alexametrics
21.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Kudus Jadi Kota Industri, Pemkab Bakal Pertahankan Lahan Produktif

KUDUS – Pemkab Kudus memastikan perubahan Perda Rencana tata ruang wilayah (RTRW) segera diundangkan. Dalam perubahan tersebut, Bupati Kudus Hartopo menyatakan tetap memprioritaskan lahan produktif pertanian dan menjadi pro-investasi.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi lintas sektoral atas perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032.

Permohonan tersebut, yakni perubahan status lahan hijau atau pertanian menjandi kuning menuju industri. Terkait perubahan status warna lahan itu, Hartopo menyebut tak mengurangi lahan produktif pertanian. Perubahan ini diprioritaskan kepada lahan yang difungsikan sebagai perkebunan maupun lahan tidur.


“Untuk daerah Undaan yang notabene produktif aman, yang sekarang difungsikan untuk perkebunan atau lahan tidur,” katanya saat ditemui usai agenda Rapat Paripurna di DPRD Kudus kemarin.

Di samping itu, perubahan juga telah dialami di beberapa lahan pertanian. Semula lahan tersebut difungsikan sebagai sawah kini disulap menjadi permukiman warga. Untuk itu, kata Hartopo, perlu dilakukan perubahan status lahan.

Hartopo mengatakan, pembahasan perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032 akan segera dibahas melalui Panitia khusus (Pansus) DPRD Kudus.

Baca Juga :  Asal-usul Bordir Icik Khas Kudus, Dibuat Manual tanpa Mesin dan Dikenal Halus

Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan DPRD Kudus telah membentuk tiga Pansus. Salah satunya untuk membahas lebih lanjut perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032.

Dengan perubahan Perda tersebut, kata Masan, Kudus akan menjadi kota berbasis industri. Meski status kewilayahan diubah, Masan memastikan swasembada pangan Kabupaten Kudus tetap akan tercapai. Hal ini terjadi dampak dari Bendungan Logung.

“Tidak usah khawatir, pengubahan hanya pada lahan nonproduktif. Swasembada pangan Kabupaten Kudus tetap tercapai,” tegasnya.

Sementara untuk besaran perubahan status warna lahan sudah dicantumkan besarannya. Rencanaya zona industri akan ditempatkan di wilayah perbatasan Pati, Jepara, maupun Jalan Lingkar Selatan. Selanjutnya, setelah agenda rapat paripurna Jawaban Bupati Kudus perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032 dikonsultasikan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemkab Kudus memastikan perubahan Perda Rencana tata ruang wilayah (RTRW) segera diundangkan. Dalam perubahan tersebut, Bupati Kudus Hartopo menyatakan tetap memprioritaskan lahan produktif pertanian dan menjadi pro-investasi.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi lintas sektoral atas perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032.

Permohonan tersebut, yakni perubahan status lahan hijau atau pertanian menjandi kuning menuju industri. Terkait perubahan status warna lahan itu, Hartopo menyebut tak mengurangi lahan produktif pertanian. Perubahan ini diprioritaskan kepada lahan yang difungsikan sebagai perkebunan maupun lahan tidur.

“Untuk daerah Undaan yang notabene produktif aman, yang sekarang difungsikan untuk perkebunan atau lahan tidur,” katanya saat ditemui usai agenda Rapat Paripurna di DPRD Kudus kemarin.

Di samping itu, perubahan juga telah dialami di beberapa lahan pertanian. Semula lahan tersebut difungsikan sebagai sawah kini disulap menjadi permukiman warga. Untuk itu, kata Hartopo, perlu dilakukan perubahan status lahan.

Hartopo mengatakan, pembahasan perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032 akan segera dibahas melalui Panitia khusus (Pansus) DPRD Kudus.

Baca Juga :  Bantu Pasarkan Produk UMKM, Pojok Kreatif Gandeng Biro Wisata

Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan DPRD Kudus telah membentuk tiga Pansus. Salah satunya untuk membahas lebih lanjut perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032.

Dengan perubahan Perda tersebut, kata Masan, Kudus akan menjadi kota berbasis industri. Meski status kewilayahan diubah, Masan memastikan swasembada pangan Kabupaten Kudus tetap akan tercapai. Hal ini terjadi dampak dari Bendungan Logung.

“Tidak usah khawatir, pengubahan hanya pada lahan nonproduktif. Swasembada pangan Kabupaten Kudus tetap tercapai,” tegasnya.

Sementara untuk besaran perubahan status warna lahan sudah dicantumkan besarannya. Rencanaya zona industri akan ditempatkan di wilayah perbatasan Pati, Jepara, maupun Jalan Lingkar Selatan. Selanjutnya, setelah agenda rapat paripurna Jawaban Bupati Kudus perubahan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kudus 2012-2032 dikonsultasikan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/