alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Resmi Dipailitkan, Aset Koperasi Simpan Pinjam GMG di Kudus Segera Disita

KUDUS – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) resmi dipailitkan. Ini sesuai keputusan majelis hakim di Pengadilan Niaga Semarang pada Pengadilan Negeri Semarang yang disampaikan kemarin.

Putusan ini, menyusul kompaknya para kreditor yang menolak proposal perdamaian yang diajukan GMG. Dalam sidang perkara No 28/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Teguh Santoso, kuasa hukum dari kreditor yang mewakili enam nasabah dengan total nilai kerugian mencapai Rp 1 miliar menjelaskan, dengan putusan majelis yang memailitkan GMG ini, maka akan ada penyitaan umum atas aset-aset yang dimiliki GMG. Ini berdasarkan Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan dan PKPU), bahwa koperasi atau debitor yang dinyatakan pailit, akan diterapkan sita umum atas semua kekayaan debitor atau koperasi tersebut.


”Terkait penyitaan ini, pengurusan dan pemberesannya dilakukan kurator di bawah pengawasan hakim pengawas, sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut,” terangnya.

Yusuf Istanto, Kuasa Hukum 15 Nasabah GMG (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Putusan majelis ini, sesuai dengan kesepakatan para kreditor yang dalam rapat pembahasan rencana perdamaian ke-6 dan pemungutan suara pada Selasa (4/1), secara aklamasi kompak menolak pengajukan proposal perdamaian. Dengan begitu, para kreditor mendorong agar GMG dipailitkan.

Penolakan itu cukup berdasar, karena tawaran dari GMG dinilai tak masuk akal. Sebab, dijanjikan jika pengembalian memakan waktu sampai delapan tahun. Padahal para nasabah sempat dijanjikan pengembalian dana dalam rentang setahun pada audiensi sebelumnya.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Kudus Desak Dinas PUPR segera Perbaiki Jalan Rusak

Semula nama KSP GMG mencuat setelah dianggap tidak mampu mengembalikan dana kreditur (nasabah atau anggota) koperasi yang semula tersimpan. Usai adanya problem itu, akhirnya para kreditur menuntut pengembalian uang dengan menempuh jalur penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Semarang.

Kuasa hukum beberapa nasabah GMG lain, Yusuf Istanto menyebut, langkah tersebut diambil menyusul tidak ada kepastian dari GMG terkait pengembalian dana tabungan anggota. Total ada 15 nasabah GMG yang dia advokasi. Mereka mengaku mengalami kerugian hingga Rp 13 milar.

”Kami berupaya menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang untuk menuntut hak para klien kami. Yakni dengan mendorong koperasi itu dipailitkan saja. Sebab, memang sejauh ini tak ada ikhitad baik,” tambahnya.

Sementara sampai sejauh ini, belum diketahui apakah pihak KSP GMG akan mengajukan keberatan atas putusan itu. Sebab, hingga kini owner GMG Alfi Hidayat tetap tidak bisa dihubungi. Nomor Whatshapp (WA) dan telepon yang bersangkutan tidak aktif. (lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) resmi dipailitkan. Ini sesuai keputusan majelis hakim di Pengadilan Niaga Semarang pada Pengadilan Negeri Semarang yang disampaikan kemarin.

Putusan ini, menyusul kompaknya para kreditor yang menolak proposal perdamaian yang diajukan GMG. Dalam sidang perkara No 28/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Teguh Santoso, kuasa hukum dari kreditor yang mewakili enam nasabah dengan total nilai kerugian mencapai Rp 1 miliar menjelaskan, dengan putusan majelis yang memailitkan GMG ini, maka akan ada penyitaan umum atas aset-aset yang dimiliki GMG. Ini berdasarkan Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan dan PKPU), bahwa koperasi atau debitor yang dinyatakan pailit, akan diterapkan sita umum atas semua kekayaan debitor atau koperasi tersebut.

”Terkait penyitaan ini, pengurusan dan pemberesannya dilakukan kurator di bawah pengawasan hakim pengawas, sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut,” terangnya.

Yusuf Istanto, Kuasa Hukum 15 Nasabah GMG (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Putusan majelis ini, sesuai dengan kesepakatan para kreditor yang dalam rapat pembahasan rencana perdamaian ke-6 dan pemungutan suara pada Selasa (4/1), secara aklamasi kompak menolak pengajukan proposal perdamaian. Dengan begitu, para kreditor mendorong agar GMG dipailitkan.

Penolakan itu cukup berdasar, karena tawaran dari GMG dinilai tak masuk akal. Sebab, dijanjikan jika pengembalian memakan waktu sampai delapan tahun. Padahal para nasabah sempat dijanjikan pengembalian dana dalam rentang setahun pada audiensi sebelumnya.

Baca Juga :  Polemik Tower Berlanjut, Warga Mijen Kudus Gugat ke PTUN

Semula nama KSP GMG mencuat setelah dianggap tidak mampu mengembalikan dana kreditur (nasabah atau anggota) koperasi yang semula tersimpan. Usai adanya problem itu, akhirnya para kreditur menuntut pengembalian uang dengan menempuh jalur penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Semarang.

Kuasa hukum beberapa nasabah GMG lain, Yusuf Istanto menyebut, langkah tersebut diambil menyusul tidak ada kepastian dari GMG terkait pengembalian dana tabungan anggota. Total ada 15 nasabah GMG yang dia advokasi. Mereka mengaku mengalami kerugian hingga Rp 13 milar.

”Kami berupaya menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang untuk menuntut hak para klien kami. Yakni dengan mendorong koperasi itu dipailitkan saja. Sebab, memang sejauh ini tak ada ikhitad baik,” tambahnya.

Sementara sampai sejauh ini, belum diketahui apakah pihak KSP GMG akan mengajukan keberatan atas putusan itu. Sebab, hingga kini owner GMG Alfi Hidayat tetap tidak bisa dihubungi. Nomor Whatshapp (WA) dan telepon yang bersangkutan tidak aktif. (lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/