alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Bahayakan Pengendara, Jalan Lingkar Timur Kudus Rusak Berat Diperbaiki

KUDUS – Jalan Lingkar Timur Kudus yang rusak berat kini mulai diperbaiki. Perbaikan dimulai sejak (3/1) dengan membongkar beton rigid lama.

Saat wartawan koran ini ke lokasi, titik pembongkaran Jalan Lingkar Timur itu di wilayah Desa Gulang, Mejobo. Terlihat ada tiga alat berat yang difungsikan. Satu eskavator, satu breaker, dan satu vibro roller. Selain itu juga ada dum truk yang memuat bongkahan.

Breaker fokus pada penghancuran beton rigid lama. Setelah beton rigid lama dihancurkan, satu eskavator bertugas memindahkan bongkahan beton yang hancur itu ke truk. Sementara satu vibro roller difungsikan untuk meratakan bekas beton lama yabg dihancurkan.


Muh Tarom pengawas konsultan proyek dari PT Adhiyasa Desicon menyebut perbaikan jalan lingkar timur Kudus itu memang diperlukan karena dinilai rusak berat. Banyak titik jalan yang retak hingga berlubang.

“Untuk perbaikan di jalan lingkar Timur Kudus ini nanti sepanjang 2,4 km. Tetapi kalau kontrak di kami dari Jalan Kudus, Pati, hingga Rembang. Kontraknya dua tahun. Tidak cuma di Kudus,” jelasnya.

Baca Juga :  PGRI Kudus Usulkan Penjaga dan Staf TU Dapat Tunjangan

Menurutnya di Jalan Lingkar Timur Kudus itu diprioritaskan terlebih dahulu sebelum ke wilayah lain. Nantinya pihaknya juga akan memperbaiki di Jalan Kudus-Pati sepanjang 4,2 km dan Pati-Rembang 3,6 km.

“Ini kami lakukan secara bertahap. Dimulai dari yang mendesak. Sebab dengan rusaknya jalan-jalan ini membahayakan pengendara,” terangnya.

Untuk kerusakan di jalan tersebut, dia menilai ada banyak faktor. Seperti over tonase, hingga persoalan kontur tanah. Terkait kontur tanah, wilayah tersebut dinilai memiliki tanah labil sehingga menyebabkan sub Grib beton bawah cepat rusak.

Pelaksana Pembantu proyek Yanto menambahkan sampai saat ini pengecoran belum bisa dilakukan. Sebab masih tahap pembongkaran.

“Sampai sejauh ini pembongkaran baru 350 meter. Usai pembongkaran dilanjutkan pembersihan bongkahan. Setelah itu baru bisa dimulai pengecoran,” tambahnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Jalan Lingkar Timur Kudus yang rusak berat kini mulai diperbaiki. Perbaikan dimulai sejak (3/1) dengan membongkar beton rigid lama.

Saat wartawan koran ini ke lokasi, titik pembongkaran Jalan Lingkar Timur itu di wilayah Desa Gulang, Mejobo. Terlihat ada tiga alat berat yang difungsikan. Satu eskavator, satu breaker, dan satu vibro roller. Selain itu juga ada dum truk yang memuat bongkahan.

Breaker fokus pada penghancuran beton rigid lama. Setelah beton rigid lama dihancurkan, satu eskavator bertugas memindahkan bongkahan beton yang hancur itu ke truk. Sementara satu vibro roller difungsikan untuk meratakan bekas beton lama yabg dihancurkan.

Muh Tarom pengawas konsultan proyek dari PT Adhiyasa Desicon menyebut perbaikan jalan lingkar timur Kudus itu memang diperlukan karena dinilai rusak berat. Banyak titik jalan yang retak hingga berlubang.

“Untuk perbaikan di jalan lingkar Timur Kudus ini nanti sepanjang 2,4 km. Tetapi kalau kontrak di kami dari Jalan Kudus, Pati, hingga Rembang. Kontraknya dua tahun. Tidak cuma di Kudus,” jelasnya.

Baca Juga :  Breaking News! Ditinggal Hajatan, Rumah Pengusaha Piala Dilalap Api

Menurutnya di Jalan Lingkar Timur Kudus itu diprioritaskan terlebih dahulu sebelum ke wilayah lain. Nantinya pihaknya juga akan memperbaiki di Jalan Kudus-Pati sepanjang 4,2 km dan Pati-Rembang 3,6 km.

“Ini kami lakukan secara bertahap. Dimulai dari yang mendesak. Sebab dengan rusaknya jalan-jalan ini membahayakan pengendara,” terangnya.

Untuk kerusakan di jalan tersebut, dia menilai ada banyak faktor. Seperti over tonase, hingga persoalan kontur tanah. Terkait kontur tanah, wilayah tersebut dinilai memiliki tanah labil sehingga menyebabkan sub Grib beton bawah cepat rusak.

Pelaksana Pembantu proyek Yanto menambahkan sampai saat ini pengecoran belum bisa dilakukan. Sebab masih tahap pembongkaran.

“Sampai sejauh ini pembongkaran baru 350 meter. Usai pembongkaran dilanjutkan pembersihan bongkahan. Setelah itu baru bisa dimulai pengecoran,” tambahnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/