alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Tak Dipungut Biaya, Izin Usaha Rokok Legal Terbit Tiga Hari

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus memberikan kemuduhan bagi pengusaha rokok untuk mendaftarkan produknya menjadi legal. Langkah ini diperuntukkan untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi  KPPBC Tipe Madya Kudus Dwi Prasetyo Rini mengatakan dalam kepengurusan pendaftaran izin usaha rokok legal pihaknya tak memungut biaya sepeserpun.

Dalam tahapannya, Rini menjelaskan pelaku usaha rokok pertamakali harus mempunyai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Untuk memiliki persyaratan ini bisa datang ke Kantor KPPBC Tipe Madya Kudus.


Sebelum mengajukan NPPBKC, wajib terlebih dahulu mempunyai Nomor induk berusaha (NIB) dan memiliki izin usaha industri yang didapatkan di Dinas Penanaman Modal Perizinan  Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus.

”Langkah pertama mengajukan pemeriksaan lokasi usaha. Pelampirannya denah di dalam lokasi dan sekitar lokasi usaha,” terangnya.

Setelah mengajukan pemeriksaan usaha, tim KPPBC Tipe Madya Kudus akan melakukan tinjaun ke lokasi usaha. Saat pemeriksaan tim memastikan lokasi usaha bukan rumah yang ditinggali. Lokasi dapat dilalui jalan umum, sekaligus memiliki bangunan yang diperuntukkan untuk tempat penyimpanan. Tempat tersebut juga sesuai dengan perentukkannya.

Baca Juga :  Masih Sepi Peminat, SMP di Kudus Siagakan Petugas Konsultasi PPDB

Terkait luasan lokasi usaha, sesuai dengan persyaratan pabrik hasil tembakau minimal besarnya 200 meter persegi.

”Jika hasilnya sesuai dengan syarat pemeriksaan Bea Cukai akan menerbitkan berita acara pemeriksaan lokasi, berlakunya hingga tiga bulan,” jelasnya.

Untuk tahapan selanjutnya pengusaha boleh mengajukan penerbitan NPPBKC. Adapun syaratnya, melampirkan BAP, salinan NIB, daftar mesin yang hendak dipakai, dan daftar penyalur.

Jika syarat itu terkumpul, cukup tinggal menunggu tiga hari saja makan NPPBKC akan terbit. Pengusaha rokok diharapkan setelah itu memasang papan nama tanda perusahaan.

Pihaknya mencatat, pada tahun 2020 ada sebanyak 17 pengusaha yang mengajukan izin. Sedangkan pada tahun 2021 ada sebanyak 11 perusahaan.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus memberikan kemuduhan bagi pengusaha rokok untuk mendaftarkan produknya menjadi legal. Langkah ini diperuntukkan untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi  KPPBC Tipe Madya Kudus Dwi Prasetyo Rini mengatakan dalam kepengurusan pendaftaran izin usaha rokok legal pihaknya tak memungut biaya sepeserpun.

Dalam tahapannya, Rini menjelaskan pelaku usaha rokok pertamakali harus mempunyai Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Untuk memiliki persyaratan ini bisa datang ke Kantor KPPBC Tipe Madya Kudus.

Sebelum mengajukan NPPBKC, wajib terlebih dahulu mempunyai Nomor induk berusaha (NIB) dan memiliki izin usaha industri yang didapatkan di Dinas Penanaman Modal Perizinan  Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus.

”Langkah pertama mengajukan pemeriksaan lokasi usaha. Pelampirannya denah di dalam lokasi dan sekitar lokasi usaha,” terangnya.

Setelah mengajukan pemeriksaan usaha, tim KPPBC Tipe Madya Kudus akan melakukan tinjaun ke lokasi usaha. Saat pemeriksaan tim memastikan lokasi usaha bukan rumah yang ditinggali. Lokasi dapat dilalui jalan umum, sekaligus memiliki bangunan yang diperuntukkan untuk tempat penyimpanan. Tempat tersebut juga sesuai dengan perentukkannya.

Baca Juga :  Jual Pertalite Pakai Jeriken, SPBU Matahari Kudus Disanksi Pertamina Tak Dijatah Pertalite 2 Pekan

Terkait luasan lokasi usaha, sesuai dengan persyaratan pabrik hasil tembakau minimal besarnya 200 meter persegi.

”Jika hasilnya sesuai dengan syarat pemeriksaan Bea Cukai akan menerbitkan berita acara pemeriksaan lokasi, berlakunya hingga tiga bulan,” jelasnya.

Untuk tahapan selanjutnya pengusaha boleh mengajukan penerbitan NPPBKC. Adapun syaratnya, melampirkan BAP, salinan NIB, daftar mesin yang hendak dipakai, dan daftar penyalur.

Jika syarat itu terkumpul, cukup tinggal menunggu tiga hari saja makan NPPBKC akan terbit. Pengusaha rokok diharapkan setelah itu memasang papan nama tanda perusahaan.

Pihaknya mencatat, pada tahun 2020 ada sebanyak 17 pengusaha yang mengajukan izin. Sedangkan pada tahun 2021 ada sebanyak 11 perusahaan.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/