alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak di Kudus Ini Diberi Nama Jeglongan Sewu

KUDUS –  Warga Desa Gondosari melakukan aksi protes atas kerusakan jalan Kedungsari-Menawan turut Dukuh Punen. Aksi protes itu ditunjukkan dengan memasang banner di atas gapura jalan antar desa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi. Banner tersebut bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu Kedungsari, Punen RW 9”.

Nampak, kondisi aspal jalan di sana memang rusak parah. Aspal mengelupas dan jalan kini banyak dipenuhi batu krikil. Para pengguna jalan, ketika melintasi lokasi tersebut harus berjalan pelan. Bahkan, kerusakan jalan tersebut panjangnya hingga dua kilometer.


Salah satu pengguna jalan, Ulfa, 32 warga Menawan menyatakan, akses tersebut sering dilewatinya. Setiap hari ia melewati jalan tersebut hampir lima kali. Lantaran untuk kebutuhan mengantar dan menjemput anaknya sekolah sekaligus bekerja.

“Kalau lewat sini pelan-pelan, gak berani kenceng apalagi pas bonceng anak. Takut jatuh,” katanya.

Ulfa menambahkan, kondisi jalan tersebut dikeluhkannya. Lantaran, motornya pernah mengalami rusak ketika usai melintas di sana. “Harapannya segera diperbaiki, agar aksesnya mudah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Usia 15 Tahun Kini Sudah Bisa Mendapat Vaksin Covid-19

Sementara itu, Ketua RW 9 Suhartoyo menyebut, dirinya tidak tahu pasti terkait pemasangan banner tersebut. Menurut informasi, baner dipasang pada Selasa (9/8) sekitar pukul 07.30 WIB. Hanya saja, baner tersebut bagian dari bentuk protes warga terhadap kondisi jalan.

“Banner tersebut merupakan bagian bentuk protes warga, diambil positifnya agar jalan rusak itu segera ditangani,” harapnya.

Ia menambahkan, pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan rusak. Informasinya akan diperbaiki pada tahun ini.

Terpisah, Kepala Desa Kedungsari Sukoyo menyebut jalan tersebut statusnya milik kabupaten. Menghubungkan Desa Kedungsari ke Desa Menawan. Pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan kepada pemerintah daerah.

“Setiap Musrenbang sudah diusulkan perbaikan, panjang jalan sekitar dua kilometer menghubungkan Kedungsari-Menawan,” katanya.

Untuk usulan perbaikan jalan yang belum terealisasi berada di ruas Kedungsari-Sendang sepanjang dua kilometer. Sekaligus ruas Kedungsari-Menawan dua kilometer.

“Sudah kami usulkan perbaikannya, karena ada Covid-19 jadi sedikit terhambat,” ungkapnya. (gal/khim)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS –  Warga Desa Gondosari melakukan aksi protes atas kerusakan jalan Kedungsari-Menawan turut Dukuh Punen. Aksi protes itu ditunjukkan dengan memasang banner di atas gapura jalan antar desa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi. Banner tersebut bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu Kedungsari, Punen RW 9”.

Nampak, kondisi aspal jalan di sana memang rusak parah. Aspal mengelupas dan jalan kini banyak dipenuhi batu krikil. Para pengguna jalan, ketika melintasi lokasi tersebut harus berjalan pelan. Bahkan, kerusakan jalan tersebut panjangnya hingga dua kilometer.

Salah satu pengguna jalan, Ulfa, 32 warga Menawan menyatakan, akses tersebut sering dilewatinya. Setiap hari ia melewati jalan tersebut hampir lima kali. Lantaran untuk kebutuhan mengantar dan menjemput anaknya sekolah sekaligus bekerja.

“Kalau lewat sini pelan-pelan, gak berani kenceng apalagi pas bonceng anak. Takut jatuh,” katanya.

Ulfa menambahkan, kondisi jalan tersebut dikeluhkannya. Lantaran, motornya pernah mengalami rusak ketika usai melintas di sana. “Harapannya segera diperbaiki, agar aksesnya mudah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nyalakan Lampu Otomatis Nonstop, Satu Rumah di Kudus Hangus Terbakar

Sementara itu, Ketua RW 9 Suhartoyo menyebut, dirinya tidak tahu pasti terkait pemasangan banner tersebut. Menurut informasi, baner dipasang pada Selasa (9/8) sekitar pukul 07.30 WIB. Hanya saja, baner tersebut bagian dari bentuk protes warga terhadap kondisi jalan.

“Banner tersebut merupakan bagian bentuk protes warga, diambil positifnya agar jalan rusak itu segera ditangani,” harapnya.

Ia menambahkan, pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan rusak. Informasinya akan diperbaiki pada tahun ini.

Terpisah, Kepala Desa Kedungsari Sukoyo menyebut jalan tersebut statusnya milik kabupaten. Menghubungkan Desa Kedungsari ke Desa Menawan. Pihak desa telah mengusulkan perawatan jalan kepada pemerintah daerah.

“Setiap Musrenbang sudah diusulkan perbaikan, panjang jalan sekitar dua kilometer menghubungkan Kedungsari-Menawan,” katanya.

Untuk usulan perbaikan jalan yang belum terealisasi berada di ruas Kedungsari-Sendang sepanjang dua kilometer. Sekaligus ruas Kedungsari-Menawan dua kilometer.

“Sudah kami usulkan perbaikannya, karena ada Covid-19 jadi sedikit terhambat,” ungkapnya. (gal/khim)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru