alexametrics
27.9 C
Kudus
Monday, August 15, 2022

Sempat Tinggal di Gubuk Reot Seorang Diri, Nenek Atemi Dibawa ke Panti Lansia Potroyudan Jepara

KUDUS – Lima hari Mbah Atemi warga RT 3RW 1, Desa Garung Lor dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Nenek berusia 67 tahun itu menjalani pengobatan dan dinyatakan sehat. Namun, Mbah Atemi tak kembali lagi ke gubuk yang terbuat dari karung plastik goni, tetapi dibawa ke Panti Lansia Protoyudan, Jepara.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan saat menjenguk Mbah Atemi di RSI Sunan Kudus kemarin (7/6) mengatakan, Mbah Atemi langsung dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Lansia Potroyudan, Jepara. Sebab, sampai saat ini tidak ada keluarga yang menjemput.

“Alhamdulillah, Mbah Atemi sudah dinyatakan sembuh. Hari ini (red kemarin), langsung kami fasilitasi menuju Panti Lansia Potroyudan,” jelasnya.


Satria mengaku, upaya mengembalikan Mbah Atemi kepada keluarganya sudah ditempuh. Namun, belum ada respon yang cukup bagus. Keputusan membawa ke panti lansia agar Mbah Atemi dapat dirawat dengan baik dan tempat huni yang layak.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Kudus Gandeng Kejaksaan, Sosialisasikan Pencegahan Kecurangan JKN

“Ya, upaya ini agar Mbah Atemi mendapatkan perawatan terbaik dan huni yang layak. Jangan sampai kembali seperti sebelumnya,” katanya.

Selain itu, kepedulian dan perhatian Pemerintah Kecamatan Kaliwungu kepada warganya bentuk negara hadir di tengah-tengah problematika masyarakat.

Satria menegaskan, seluruh jajarannya selalu siap untuk membantu warganya. “Sudah menjadi tugas kami membantu warga, jangan sungkan untuk melapor ke kami kalau ada warga yang masih butuh bantuan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mbah Atemi hidup seorang diri di gubuk yang tak layak huni. Dia sakit dan sempat menjadi bahan perbincangan di media sosial (Medsos) beberapa waktu yang lalu. Kemudian, Mbah Atemi mendapatkan perawatan di RSI dan difasilitasi juga bantuan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan mendapat tempat yang layak di Panti Lansia Potroyudan, Jepara. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Lima hari Mbah Atemi warga RT 3RW 1, Desa Garung Lor dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Nenek berusia 67 tahun itu menjalani pengobatan dan dinyatakan sehat. Namun, Mbah Atemi tak kembali lagi ke gubuk yang terbuat dari karung plastik goni, tetapi dibawa ke Panti Lansia Protoyudan, Jepara.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan saat menjenguk Mbah Atemi di RSI Sunan Kudus kemarin (7/6) mengatakan, Mbah Atemi langsung dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Lansia Potroyudan, Jepara. Sebab, sampai saat ini tidak ada keluarga yang menjemput.

“Alhamdulillah, Mbah Atemi sudah dinyatakan sembuh. Hari ini (red kemarin), langsung kami fasilitasi menuju Panti Lansia Potroyudan,” jelasnya.

Satria mengaku, upaya mengembalikan Mbah Atemi kepada keluarganya sudah ditempuh. Namun, belum ada respon yang cukup bagus. Keputusan membawa ke panti lansia agar Mbah Atemi dapat dirawat dengan baik dan tempat huni yang layak.

Baca Juga :  Kick Off Peringatan Satu Abad NU di Kudus Digelar di Dua Lokasi

“Ya, upaya ini agar Mbah Atemi mendapatkan perawatan terbaik dan huni yang layak. Jangan sampai kembali seperti sebelumnya,” katanya.

Selain itu, kepedulian dan perhatian Pemerintah Kecamatan Kaliwungu kepada warganya bentuk negara hadir di tengah-tengah problematika masyarakat.

Satria menegaskan, seluruh jajarannya selalu siap untuk membantu warganya. “Sudah menjadi tugas kami membantu warga, jangan sungkan untuk melapor ke kami kalau ada warga yang masih butuh bantuan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mbah Atemi hidup seorang diri di gubuk yang tak layak huni. Dia sakit dan sempat menjadi bahan perbincangan di media sosial (Medsos) beberapa waktu yang lalu. Kemudian, Mbah Atemi mendapatkan perawatan di RSI dan difasilitasi juga bantuan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan mendapat tempat yang layak di Panti Lansia Potroyudan, Jepara. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/