alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Meski PPKM Level 3 Batal, ASN di Kudus Tetap Dilarang Cuti

KUDUS – Pemerintah pusat telah membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Merespon hal itu, Pemkab Kudus menerapkan pembatasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak boleh mengambil cuti per 20 Desember 2021 hingga Januari 2022.

Asisten Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Agus Budi Satriyo menyatakan Pemkab Kudus tetap memberlakukan aturan yang telah disusun kepada ASN. Yakni larangan ke luar kota sejak 20 Desember hingga awal 2 Januari.

“Sesuai arahan ASN tetap tak boleh mengambil cuti dan bepergian ke luar kota meski aturan itu (PPKM level 3, Red) dibatalkan,” terangnya.


Menyikapi kabar yang beredar terkait pembatalan PPKM level 3, dalam waktu dekat akan dilaksanakan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus. Nantinya akan diambil beberapa kebijakan untuk menyikapi pembatalan PPKM level 3.

Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus belakangan ini terbilang landai. Melihat fenomena itu, Agus menyatakan pemerintah daerah tetap siaga dan mengantisipasi munculnya lonjakan kasus. Pembatasan aturan tetap diberlakukan di masyarakat.

Baca Juga :  Lantik 46 Pejabat, Bupati Kudus: Jangan Ambil TPP Kerja Riil

Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan. Upaya lainnya, pemerintah daerah tetap menggencarkan vaksinasi Covid-19, sasaran utamanya adalah lansia.

“Vaksinasi terus berlangsung, diharapkan Kudus bisa mencapai Level 1,” terangnya.

Dorongan kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan juga disampaikannya kepada tokoh agama melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan se-Kabupaten Kudus yang dikukuhkan kemarin.

Menurut Agus, peran tokoh agama di masyarakat sangat sentral. Mereka diharapkan bisa memberi edukasi kepada masyarakat agar lebih menerapkan prokes dan menjalani vaksinasi.

“Peran tokoh agama di masyarakat sangat penting untuk memberi motivasi karena ketokohan masyarakat biasanya nganut,” katanya.

Saat ini vaksinasi dosis pertama mencapai 73,35 persen dari total target sasaran 665.884 orang, sedangkan dosis kedua mencapai 52,65 persen. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemerintah pusat telah membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Merespon hal itu, Pemkab Kudus menerapkan pembatasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak boleh mengambil cuti per 20 Desember 2021 hingga Januari 2022.

Asisten Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Agus Budi Satriyo menyatakan Pemkab Kudus tetap memberlakukan aturan yang telah disusun kepada ASN. Yakni larangan ke luar kota sejak 20 Desember hingga awal 2 Januari.

“Sesuai arahan ASN tetap tak boleh mengambil cuti dan bepergian ke luar kota meski aturan itu (PPKM level 3, Red) dibatalkan,” terangnya.

Menyikapi kabar yang beredar terkait pembatalan PPKM level 3, dalam waktu dekat akan dilaksanakan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus. Nantinya akan diambil beberapa kebijakan untuk menyikapi pembatalan PPKM level 3.

Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus belakangan ini terbilang landai. Melihat fenomena itu, Agus menyatakan pemerintah daerah tetap siaga dan mengantisipasi munculnya lonjakan kasus. Pembatasan aturan tetap diberlakukan di masyarakat.

Baca Juga :  Eksodan GAM Tuntut Haknya, Dewan: Kami Fasilitasi

Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan. Upaya lainnya, pemerintah daerah tetap menggencarkan vaksinasi Covid-19, sasaran utamanya adalah lansia.

“Vaksinasi terus berlangsung, diharapkan Kudus bisa mencapai Level 1,” terangnya.

Dorongan kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan juga disampaikannya kepada tokoh agama melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan se-Kabupaten Kudus yang dikukuhkan kemarin.

Menurut Agus, peran tokoh agama di masyarakat sangat sentral. Mereka diharapkan bisa memberi edukasi kepada masyarakat agar lebih menerapkan prokes dan menjalani vaksinasi.

“Peran tokoh agama di masyarakat sangat penting untuk memberi motivasi karena ketokohan masyarakat biasanya nganut,” katanya.

Saat ini vaksinasi dosis pertama mencapai 73,35 persen dari total target sasaran 665.884 orang, sedangkan dosis kedua mencapai 52,65 persen. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/