alexametrics
25.5 C
Kudus
Monday, August 15, 2022

Pasar Hewan di Kudus Ditutup, Pedagang Nekat Berjualan di Luar Pagar

KUDUS – Pasar hewan Gulang telah ditetapkan pemerintah Kabupaten Kudus ditutup untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski begitu, para pedagang hewan masih nekat berjualan di area luar pasar hewan kemarin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, para pedagang kambing berjualan di area luar pasar. Mereka berderet sekitar 50 meteran. Hal serupa juga terjadi di seberang jalan Lingkar Timur.

Rata-rata pedagang di lokasi menjual kambing. Sementara tidak terlihat pedagang yang menjual sapi maupun kerbau.


Salah satu pedagang kambing asal Rembang, Fauzan mengungkapkan penutupan pasar hewan ini sangat merugikan. Sebab penjualan secara langsung di pasar lakunya lebih cepat.
”Pasar ditutup masih jualan, bawa kambing 15 ekor betina,” ungkapnya.

Untuk harga kambing betina, tergolong masih normal. Per ekornya kini masih sekitar Rp 4 juta.

Hal serupa diungkapkan oleh Malik pedagang hewan ternak asal Demak. Ia berharap pasar hewan segera dibuka. Pasalnya penjualan lebih efektif di pasar hewan.

Baca Juga :  Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Dukung Cover PBI JKN

”Kalau hewannya tidak dibawa ke pasar lakunya kurang begitu cepat,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini penjualan kambing masih normal. Sebab kambing jarang terkena PMK.

Terpisah, Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan belum mendapatkan laporan atas hal tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya meminta dinas perdagangan dan Satpol PP Kudus memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di lokasi.

”Kami sudah berapa melakukan antisipasi, dengan melakukan tracing, tracking, dan treatment. Tapi kami mengalami kendala terbatasnya jumlah SDM,” katanya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah daerah mengintruksikan dua pasar hewan di Kudus ditutup. Lokasinya di Pasar Hewan Gulang dan Jurang. Upaya tersebut untuk menanggulangi penyebaran PMK. Penutupan pasar mulai kemarin hingga Sabtu (19/6). (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pasar hewan Gulang telah ditetapkan pemerintah Kabupaten Kudus ditutup untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski begitu, para pedagang hewan masih nekat berjualan di area luar pasar hewan kemarin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan, para pedagang kambing berjualan di area luar pasar. Mereka berderet sekitar 50 meteran. Hal serupa juga terjadi di seberang jalan Lingkar Timur.

Rata-rata pedagang di lokasi menjual kambing. Sementara tidak terlihat pedagang yang menjual sapi maupun kerbau.

Salah satu pedagang kambing asal Rembang, Fauzan mengungkapkan penutupan pasar hewan ini sangat merugikan. Sebab penjualan secara langsung di pasar lakunya lebih cepat.
”Pasar ditutup masih jualan, bawa kambing 15 ekor betina,” ungkapnya.

Untuk harga kambing betina, tergolong masih normal. Per ekornya kini masih sekitar Rp 4 juta.

Hal serupa diungkapkan oleh Malik pedagang hewan ternak asal Demak. Ia berharap pasar hewan segera dibuka. Pasalnya penjualan lebih efektif di pasar hewan.

Baca Juga :  Kuatkan Konsolidasi, Zulhas Optimis PAN Tambah Kursi di Pileg 2024

”Kalau hewannya tidak dibawa ke pasar lakunya kurang begitu cepat,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini penjualan kambing masih normal. Sebab kambing jarang terkena PMK.

Terpisah, Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan belum mendapatkan laporan atas hal tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya meminta dinas perdagangan dan Satpol PP Kudus memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di lokasi.

”Kami sudah berapa melakukan antisipasi, dengan melakukan tracing, tracking, dan treatment. Tapi kami mengalami kendala terbatasnya jumlah SDM,” katanya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah daerah mengintruksikan dua pasar hewan di Kudus ditutup. Lokasinya di Pasar Hewan Gulang dan Jurang. Upaya tersebut untuk menanggulangi penyebaran PMK. Penutupan pasar mulai kemarin hingga Sabtu (19/6). (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/