alexametrics
26 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Dilanda Hujan Disertai Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kudus Rusak

KUDUS – Hujan disertai angin terjadi di Desa Setrokalangan pada Senin (6/6) sore. Akibatnya, genting dan atap rumah serta lahan pertanian warga tersapu angin kencang. Kerugian ditaksir Rp 20 juta

Dari pantauan kemarin, rumah seorang warga Suroso, 42 di RW 2 belum diperbaiki. Sebenarnya pemilik rumah sudah ditawari relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus untuk membetulkan genting.

“Saya khawatir kalau ambrol, karena usuk kayu sudah lapuk dan membahayakan ketika dibetulkan. Jadi saat ini masih dibiarkan dulu,” katanya.


Saat hujan disertai angin kencang itu, dia beserta anaknya sedang istirahat di rumah. Sontak angin yang kencang tersebut membuat gentingnya turun. Dari kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun luka, ditaksir oleh Suroso kerugian mencapai Rp 200 ribu.

Sementara, kondisi di lahan pertanian warga sebagian tanaman lombok tersapu oleh angin. Rata-rata lombok tersebut siap dipanen.

“Panen sekarang sulit, karena faktor cuaca. Padahal musim kemarau masih hujan. Apalagi kemarin ada angin kencang lombok pada jatuh,” kata salah seorang petani M. Rohman, 52.
Saat ini harga lombok tengah melambung. Harga jual dari petani Rp 45 ribu per kilogram. Sementara di pasar sekitar Rp 60 ribu-an.

Baca Juga :  Pertahankan Fitrah Anak Belajar dan Bermain

Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono menyatakan hujan disertai angin kencang itu terjadi pada pukul 17.15 atau hendak Magrib. Kejadian itu setidaknya 25 rumah warga atapnya tersapu angin.

“Kejadian ini melanda di RW 1 dan 2, sekitar 24 rumah warga terdampak,” katanya.
Peristiwa angin kencang tersebut, membuat genteng rumah warga rontok. Paling parah terjadi di RW 2. Atap dapur milik seorang warga ikut tersapu angin. Akibatnya atap tersebut menimpa rumah tetangga sekitarnya.

Dari pendataan Pemdes Setrokalangan dipastikan tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian materi. “Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” katanya.

Sementaraa itu, saat ini warga sekitar sedang membersihkan puing-puing bangunan yang disapu angin kencang. Sekaligus dibantu oleh relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. “Kami menunggu bantuan BPBD yang akan menyalurkan genting. Ini masih menunggu,” jelasnya.

Plt Kepala BPBD Kudus Rinardi Budiyanto menyatakan pihaknya telah mengirimkan logistik ke lokasi bencana.

Dari kerugian diperkirakan Kurang lebih 1000 genteng, 40 buah asbes, 10 lembar galvalum atau jika ditaksir nilainya 20 juta.

“Penanganan kerja bakti bersama dengan warga dan relawan untuk pembenahan atap rumah,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Hujan disertai angin terjadi di Desa Setrokalangan pada Senin (6/6) sore. Akibatnya, genting dan atap rumah serta lahan pertanian warga tersapu angin kencang. Kerugian ditaksir Rp 20 juta

Dari pantauan kemarin, rumah seorang warga Suroso, 42 di RW 2 belum diperbaiki. Sebenarnya pemilik rumah sudah ditawari relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus untuk membetulkan genting.

“Saya khawatir kalau ambrol, karena usuk kayu sudah lapuk dan membahayakan ketika dibetulkan. Jadi saat ini masih dibiarkan dulu,” katanya.

Saat hujan disertai angin kencang itu, dia beserta anaknya sedang istirahat di rumah. Sontak angin yang kencang tersebut membuat gentingnya turun. Dari kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun luka, ditaksir oleh Suroso kerugian mencapai Rp 200 ribu.

Sementara, kondisi di lahan pertanian warga sebagian tanaman lombok tersapu oleh angin. Rata-rata lombok tersebut siap dipanen.

“Panen sekarang sulit, karena faktor cuaca. Padahal musim kemarau masih hujan. Apalagi kemarin ada angin kencang lombok pada jatuh,” kata salah seorang petani M. Rohman, 52.
Saat ini harga lombok tengah melambung. Harga jual dari petani Rp 45 ribu per kilogram. Sementara di pasar sekitar Rp 60 ribu-an.

Baca Juga :  PPSDS Pendowo Kudus Jadi Pionir Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono menyatakan hujan disertai angin kencang itu terjadi pada pukul 17.15 atau hendak Magrib. Kejadian itu setidaknya 25 rumah warga atapnya tersapu angin.

“Kejadian ini melanda di RW 1 dan 2, sekitar 24 rumah warga terdampak,” katanya.
Peristiwa angin kencang tersebut, membuat genteng rumah warga rontok. Paling parah terjadi di RW 2. Atap dapur milik seorang warga ikut tersapu angin. Akibatnya atap tersebut menimpa rumah tetangga sekitarnya.

Dari pendataan Pemdes Setrokalangan dipastikan tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian materi. “Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” katanya.

Sementaraa itu, saat ini warga sekitar sedang membersihkan puing-puing bangunan yang disapu angin kencang. Sekaligus dibantu oleh relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. “Kami menunggu bantuan BPBD yang akan menyalurkan genting. Ini masih menunggu,” jelasnya.

Plt Kepala BPBD Kudus Rinardi Budiyanto menyatakan pihaknya telah mengirimkan logistik ke lokasi bencana.

Dari kerugian diperkirakan Kurang lebih 1000 genteng, 40 buah asbes, 10 lembar galvalum atau jika ditaksir nilainya 20 juta.

“Penanganan kerja bakti bersama dengan warga dan relawan untuk pembenahan atap rumah,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/