alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Plafon SD 6 Terban Ambrol, Timpa Siswa hingga Alami Trauma

KUDUS – Plafon ruangan kelas 2 SD 6 Terban ambrol. Itu terjadi saat proses belajar-mengajar berlangsung. Bahkan runtuhan plafon menimpa salah satu siswa bernama Baim Maulana Rokim.

Kerusakan tampak di tiga ruang kelas. Yakni kelas 1,2 hingga 3. Di kelas satu, plafon masih utuh. Belum ada yang bolong. Namun terlihat mulai retak. Keretakan juga tampak di bagian dinding. Sementara di kelas 2, ada 8 blok plafon yang bolong. Juga terdapat keretakan pada dinding-dinding.

Di kelas 3, tampak paling parah. Ada 12 blok plafon yang bolong. Bahkan di bagian depan ruang kelas, terlihat kerangka atap mulai dimakan rayap. Sehingga lapuk dan mulai patah-patah pada bagian usuk dan reng.


Guru kelas 2 Masriah menyebut kejadian sekitar pukul 08.30. Ketika dirinya memberikan tugas mata pelajaran PPKN di dalam kelas. Amblongnya plafon itu terjadi seketika. Bahkan saat tak ada hujan maupun angin.

“Saat kejadian, ada dua siswa yang duduk di belakang. Saya cek ternyata hanya menimpa yang cowok. Saya spontan lompat dan segera menghampiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Alat Belum Lengkap, Kudus Butuh Tambahan Alat Tera Timbangan

Setelah mengecek kondisi siswa, Masriah mengatakan jika siswa sempat takut dan trauma. Bahkan membuat siswa tersebut tak lagi mau duduk di tenpat semula. Sehingga pihaknya memajukan semua tempat duduk siswa di bagian belakang. Mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Kondisi atap yang rusak tersebut menurutnya sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu. Namun, baru kali ini atap roboh dan menyebabkan siswa terluka.

Dirinya mengungkapkan jika pihak sekolah beberapa kali sudah mengajukan kepada dinas terkait agar mendapatkan bantuan perbaikan. Namun sampai saat ini, belum ada tindaklanjutnya.

“Dari kepala sekolah sudah mengajukan beberapa kali. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan” terangnya.

Dengan kejadian robohnya atap itu Kepala Desa Terban Supeno berharap SD 6 Terban mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah baik atap maupun bangunan kelas. Pasalnya, mengingat kondisi bangunan yang sudah tak layak ditempati itu sewaktu-waktu bisa roboh dan membahayakan bagi guru dan siswa.

“Kami harap setelah adanya kejadian ini, pengajuan dari pihak sekolah bisa diterima dan ditindaklanjuti dinas terkait,” jelasnya.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Plafon ruangan kelas 2 SD 6 Terban ambrol. Itu terjadi saat proses belajar-mengajar berlangsung. Bahkan runtuhan plafon menimpa salah satu siswa bernama Baim Maulana Rokim.

Kerusakan tampak di tiga ruang kelas. Yakni kelas 1,2 hingga 3. Di kelas satu, plafon masih utuh. Belum ada yang bolong. Namun terlihat mulai retak. Keretakan juga tampak di bagian dinding. Sementara di kelas 2, ada 8 blok plafon yang bolong. Juga terdapat keretakan pada dinding-dinding.

Di kelas 3, tampak paling parah. Ada 12 blok plafon yang bolong. Bahkan di bagian depan ruang kelas, terlihat kerangka atap mulai dimakan rayap. Sehingga lapuk dan mulai patah-patah pada bagian usuk dan reng.

Guru kelas 2 Masriah menyebut kejadian sekitar pukul 08.30. Ketika dirinya memberikan tugas mata pelajaran PPKN di dalam kelas. Amblongnya plafon itu terjadi seketika. Bahkan saat tak ada hujan maupun angin.

“Saat kejadian, ada dua siswa yang duduk di belakang. Saya cek ternyata hanya menimpa yang cowok. Saya spontan lompat dan segera menghampiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Betonisasi TMMD Kodim Kudus Capai 53 Persen

Setelah mengecek kondisi siswa, Masriah mengatakan jika siswa sempat takut dan trauma. Bahkan membuat siswa tersebut tak lagi mau duduk di tenpat semula. Sehingga pihaknya memajukan semua tempat duduk siswa di bagian belakang. Mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Kondisi atap yang rusak tersebut menurutnya sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu. Namun, baru kali ini atap roboh dan menyebabkan siswa terluka.

Dirinya mengungkapkan jika pihak sekolah beberapa kali sudah mengajukan kepada dinas terkait agar mendapatkan bantuan perbaikan. Namun sampai saat ini, belum ada tindaklanjutnya.

“Dari kepala sekolah sudah mengajukan beberapa kali. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan” terangnya.

Dengan kejadian robohnya atap itu Kepala Desa Terban Supeno berharap SD 6 Terban mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah baik atap maupun bangunan kelas. Pasalnya, mengingat kondisi bangunan yang sudah tak layak ditempati itu sewaktu-waktu bisa roboh dan membahayakan bagi guru dan siswa.

“Kami harap setelah adanya kejadian ini, pengajuan dari pihak sekolah bisa diterima dan ditindaklanjuti dinas terkait,” jelasnya.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/