alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga di Kudus Pasang Penanda Kayu di Jalan Rusak

KUDUS – Rusak setahun, lubang-lubang di pertigaan Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, akhirnya diberi kayu. Itu dilakukan karena tidak kunjung diperbaiki dan untuk keamanan pengendara yang melewati jalan tersebut.

Kepala Desa Samirejo Awang Indra Kusuma mengatakan itu jalan kabupaten. Karena rusak dan membahayakan pengendara, warga setempat menancapkan kayu dan bambu, dan membentangkan sebuah banner yang sudah tidak terpakai sebagai penanda agar pengendara tidak melewati lokasi kerusakan.

Berdasarkan pantauan, jalan rusak tersebut ada dua ruas melingkar, retak, dan tengahnya ambles. Di salah satu titik juga terlihat ditutup dengan pembatas jalan (warna oranye) untuk menghindari kemungkinan kecelakaan. Setiap ada pengendara yang melintas, mereka memelankan laju kendaraannya. Sesekali ada juga yang sampai berhenti.

Baca Juga :  Kronologi Kebakaran Pasar Kliwon Versi BRI Kudus

“Rusaknya memang sudah setahun ini. Mula-mula kerusakan kecil. Lama-lama jadi melebar, hingga berlubang. Diberi tanda tersebut karena banyak yang jatuh akibat jalan rusak tersebut,” katanya.

Dia mengaku, kerusakan itu sebelumnya sudah pernah ditinjau Bupati Kudus, Ketua DRPD Kudus, dan Camat Dawe saat ada sosialisasi cukai di Desa Samirejo. “Responnya dulu tentu saja menunggu anggaran, dari Dinas PUPR juga belum tahu. Dulu juga pernah saya lakukan penindakan cor, tetapi percuma,” tambahnya.

Dia mengatakan, perbaikan jalan itu juga pernah diusulkan di musyawarah rencana pembangunan kecamatan (Musrenbangcam). “Pada 2022 ini akan kami ajukan kembali, karena mau tidak mau jalan itu harus dibenahi,” ujarnya. (ark/mal)

KUDUS – Rusak setahun, lubang-lubang di pertigaan Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, akhirnya diberi kayu. Itu dilakukan karena tidak kunjung diperbaiki dan untuk keamanan pengendara yang melewati jalan tersebut.

Kepala Desa Samirejo Awang Indra Kusuma mengatakan itu jalan kabupaten. Karena rusak dan membahayakan pengendara, warga setempat menancapkan kayu dan bambu, dan membentangkan sebuah banner yang sudah tidak terpakai sebagai penanda agar pengendara tidak melewati lokasi kerusakan.

Berdasarkan pantauan, jalan rusak tersebut ada dua ruas melingkar, retak, dan tengahnya ambles. Di salah satu titik juga terlihat ditutup dengan pembatas jalan (warna oranye) untuk menghindari kemungkinan kecelakaan. Setiap ada pengendara yang melintas, mereka memelankan laju kendaraannya. Sesekali ada juga yang sampai berhenti.

Baca Juga :  Kronologi Kebakaran Pasar Kliwon Versi BRI Kudus

“Rusaknya memang sudah setahun ini. Mula-mula kerusakan kecil. Lama-lama jadi melebar, hingga berlubang. Diberi tanda tersebut karena banyak yang jatuh akibat jalan rusak tersebut,” katanya.

Dia mengaku, kerusakan itu sebelumnya sudah pernah ditinjau Bupati Kudus, Ketua DRPD Kudus, dan Camat Dawe saat ada sosialisasi cukai di Desa Samirejo. “Responnya dulu tentu saja menunggu anggaran, dari Dinas PUPR juga belum tahu. Dulu juga pernah saya lakukan penindakan cor, tetapi percuma,” tambahnya.

Dia mengatakan, perbaikan jalan itu juga pernah diusulkan di musyawarah rencana pembangunan kecamatan (Musrenbangcam). “Pada 2022 ini akan kami ajukan kembali, karena mau tidak mau jalan itu harus dibenahi,” ujarnya. (ark/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/