alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Harap Hati-hati, Maling Spesialis Rogoh Jok Kembali Beraksi di Kudus

KUDUS – Meski salah satu maling spesialis rogoh jok motor berhasil ditangkap Polres Kudus beberapa hari lalu, muncul kasus serupa di tempat yang sama. Seorang karyawan PT Pura Group kembali menjadi korban. Motornya yang terparkir menjadi sasaran pencurian dengan modus sejenis. Merogoh jok motor.

Kanit Reskrim Polsek Jati Aiptu Jansen menyebut kejadian terakhir yakni pada Minggu (7/11)  ketika pihaknya menerima laporan adanya tindak pencurian di kawasan parkiran motor PT Pura Group. Korban bernama Ari Muchtari warga Desa Kesambi, Mejobo, Kudus. Berstatus sebagai karyawan PT Pura Group Unit TSS.

Dari kasus tersebut Jansen merinci korban kehilangan satu unit handphone, uang tunai Rp 120 ribu, STNK dan kartu ATM. Barang-barang tersebut sebelumnya disimpan korban di dalam jok motornya yang diparkirkan di kawasan parkir PT Pura Group.


”Ini kami masih proses lidik. Sejumlah orang kami panggil untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

Penjaga parkir Suwandi, 44, menyebut sejak Agustus lalu hingga kini sudah ada 10 korban yang melapor. Pihaknya menyebut sulit mengawasi, sebab hanya ada tiga penjaga yang bertugas mengawasi lahan parkir seluas satu hektare. Dengan rata-rata ribuan kendaraan tiap harinya.

“Selain itu di sini tidak ada fasilitas CCTV. Sehingga membuat penjaga tak bisa mengcover semua area. Kami sebenarnya sudah mengajukan fasilitas CCTV kepada Pemdes Jati Wetan dan PT Pura selaku pengelola utama area parkir ini yang membawahi kami,” imbuhnya.

Terlebih pelaku yang telah ditangkap ternyata karyawan PT Pura sendiri. Sehingga membuat penjaga tak bisa memprediksi. Sebab tempat parkir itu memang tertutup bagi orang luar. Khusus karyawan PT Pura.

Baca Juga :  Kodim dan NU Care-LazisNU Kudus Serahkan Santunan untuk Anak Yatim

Sebelumnya Polres Kudus berhasil menangkap satu pelaku pencurian di lokasi parkir PT Pura Barutama. Pelaku merupakan karyawan outsoursing. Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyebut pelaku mengaku beberapa kali beraksi.

Dari beberapa kali beraksi itu tersangka atas nama Akhmad Saiful, 31, warga RT 3/RW III, Desa Temulus, Mejobo, berhasil menggasak handphone hingga uang tunai. Salah satu korban Muhammad Dwi Yulianto, 18, warga RT 3/RW IV, Desa Peganjaran, Bae, Kudus.

”Tetapi dari beberapa kali aksinya itu hanya ada dua barang bukti yang tersisa. Sementara lainya sudah dijual,” terangnya.

AKP Agustinus David menyebut menerima laporan pertama terkait kasus itu yakni pada (16/8). Bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian di area parkiran PT Pura Barutama.

”Kronologisnya korban atas nama Muhammad Dwi Yulianto yang merupakan karyawan setempat sekitar pukul 07.00 menaruh satu tas di jok motor. Itu berisi uang tunai dan telepon genggam,” katanya

Tetapi saat jam pulang kerja sekitar pukul 16.00. Korban mengecek jok, ternyata hp dan uang tunai hilang. Total kerugian mencapai Rp 4.400.000.

Sementara untuk kronologi pengungkapan, polres Kudus berhasil menangkap tersangka di rumahnya. Tanpa perlawanan. Dan pelaku mengakui perbuatannya itu.

”Sebagaimana pasal 363 KUHP, barangsiapa mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang itu, dengan melawan hak, maka diancam hukuman 7 tahun penjara,” imbuhnya.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Meski salah satu maling spesialis rogoh jok motor berhasil ditangkap Polres Kudus beberapa hari lalu, muncul kasus serupa di tempat yang sama. Seorang karyawan PT Pura Group kembali menjadi korban. Motornya yang terparkir menjadi sasaran pencurian dengan modus sejenis. Merogoh jok motor.

Kanit Reskrim Polsek Jati Aiptu Jansen menyebut kejadian terakhir yakni pada Minggu (7/11)  ketika pihaknya menerima laporan adanya tindak pencurian di kawasan parkiran motor PT Pura Group. Korban bernama Ari Muchtari warga Desa Kesambi, Mejobo, Kudus. Berstatus sebagai karyawan PT Pura Group Unit TSS.

Dari kasus tersebut Jansen merinci korban kehilangan satu unit handphone, uang tunai Rp 120 ribu, STNK dan kartu ATM. Barang-barang tersebut sebelumnya disimpan korban di dalam jok motornya yang diparkirkan di kawasan parkir PT Pura Group.

”Ini kami masih proses lidik. Sejumlah orang kami panggil untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

Penjaga parkir Suwandi, 44, menyebut sejak Agustus lalu hingga kini sudah ada 10 korban yang melapor. Pihaknya menyebut sulit mengawasi, sebab hanya ada tiga penjaga yang bertugas mengawasi lahan parkir seluas satu hektare. Dengan rata-rata ribuan kendaraan tiap harinya.

“Selain itu di sini tidak ada fasilitas CCTV. Sehingga membuat penjaga tak bisa mengcover semua area. Kami sebenarnya sudah mengajukan fasilitas CCTV kepada Pemdes Jati Wetan dan PT Pura selaku pengelola utama area parkir ini yang membawahi kami,” imbuhnya.

Terlebih pelaku yang telah ditangkap ternyata karyawan PT Pura sendiri. Sehingga membuat penjaga tak bisa memprediksi. Sebab tempat parkir itu memang tertutup bagi orang luar. Khusus karyawan PT Pura.

Baca Juga :  Tak Keluar Dua Hari, Dukun Pijat di Kudus Ditemukan Membusuk di Rumah

Sebelumnya Polres Kudus berhasil menangkap satu pelaku pencurian di lokasi parkir PT Pura Barutama. Pelaku merupakan karyawan outsoursing. Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyebut pelaku mengaku beberapa kali beraksi.

Dari beberapa kali beraksi itu tersangka atas nama Akhmad Saiful, 31, warga RT 3/RW III, Desa Temulus, Mejobo, berhasil menggasak handphone hingga uang tunai. Salah satu korban Muhammad Dwi Yulianto, 18, warga RT 3/RW IV, Desa Peganjaran, Bae, Kudus.

”Tetapi dari beberapa kali aksinya itu hanya ada dua barang bukti yang tersisa. Sementara lainya sudah dijual,” terangnya.

AKP Agustinus David menyebut menerima laporan pertama terkait kasus itu yakni pada (16/8). Bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian di area parkiran PT Pura Barutama.

”Kronologisnya korban atas nama Muhammad Dwi Yulianto yang merupakan karyawan setempat sekitar pukul 07.00 menaruh satu tas di jok motor. Itu berisi uang tunai dan telepon genggam,” katanya

Tetapi saat jam pulang kerja sekitar pukul 16.00. Korban mengecek jok, ternyata hp dan uang tunai hilang. Total kerugian mencapai Rp 4.400.000.

Sementara untuk kronologi pengungkapan, polres Kudus berhasil menangkap tersangka di rumahnya. Tanpa perlawanan. Dan pelaku mengakui perbuatannya itu.

”Sebagaimana pasal 363 KUHP, barangsiapa mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang itu, dengan melawan hak, maka diancam hukuman 7 tahun penjara,” imbuhnya.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/