alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Bupati Kudus Intruksikan Dinkes Kejar Deadline Kadaluarsa Vaksin

KUDUS Saat ini vaksinasi di Kudus dikejar target dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Mengingat vaksinasi yang disediakan, akan memasuki masa kedaluarsanya pada bulan ini. Bupati Kudus Hartopo meminta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan camat sebagai supervisor bergerak cepat.

Hartopo mengatakan, DKK dan camat harus secara intens melakukan konsolidasi dengan desa sebagai koordinator, supaya sentra atau mobilisasi vaksin yang akan kedaluarsa semua bisa disuntikkan. Pihaknya meminta camat dan seluruh jajaran, agar terus memacu percepatan vaksinasi hingga tingkat wilayah terkecil.

”Vaksin masa kedaluarsa Januari ini, segera disuntikkan. Kalau perlu petugas vaksinator langsung mendatangi rumah warga yang belum vaksin. Saya juga mengimbau agar vaksinasi yang tersisa dimaksimalkan penyalurannya, agar tak ada yang terlewat masa kadaluarsanya,” ungkapnya.


Ia menegaskan, kembali jangan sampai ada dosis vaksin yang tersisa hingga terlewat masa kedaluarsanya. Jadi, harus terus dipacu dalam upaya percepatan vaksinasi, sehingga dapat terbentuk herd immunity dalam masyarakat.

Baca Juga :  LPPM IAIN Kudus Paparkan RPKP Wisata Bukit Patiayam

Terpisah, Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo melalui Sub Koordinasi Survalen Imunisasi Aniq Fuad mengatakan, vaksin yang memiliki kedaluarsa Januari berjumlah 112 vaksin dan jenisnya Astra Zeneca (AZ).

”Makanya, ini langsung dikebut supaya tidak ada vaksin yang tersisa di bulan ini. Disuntikkan untuk umum. Lansia juga ada. Tapi, kalau untuk anak usia 6 sampai 11 tahun belum bisa. Ketentuannya menggunakan Sinovac,” jelasnya.

Untuk capaian vaksin saat ini, target 665.884 orang sudah ada 546.745 warga mendapatkan vaksin dosis I. Sementara dosis II baru ada 428.305 orang yang mendapatkan.

Aniq menambahkan, target tersebut di luar vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, karena memiliki target sendiri sebanyak 79.072.

”Untuk, dosis pertama vaksin anak sudah 41,48 persen dari total sasarannya 79.072 anak. Sementara vaksinasi lansia kini memang masih merangkak naik dengan capaian 61,55 persen di dosis pertama dan 45,53 persen pada dosis kedua,” imbuhnya.






Reporter: Indah Susanti

KUDUS Saat ini vaksinasi di Kudus dikejar target dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Mengingat vaksinasi yang disediakan, akan memasuki masa kedaluarsanya pada bulan ini. Bupati Kudus Hartopo meminta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan camat sebagai supervisor bergerak cepat.

Hartopo mengatakan, DKK dan camat harus secara intens melakukan konsolidasi dengan desa sebagai koordinator, supaya sentra atau mobilisasi vaksin yang akan kedaluarsa semua bisa disuntikkan. Pihaknya meminta camat dan seluruh jajaran, agar terus memacu percepatan vaksinasi hingga tingkat wilayah terkecil.

”Vaksin masa kedaluarsa Januari ini, segera disuntikkan. Kalau perlu petugas vaksinator langsung mendatangi rumah warga yang belum vaksin. Saya juga mengimbau agar vaksinasi yang tersisa dimaksimalkan penyalurannya, agar tak ada yang terlewat masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kembali jangan sampai ada dosis vaksin yang tersisa hingga terlewat masa kedaluarsanya. Jadi, harus terus dipacu dalam upaya percepatan vaksinasi, sehingga dapat terbentuk herd immunity dalam masyarakat.

Baca Juga :  Dihantam Motor Ngegas, Pintu Kaca UGD Puskesmas Gribig Kudus Berserakan

Terpisah, Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo melalui Sub Koordinasi Survalen Imunisasi Aniq Fuad mengatakan, vaksin yang memiliki kedaluarsa Januari berjumlah 112 vaksin dan jenisnya Astra Zeneca (AZ).

”Makanya, ini langsung dikebut supaya tidak ada vaksin yang tersisa di bulan ini. Disuntikkan untuk umum. Lansia juga ada. Tapi, kalau untuk anak usia 6 sampai 11 tahun belum bisa. Ketentuannya menggunakan Sinovac,” jelasnya.

Untuk capaian vaksin saat ini, target 665.884 orang sudah ada 546.745 warga mendapatkan vaksin dosis I. Sementara dosis II baru ada 428.305 orang yang mendapatkan.

Aniq menambahkan, target tersebut di luar vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, karena memiliki target sendiri sebanyak 79.072.

”Untuk, dosis pertama vaksin anak sudah 41,48 persen dari total sasarannya 79.072 anak. Sementara vaksinasi lansia kini memang masih merangkak naik dengan capaian 61,55 persen di dosis pertama dan 45,53 persen pada dosis kedua,” imbuhnya.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/