alexametrics
29.9 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Hari Kedua, Antusiasme Pelatihan Jurnalistik Garap Tugas Pemateri

KUDUS – Pelatihan Jurnalistik Pemuda memasuki hari kedua, peserta sudah mulai mendapatkan tugas dari masing-masing pemateri. Ada yang mengidentifikasi berita feature, straight news (berita langsung) dan soft news (berita santai), kemudian membedakan foto A dengan foto lainnya dan sebagainya.

Mereka justru terlihat antusias dan semangat bisa menyelesaikan tugas dari pemateri. Salah satunya Malikah, mengatakan seru belajar pembuatan berita, jadi tahu klasifikasi penulisannya. Kemudian ada pembagian kelompok dan disuruh menjelaskan berita itu jenisnya apa serta diberikan penjelasannya.

”Kegiatannya tidak membosankan, karena ada praktik sehingga tidak monoton materi. Karena, kalau materi terus ya bosan, apalagi suasannya adem jadi ngantuk,” jelasnya.


Acara Pelatihan Jurnalistik Pemuda diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaharaga (Disdikpora) Kudus, yang bertempat di Hal kantor Jawa Pos Radar Kudus. Peserta usia 16 tahun keatas dan rata-rata dari kalangan pelajar.

Baca Juga :  Layanan Cath Lab RSUD Kudus Bisa Dinikmati Peserta BPJS Kesehatan

Kegiatan ini selama lima hari dan peserta sudah menjalani dua hari kemarin (9/11). Namun, semangat untuk mengikuti pelatihan jurnalistik tetap ada, terbukti dengan kehadiran mereka yang masih full.

Ditempat terpisah, kepala Disdikpora Harjuna Widada menyampaikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan, di antaranya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

”Ya berharap setelah pelatihan jurnalistik ini selesai, pemuda di Kudus paham pentingnya pemberitaan yang aktual dan tidak termakan pemberitaan hoaks. Kami berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Kudus yang ikut serta memberikan dukungan dan narasumber yang dipilih benar-benar berkompeten dibidangnya,” jelas Harjuna. (adv)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pelatihan Jurnalistik Pemuda memasuki hari kedua, peserta sudah mulai mendapatkan tugas dari masing-masing pemateri. Ada yang mengidentifikasi berita feature, straight news (berita langsung) dan soft news (berita santai), kemudian membedakan foto A dengan foto lainnya dan sebagainya.

Mereka justru terlihat antusias dan semangat bisa menyelesaikan tugas dari pemateri. Salah satunya Malikah, mengatakan seru belajar pembuatan berita, jadi tahu klasifikasi penulisannya. Kemudian ada pembagian kelompok dan disuruh menjelaskan berita itu jenisnya apa serta diberikan penjelasannya.

”Kegiatannya tidak membosankan, karena ada praktik sehingga tidak monoton materi. Karena, kalau materi terus ya bosan, apalagi suasannya adem jadi ngantuk,” jelasnya.

Acara Pelatihan Jurnalistik Pemuda diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaharaga (Disdikpora) Kudus, yang bertempat di Hal kantor Jawa Pos Radar Kudus. Peserta usia 16 tahun keatas dan rata-rata dari kalangan pelajar.

Baca Juga :  Modal Satu Miliar dari Pemprov Jateng Tak Mampu Kaver UMKM di Kudus

Kegiatan ini selama lima hari dan peserta sudah menjalani dua hari kemarin (9/11). Namun, semangat untuk mengikuti pelatihan jurnalistik tetap ada, terbukti dengan kehadiran mereka yang masih full.

Ditempat terpisah, kepala Disdikpora Harjuna Widada menyampaikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan, di antaranya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

”Ya berharap setelah pelatihan jurnalistik ini selesai, pemuda di Kudus paham pentingnya pemberitaan yang aktual dan tidak termakan pemberitaan hoaks. Kami berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Kudus yang ikut serta memberikan dukungan dan narasumber yang dipilih benar-benar berkompeten dibidangnya,” jelas Harjuna. (adv)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/