki bulan Februari 2022 baru 52 desa.

”Kami berharap semua desa segera menyelesaikan penyusunan APBDes agar bisa segera melakukan kegiatan pembangunan. Termasuk kegiatan operasional desa,” tegasnya.

Alokasi dana yang diterima pemerintah desa di Kabupaten Kudus pada 2022 sebesar Rp 271,175 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan alokasi yang diterima tahun sebelumnya. Yakni sebesar Rp 249,56 miliar.

Baca Juga :  SE Menag No. 5 Tahun 2022; Wujud Keberagamaan Indonesia

”Anggaran Rp 271,175 miliar itu meliputi alokasi dana desa (ADD), dana desa (DD), bagi hasil pajak dan hasil retribusi, bantuan keuangan provinsi, serta bantuan keuangan kabupaten,” jelasnya.

Rinciannya untuk alokasi dana desa sebesar Rp 146 miliar, dan DD sebesar Rp 82 miliar. Bagi hasil pajak sebesar Rp 2 miliar. Bagi hasil retribusi Rp 14 miliar. Serta bantuan keuangan Provinsi Jateng Rp 26,7 miliar.

”Dan bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp 475 juta. Bantuan ini khusus untuk tujuh desa yang hendak menyelenggarakan pilkades serentak yang dijadwalkan 30 Maret 2022,” imbuhnya. (zen)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/