alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Hujan Disertai Angin Kencang, Sepuluh Bangunan di Kudus Rusak

KUDUS – Hujan lebat disertai angin kencang yang menerjang Kudus akibatkan sepuluh bangunan rusak. Itu terjadi di Dukuh Banget RT 1/RW 2, Desa Banget, Kaliwungu sekitar pukul 15.00 sore.

Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo menjelaskan kejadian bermula dari hujan yang disertai angin dari mulai pukul 14. 30. Dari situ mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terutama di Desa Banget, Kaliwungu.

Setidaknya sembilan rumah milik warga dan satu bangunan sekolah dilaporkan alami kerusakan. Korban-korban yang rumahnya rusak di antaranya milik Arif, kasmuin, Aliman, Jamiun, Satimah, Sutomo, Kasimin, Kusriah, Turipan.


“Dan satu bangunan sekolah. Yakni MI NU Miftahul Huda juga turut alami kerusakan akibat hujan dan angin kencang,” jelasnya.

Kerusakan terutama terjadi pada atap. Yakni genting-genting lepas. Namun Budi menyebut dari kejadian itu tak ada korban jiwa.

“Kerugian genteng kurang lebih 1000 buah. Sementara untuk kebutuhan logistic sementara yakni untuk kegiatan karya bakti pasca kejadian bencana. Dan juga bagi korban terdampak,” tambahnya.

Baca Juga :  Setahun, Dua Ribu Warga Kudus Mundur dari PKH

Untuk kerja bakti pasca kejadian, BPBD telag berkoordinasi dengan pihak terkait seperti masyarakat setempat, Pemcam Kaliwungu, Pemdes Banget, TNI/Polri, dan relawan gabungan.

Sementara dari analisis cuaca sementara dari BMKG disebutkan jika apa yang terjadi karena adanya sirkulasi siklonik di selatan Jawa Tengah yang menyebabkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan awan cumulonimbus dengan potensi hujan intensitas sedang – lebat disertai petir dan dapat disertai dan/atau didahului angin kencang di wilayah Kudus.

“Analisa Citra satelit himawari menunjukan adanya pertumbuhan awan mulai pukul 14.00 WIB- 15.00 WIB dengan suhu puncak awan hingga (-62) °C di sebelah utara wilayah Kudus,” katanya.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Hujan lebat disertai angin kencang yang menerjang Kudus akibatkan sepuluh bangunan rusak. Itu terjadi di Dukuh Banget RT 1/RW 2, Desa Banget, Kaliwungu sekitar pukul 15.00 sore.

Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo menjelaskan kejadian bermula dari hujan yang disertai angin dari mulai pukul 14. 30. Dari situ mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terutama di Desa Banget, Kaliwungu.

Setidaknya sembilan rumah milik warga dan satu bangunan sekolah dilaporkan alami kerusakan. Korban-korban yang rumahnya rusak di antaranya milik Arif, kasmuin, Aliman, Jamiun, Satimah, Sutomo, Kasimin, Kusriah, Turipan.

“Dan satu bangunan sekolah. Yakni MI NU Miftahul Huda juga turut alami kerusakan akibat hujan dan angin kencang,” jelasnya.

Kerusakan terutama terjadi pada atap. Yakni genting-genting lepas. Namun Budi menyebut dari kejadian itu tak ada korban jiwa.

“Kerugian genteng kurang lebih 1000 buah. Sementara untuk kebutuhan logistic sementara yakni untuk kegiatan karya bakti pasca kejadian bencana. Dan juga bagi korban terdampak,” tambahnya.

Baca Juga :  Kerajinan Batok Kudus Tembus Pasar Mancanegara

Untuk kerja bakti pasca kejadian, BPBD telag berkoordinasi dengan pihak terkait seperti masyarakat setempat, Pemcam Kaliwungu, Pemdes Banget, TNI/Polri, dan relawan gabungan.

Sementara dari analisis cuaca sementara dari BMKG disebutkan jika apa yang terjadi karena adanya sirkulasi siklonik di selatan Jawa Tengah yang menyebabkan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan awan cumulonimbus dengan potensi hujan intensitas sedang – lebat disertai petir dan dapat disertai dan/atau didahului angin kencang di wilayah Kudus.

“Analisa Citra satelit himawari menunjukan adanya pertumbuhan awan mulai pukul 14.00 WIB- 15.00 WIB dengan suhu puncak awan hingga (-62) °C di sebelah utara wilayah Kudus,” katanya.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/