alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Setelah Diultimatum Ansor, Belasan Kafe Karaoke di Kudus Ditutup

KUDUS – Ansor Kudus mengultimatum Pemkab Kudus untuk menutup semua tempat karaoke dan hiburan malam. Kemarin, Pemkab Kudus bersama Satpol PP, Kodim, dan Polres Kudus menutup 18 kafe dan karaoke kemarin siang.

Bupati Kudus Hartopo mengaku tak bermaksud membiarkan kafe dan karaoke beroperasi. Sebab penyisiran telah dilakukan tim gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI hampir setiap malam. Namun, kafe karaoke tetap beroperasi dengan modus menggembok gerbang depan.

“Hari ini kami resmi menyegel tempat karaoke. Sebelumnya kami sudah memperingatkan mereka melanggar Perda. Tim gabungan sudah keliling tapi karaoke masih ‘kucing-kucingan’ sama petugas,” ucapnya.


Hartopo akan bekerja sama dengan PLN untuk memutus jaringan listrik di tempat-tempat karaoke. Penyegelan akan terus dilakukan tim gabungan terhadap tempat karaoke yang masih bandel beroperasi.

Ketua Ansor Kudus Dasa susila bakal terus mengawal masalah ini. Pihaknya juga sudah beraudiensi. Ada lima rekomendasi yang disampaikan secara langsung ke pemkab. Pertama mendesak Pemkab Kudus untuk  merealisasikan nilai-nilai religius dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan. Kedua, menghendaki agar forkopimda tegas dan jelas menindak kemaksiatan dan segala bentuk pelanggaran hukum.

Baca Juga :  @HOM Hotel Kudus Undi Kupon Bu Sasa, Hadiah Utama TV LED

“Ketiga mendesak Pemkab tegas menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2015. Keempat mengimbau pemkab agar melibatkan ormas kepemudaan dan masyarakat dalam pengambilan kebijakan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kelima mendesak pemkab  menutup karaoke di Kudus,” tambahnya.

Surat rekomendasi dan tuntutan itu sudah dilayangkan ke Pemkab Kudus dan diserahkan secara langsung kepada Bupati Kudus sejak (3/11) lalu. Terhitung tujuh hari pascapemberian surat itu, pemkab harus sudah menutup kafe dan karaoke. Bila tidak, akan ada tindaklanjut dari Ansor Kudus untuk mendesak pemkab.

“Kami secara tegas mendesak penutupan tempat karaoke secara permanen. Bukan sementara,” katanya.

Sebab bila itu dibiarkan akan terus berlarut. Terlebih pemkab dan forkopimda dinilai tegas menindak pedagang kaki lima hingga acara hajatan, dengan alasan Covid-19. Tetapi ironisnya pemerintah dinilai membiarkan menjamur dan beroperasinya tempat hiburan malam.

KUDUS – Ansor Kudus mengultimatum Pemkab Kudus untuk menutup semua tempat karaoke dan hiburan malam. Kemarin, Pemkab Kudus bersama Satpol PP, Kodim, dan Polres Kudus menutup 18 kafe dan karaoke kemarin siang.

Bupati Kudus Hartopo mengaku tak bermaksud membiarkan kafe dan karaoke beroperasi. Sebab penyisiran telah dilakukan tim gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI hampir setiap malam. Namun, kafe karaoke tetap beroperasi dengan modus menggembok gerbang depan.

“Hari ini kami resmi menyegel tempat karaoke. Sebelumnya kami sudah memperingatkan mereka melanggar Perda. Tim gabungan sudah keliling tapi karaoke masih ‘kucing-kucingan’ sama petugas,” ucapnya.

Hartopo akan bekerja sama dengan PLN untuk memutus jaringan listrik di tempat-tempat karaoke. Penyegelan akan terus dilakukan tim gabungan terhadap tempat karaoke yang masih bandel beroperasi.

Ketua Ansor Kudus Dasa susila bakal terus mengawal masalah ini. Pihaknya juga sudah beraudiensi. Ada lima rekomendasi yang disampaikan secara langsung ke pemkab. Pertama mendesak Pemkab Kudus untuk  merealisasikan nilai-nilai religius dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan. Kedua, menghendaki agar forkopimda tegas dan jelas menindak kemaksiatan dan segala bentuk pelanggaran hukum.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi Anak di Kudus, Binda Jateng Gelar Vaksinasi Massal

“Ketiga mendesak Pemkab tegas menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2015. Keempat mengimbau pemkab agar melibatkan ormas kepemudaan dan masyarakat dalam pengambilan kebijakan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kelima mendesak pemkab  menutup karaoke di Kudus,” tambahnya.

Surat rekomendasi dan tuntutan itu sudah dilayangkan ke Pemkab Kudus dan diserahkan secara langsung kepada Bupati Kudus sejak (3/11) lalu. Terhitung tujuh hari pascapemberian surat itu, pemkab harus sudah menutup kafe dan karaoke. Bila tidak, akan ada tindaklanjut dari Ansor Kudus untuk mendesak pemkab.

“Kami secara tegas mendesak penutupan tempat karaoke secara permanen. Bukan sementara,” katanya.

Sebab bila itu dibiarkan akan terus berlarut. Terlebih pemkab dan forkopimda dinilai tegas menindak pedagang kaki lima hingga acara hajatan, dengan alasan Covid-19. Tetapi ironisnya pemerintah dinilai membiarkan menjamur dan beroperasinya tempat hiburan malam.

Most Read

Artikel Terbaru

/