alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Dugaan Pemalsuan Berkas PAW Kades, Dinas Persilakan Timses Menggugat

KUDUS – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus menyebut isu dugaan pemalsuan berkas PAW kades Jati Wetan sudah beres. Dinas telah menerima berita acara validasi dokumen dari panitia. Hasilnya perusahaan mengaku memberikan surat izin tersebut. Jika tidak berkenan, timses dipersilakan menggugat.

Kepala dinas PMD Adi Sadhono menyebut atas dasar itulah kepala desa terpilih dari hasil PAW Desa Jati Wetan atas nama Agus Susanto tetap masuk dalam daftar pengangkatan terkait pengesahan Kades hasil PAW yang bakal digelar 17 Desember 2021.

“Terkait apa yang terjadi di Desa Jati Wetan mengenai dugaan itu sudah ada penelitian berkas yang dilakukan panitia. Semua ada berita acaranya,” jelasnya.


Terkait indikasi pemalsuan surat itu, menurutnya sudah selesai karena sudah ada berita acara mengenai hasil pengecekan berkas. “Pengecekan itu sudah dilakukan saat panitia menetapkan bakal calon menjadi calon. Artinya ketika kedua calon tersebut maju dan dipilih, dianggap sudah memenuhi berkas. Maksudnya dari sisi administrasi lengkap,” paparnya.

Meski secara teknis, Adi menyebut memang ada kemoloran ketika panitia memverifikasi berkas. Dia menjelaskan jika ada tiga balon dalam pendaftaran PAW kades. Akan tetapi sampai batas akhir pengumpulan berkas hanya dipenuhi satu orang, sehingga ada perpanjangan pelengkapan berkas.

Baca Juga :  Ini Desa di Kudus, Pati, dan Rembang yang akan Dilewati Tol Demak-Tuban

“Yang bersangkutan yakni Agus Susanto waktu itu memang salah. Karena hanya mengumpulkan surat cuti, sehingga panitia merekomendasikan untuk mengganti surat itu menjadi surat izin,” terangnya.

Selama masa tenggang administrasi itulah yang bersangkutan berhasil melengkapi berkas. Dengan mengganti dokumen yang diminta panitia. Dan, dari konfirmasi pihak perusahaan juga sudah membenarkan, sehingga akhirnya dinyatakan lolos verifikasi dan menjadi calon.

“Terkait berbedaan redaksi surat, sebagaimana yang dipersolakan timses Eko Budi Hartono, itu bukan ranah kami. Dan format redaksi tak dipersoalkan. Yang terpenting sudah jelas jika itu ada pengakuan. Saya percaya kinerja panitia,” imbuhnya.

Sementara terkait keberatan itu, Adi menjelaskan apabila yang bersangkutan bakal mengajukan gugatan, hal itu dianggapnya sah-sah saja. Tetapi meski ada gugatan, hal itu tak mempengaruhi proses pelantikan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus menyebut isu dugaan pemalsuan berkas PAW kades Jati Wetan sudah beres. Dinas telah menerima berita acara validasi dokumen dari panitia. Hasilnya perusahaan mengaku memberikan surat izin tersebut. Jika tidak berkenan, timses dipersilakan menggugat.

Kepala dinas PMD Adi Sadhono menyebut atas dasar itulah kepala desa terpilih dari hasil PAW Desa Jati Wetan atas nama Agus Susanto tetap masuk dalam daftar pengangkatan terkait pengesahan Kades hasil PAW yang bakal digelar 17 Desember 2021.

“Terkait apa yang terjadi di Desa Jati Wetan mengenai dugaan itu sudah ada penelitian berkas yang dilakukan panitia. Semua ada berita acaranya,” jelasnya.

Terkait indikasi pemalsuan surat itu, menurutnya sudah selesai karena sudah ada berita acara mengenai hasil pengecekan berkas. “Pengecekan itu sudah dilakukan saat panitia menetapkan bakal calon menjadi calon. Artinya ketika kedua calon tersebut maju dan dipilih, dianggap sudah memenuhi berkas. Maksudnya dari sisi administrasi lengkap,” paparnya.

Meski secara teknis, Adi menyebut memang ada kemoloran ketika panitia memverifikasi berkas. Dia menjelaskan jika ada tiga balon dalam pendaftaran PAW kades. Akan tetapi sampai batas akhir pengumpulan berkas hanya dipenuhi satu orang, sehingga ada perpanjangan pelengkapan berkas.

Baca Juga :  Diduga Kumpul Kebo, Pria Asal Temanggung Digerebek dan Diusir Warga

“Yang bersangkutan yakni Agus Susanto waktu itu memang salah. Karena hanya mengumpulkan surat cuti, sehingga panitia merekomendasikan untuk mengganti surat itu menjadi surat izin,” terangnya.

Selama masa tenggang administrasi itulah yang bersangkutan berhasil melengkapi berkas. Dengan mengganti dokumen yang diminta panitia. Dan, dari konfirmasi pihak perusahaan juga sudah membenarkan, sehingga akhirnya dinyatakan lolos verifikasi dan menjadi calon.

“Terkait berbedaan redaksi surat, sebagaimana yang dipersolakan timses Eko Budi Hartono, itu bukan ranah kami. Dan format redaksi tak dipersoalkan. Yang terpenting sudah jelas jika itu ada pengakuan. Saya percaya kinerja panitia,” imbuhnya.

Sementara terkait keberatan itu, Adi menjelaskan apabila yang bersangkutan bakal mengajukan gugatan, hal itu dianggapnya sah-sah saja. Tetapi meski ada gugatan, hal itu tak mempengaruhi proses pelantikan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/