alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tak Terima Mobil Ditarik, Warga Kudus Gugat ke Pengadilan

KUDUS – Tak terima mobilnya diambil leasing, Muhammad Assiry menggugat di Pengadilan Negeri Kudus. Dua pihak yang digugat yakni PT Rajawali Dame Perkasa dan PT BCA Finance.

Kuasa Hukum Muhammad Assiry, Kusnan Cindhunata mengaku memutuskan menyelesaikan persoalan tersebut ke ranah hukum karena dalam proses penarikan mobil kliennya dinilai ada perbuatan melawan hukum. Sebab, tanpa ada pemberitahuan dan dilakukan secara paksa di jalan.

“Pada 29 September 2021, klien saya berpergian ke Semarang menggunakan Toyota Yaris. Sesampainya di tol Kaligawe, kliennya dihentikan delapan orang yang mengaku mempunyai kuasa untuk mengambil mobil tersebut,” jelasnya.


Usai penyegatan itu, Muhammad Assiry kemudian diajak ke kantor BCA Finance yang ada di dekat exit tol Gayamsari. Di situ baru dijelaskan jika kliennya tersebut menunggak pembayaran mobil.

“Setelah itu klien saya diminta menandatangani berita acara penyerahan kendaraan dan menyerahkan kunci kendaraan, namun ditolak. Akhirnya klien meminta izin pulang tapi tak diperbolehkan,” jelasnya.

Karena tak mendapatkan izin, akhirnya Muhammad Assiry kembali ke Kudus. Namun saat keesokan harinya mendatangi lokasi dan hendak mengurus mobilnya itu, ternyata sudah tidak ada. Mobil Toyota Yaris tersebut dipindahkan ke Polrestabes Semarang.

Baca Juga :  Butuh Dana, Reboisasi di Pegunungan Patiayam Kudus Baru Satu Hektare

“Tetapi saat di Polrestabes kami heran karena mendapat jawaban yang mengejutkan. Beberapa personel yang ditemui mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan mobil. Mereka menegaskan mobil tersebut hanya terparkir, dan tak ada sangkut-pautnya dengan urusan kepolisian,” terangnya.

Pihaknya mengaku memang ada tunggakan angsuran mobil. Bila dikalkulasi sebesar Rp 89 juta. Namun hal itu tak lantas pihak leasing bisa mengambil secara paksa. Sebab sejauh ini tak ada pembritahuan ke pihaknya secara langsung ke rumah kliennya. Terlebih menurutnya persoalan tersebut bisa dibicaran tanpa harus menarik secara paksa.

“Untuk itu kami ingin mencari keadilan, sehingga kami menggugat ke PN. Pertama yakni menggugat PT Rajawali Dame Perkasa dan tergugat dua PT BCA Finance. Dalam tuntutan, kami sampaikan agar mobil itu dikembalikan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut agar para tergugat membayar kerugian material secara tanggung renteng sebesar Rp 1,2 miliar. Kuasa hukum PT Rajawali Dame Perkasa Leonardo Marpaung ketika ditemui di PN menjelaskan jika dalam proses penarikan tersebut sudah sesuai prosedur.

“‘Ini tidak dapat dikatakan sebagai penghadangan, karena kami melakukannya secara persuasif,” tegasnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Tak terima mobilnya diambil leasing, Muhammad Assiry menggugat di Pengadilan Negeri Kudus. Dua pihak yang digugat yakni PT Rajawali Dame Perkasa dan PT BCA Finance.

Kuasa Hukum Muhammad Assiry, Kusnan Cindhunata mengaku memutuskan menyelesaikan persoalan tersebut ke ranah hukum karena dalam proses penarikan mobil kliennya dinilai ada perbuatan melawan hukum. Sebab, tanpa ada pemberitahuan dan dilakukan secara paksa di jalan.

“Pada 29 September 2021, klien saya berpergian ke Semarang menggunakan Toyota Yaris. Sesampainya di tol Kaligawe, kliennya dihentikan delapan orang yang mengaku mempunyai kuasa untuk mengambil mobil tersebut,” jelasnya.

Usai penyegatan itu, Muhammad Assiry kemudian diajak ke kantor BCA Finance yang ada di dekat exit tol Gayamsari. Di situ baru dijelaskan jika kliennya tersebut menunggak pembayaran mobil.

“Setelah itu klien saya diminta menandatangani berita acara penyerahan kendaraan dan menyerahkan kunci kendaraan, namun ditolak. Akhirnya klien meminta izin pulang tapi tak diperbolehkan,” jelasnya.

Karena tak mendapatkan izin, akhirnya Muhammad Assiry kembali ke Kudus. Namun saat keesokan harinya mendatangi lokasi dan hendak mengurus mobilnya itu, ternyata sudah tidak ada. Mobil Toyota Yaris tersebut dipindahkan ke Polrestabes Semarang.

Baca Juga :  Sempat Heboh, Isu Penyekapan Karyawan di Kudus Tenyata Hoaks

“Tetapi saat di Polrestabes kami heran karena mendapat jawaban yang mengejutkan. Beberapa personel yang ditemui mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan mobil. Mereka menegaskan mobil tersebut hanya terparkir, dan tak ada sangkut-pautnya dengan urusan kepolisian,” terangnya.

Pihaknya mengaku memang ada tunggakan angsuran mobil. Bila dikalkulasi sebesar Rp 89 juta. Namun hal itu tak lantas pihak leasing bisa mengambil secara paksa. Sebab sejauh ini tak ada pembritahuan ke pihaknya secara langsung ke rumah kliennya. Terlebih menurutnya persoalan tersebut bisa dibicaran tanpa harus menarik secara paksa.

“Untuk itu kami ingin mencari keadilan, sehingga kami menggugat ke PN. Pertama yakni menggugat PT Rajawali Dame Perkasa dan tergugat dua PT BCA Finance. Dalam tuntutan, kami sampaikan agar mobil itu dikembalikan,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut agar para tergugat membayar kerugian material secara tanggung renteng sebesar Rp 1,2 miliar. Kuasa hukum PT Rajawali Dame Perkasa Leonardo Marpaung ketika ditemui di PN menjelaskan jika dalam proses penarikan tersebut sudah sesuai prosedur.

“‘Ini tidak dapat dikatakan sebagai penghadangan, karena kami melakukannya secara persuasif,” tegasnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/