alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

BPJS Kesehatan Kudus Klaim Tunggakan Rp 253 Miliar Lunas

KUDUS – Selama Januari sampai Maret 2022 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehataan Kudus mengklaim telah membayarkan biaya JKN-KIS aktif kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kudus, Jepara dan Grobogan sebesar Rp 253 miliar. Pembayaran terdiri dari biaya kapitasi dan non kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebesar Rp 45,9 miliar dan pembayaran biaya klaim pelayanan kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yakni rumah sakit sebesar Rp 207,5 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Kudus Agustian Fardianto mengatakan saat ini menerima pengajuan uang muka pelayanan kesehatan dari FKRTL, maksimal 40 persen dari total pengajuan tagihan klaim bulan berjalan.

Hal ini untuk menjaga sustainibilitas kondisi finansial faskes, sehingga kualitas pelayanan kepada Peserta JKN-KIS juga tetap terjaga. Pada tahun ini juga telah dikerjasamakan pelayanan katerisasi jantung (cath lab) di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Baca Juga :  Anggaran Prioritas Tetap Jalan, Sepuluh Sekolah di Kudus OTW Direnovasi

”Dalam hal menjaga kualitas pelayanan bersama faskes, BPJS Kesehatan tidak sendiri. Bersama Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, dan Asosiasi Fasilitas Kesehatan, BPJS Kesehatan membentuk tim kendali mutu dan kendali biaya,” ungkapnya.

Saat ini BPJS Kesehatan Kudus mengembangkan inovasi internal berupa visualisasi data Kepesertaan dan Fasilitas Kesehatan Terpadu berbasis Peta Digital untuk memudahkan upaya perluasan kepesertaan dan pemerataan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan bersama peserta JKN-KIS.

Dia mengatakan, ada program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab). Program ini menjadi solusi dan cara mudah membayar tunggakan iuran JKN-KIS. Karena, proses pembayarannya mudah dan cicilan yang ringan. Dengan program ini status kepesertaan jadi aktif kembali untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Upaya BPJS Kesehatan untuk meningkatkan layanan kepada seluruh peserta JKN-KIS selalu dilakukan dengan kemudahan proses pendaftaran, perubahan data, pembayaran iuran, dan pelayanan informasi serta pengaduan. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Selama Januari sampai Maret 2022 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehataan Kudus mengklaim telah membayarkan biaya JKN-KIS aktif kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kudus, Jepara dan Grobogan sebesar Rp 253 miliar. Pembayaran terdiri dari biaya kapitasi dan non kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebesar Rp 45,9 miliar dan pembayaran biaya klaim pelayanan kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yakni rumah sakit sebesar Rp 207,5 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Kudus Agustian Fardianto mengatakan saat ini menerima pengajuan uang muka pelayanan kesehatan dari FKRTL, maksimal 40 persen dari total pengajuan tagihan klaim bulan berjalan.

Hal ini untuk menjaga sustainibilitas kondisi finansial faskes, sehingga kualitas pelayanan kepada Peserta JKN-KIS juga tetap terjaga. Pada tahun ini juga telah dikerjasamakan pelayanan katerisasi jantung (cath lab) di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Baca Juga :  Disbudpar Kudus Minta Pengelola Wisata Awasi Pengunjung agar Taat Prokes

”Dalam hal menjaga kualitas pelayanan bersama faskes, BPJS Kesehatan tidak sendiri. Bersama Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, dan Asosiasi Fasilitas Kesehatan, BPJS Kesehatan membentuk tim kendali mutu dan kendali biaya,” ungkapnya.

Saat ini BPJS Kesehatan Kudus mengembangkan inovasi internal berupa visualisasi data Kepesertaan dan Fasilitas Kesehatan Terpadu berbasis Peta Digital untuk memudahkan upaya perluasan kepesertaan dan pemerataan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan bersama peserta JKN-KIS.

Dia mengatakan, ada program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab). Program ini menjadi solusi dan cara mudah membayar tunggakan iuran JKN-KIS. Karena, proses pembayarannya mudah dan cicilan yang ringan. Dengan program ini status kepesertaan jadi aktif kembali untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Upaya BPJS Kesehatan untuk meningkatkan layanan kepada seluruh peserta JKN-KIS selalu dilakukan dengan kemudahan proses pendaftaran, perubahan data, pembayaran iuran, dan pelayanan informasi serta pengaduan. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/