alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Hati-hati, Banyak Lubang Besar Menganga di Jalan Desa Gribig Kudus

KUDUS – Jalan sepanjang satu Kilometer di Desa Gribig, Gebog, rusak parah. Ada banyak lubang menganga. Jumlahnya sekitar 90-an. Kerusakan terjadi sejak dua tahun belakangan. Dan belum ada perbaikan hingga kini.

Kerusakan dapat dilihat mulai dari pertigaan jalan raya Besito atau setelah melewati Tugu Gribig menuju lapangan Desa Gribig. Lubang-lubang itu beragam ukurannya. Beberapa bahkan digenangi air.

Akibatnya kendaraan yang melintas seperti motor, mobil, harus melaju melambat. Terlebih sekitar area situ terdapat pabrik. Sehingga aktivitas masyarakat tersendat.


Purwito, 40, salah satu pedagang di sekitar tugu Gribig itu mengaku kondisi jalan yang rusak cukup lama. Menurutnya kondisi itu mengganggu aktivitas warga. Baik yang bekerja di pabrik, warga yang berlalu lalang, hingga pedang yang berjualan di pinggir jalan.

”Bahkan dari genangan air yang mengendong di lubang jalan rusak itu kerap menciprat ke dagangan saya. Selain itu, sering terjadi kecelakaan juga di sini,” terang.

Baca Juga :  @HOM Hotel Kudus Undi Kupon Bu Sasa, Hadiah Utama TV LED

Dia pun berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Plt Sekdes Gribig Kamal, 57, menjelaskan kondisi jalan rusak tersebut sejak 2020. Namun perlahan makin parah. Karena hingga kini belum ada perbaikan.

”Itu jalan kabupaten. Sehingga kami tak memiliki wewenang,” imbuhnya.

Kamal mengakui banyak warga komplain kepada pemerintah desa terkait kondisi jalan itu. Pemdes pun sudah mengusulkan adanya perbaikan. Namun hingga kini belum juga ada tindak lanjut.

”Belum lama ini ketika sosialisasi cukai ada bupati dan pejabat lain kami sampaikan tentang kerusakan ini. Dan mereka menjanjikan ke kami perbaikan pada tahun ini,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Jalan sepanjang satu Kilometer di Desa Gribig, Gebog, rusak parah. Ada banyak lubang menganga. Jumlahnya sekitar 90-an. Kerusakan terjadi sejak dua tahun belakangan. Dan belum ada perbaikan hingga kini.

Kerusakan dapat dilihat mulai dari pertigaan jalan raya Besito atau setelah melewati Tugu Gribig menuju lapangan Desa Gribig. Lubang-lubang itu beragam ukurannya. Beberapa bahkan digenangi air.

Akibatnya kendaraan yang melintas seperti motor, mobil, harus melaju melambat. Terlebih sekitar area situ terdapat pabrik. Sehingga aktivitas masyarakat tersendat.

Purwito, 40, salah satu pedagang di sekitar tugu Gribig itu mengaku kondisi jalan yang rusak cukup lama. Menurutnya kondisi itu mengganggu aktivitas warga. Baik yang bekerja di pabrik, warga yang berlalu lalang, hingga pedang yang berjualan di pinggir jalan.

”Bahkan dari genangan air yang mengendong di lubang jalan rusak itu kerap menciprat ke dagangan saya. Selain itu, sering terjadi kecelakaan juga di sini,” terang.

Baca Juga :  SMP NU Al Ma'ruf Kudus Beri Beasiswa Siswa Berprestasi

Dia pun berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Plt Sekdes Gribig Kamal, 57, menjelaskan kondisi jalan rusak tersebut sejak 2020. Namun perlahan makin parah. Karena hingga kini belum ada perbaikan.

”Itu jalan kabupaten. Sehingga kami tak memiliki wewenang,” imbuhnya.

Kamal mengakui banyak warga komplain kepada pemerintah desa terkait kondisi jalan itu. Pemdes pun sudah mengusulkan adanya perbaikan. Namun hingga kini belum juga ada tindak lanjut.

”Belum lama ini ketika sosialisasi cukai ada bupati dan pejabat lain kami sampaikan tentang kerusakan ini. Dan mereka menjanjikan ke kami perbaikan pada tahun ini,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/