alexametrics
24.7 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Banjir Rendam Tiga Desa di Kabupaten Kudus, Aktivitas Warga Terganggu

KUDUS – Banjir merendam Desa Tanjungkarang, Jati, Desa Mijen, Kaliwungu, dan Desa Mejobo, Mejobo kemarin. Akibatnya puluhan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu.

Di Desa Tanjungkarang, Jati, banjir melanda wilayah RT 2 RW 3. Dari pantauan sekitar pukul 09.00 banjir menggenang di jalan setinggi 20-30 cm. Sementara di beberapa rumah, terutama rumah yang belum ditinggikan mencapai 30-40 cm. Tetapi untuk rumah-rumah yang sudah ditinggikan, genangan air hanya sampai depan rumah.

Salah satu terparah yakni rumah Siti Qomariyah. Di rumah salah satu warga miskin itu, banjir sampai masuk rumah


Sementara di rumah Santi yang berada di sebelahnya, banjir hanya menggenang sampai halaman rumah. Menurutnya di wilayah tersebut selain karena intensitas hujan, juga faktor infrastruktur. Yakni sempitnya gorong-gorong, sehingga aliran air tak lancar lantas menggenangi rumah dan jalan.

“Saya tinggal di sini sejak 1994. Saat itu belum banjir. Mulai banjir sejak 2000-an, ketika perumahan mulai banyak,” jelas Santi.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Santi mengaku beruntung karena bisa meninggikan rumah sejak 2019, sehingga banjir tak saampai masuk rumah. Tetapi itu bukan perkara mudah. Dia harus merogoh kocek hingga Rp 50 juta untuk meninggikan lantai rumah. Tahun ini banjir di wilayahnya sudah tiga kali berlangsung.

Baca Juga :  Tangkal Hoax,100 Pemuda di Kudus Digembleng Pelatihan Jurnalistik

Serupa, rumah Lina, 21, juga kebanjiran. Air masuk hingga area dapur, kamar, dan ruang tamu. Akibatnya aktivitasnya terganggu. Karena dia harus membersihkan air yang masuk. Sebelum memulai aktivitas bekerja.

Banjir juga melanda di wilayah Kecamatan Mejobo. Tepatnya di perempatan Desa Mejobo. Di situ, banjir hampir selutut orang dewasa atau sekitar 40 cm. Di perempatan, terlihat lalu lintas tersendat. Sebab kendaraan-kendaraan yang melintas memperlambat laju.

Kendaraan yang menerobos melaju perlahan. Mereka beradu dengan riak-riak air yang meninggi ketika kendaraan besar lewat.

Tak jarang para pengendara roda dua harus mengangkat kaki. Bahkan sesekali riak air sampai ke badan. Tampak pula beberapa kendaraan mati dan harus ditonton.

Banjir juga melanda wilayah RT 1 RW 4 dan RT 3 RW 3 Desa Mijen, Kaliwungu. Dari laporan BPBD di wilayah tersebut kurang lebih 70 rumah terkena limpasan air dari Kali Mijen dan mengakibatkan 200 jiwa terdampak.

Air mulai masuk ke Desa Mijen sekitar kemarin (6/4) pukul 03.00. Diduga banjir ini dikarenakan adanya pendangkalan Sungai Mijen. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Banjir merendam Desa Tanjungkarang, Jati, Desa Mijen, Kaliwungu, dan Desa Mejobo, Mejobo kemarin. Akibatnya puluhan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu.

Di Desa Tanjungkarang, Jati, banjir melanda wilayah RT 2 RW 3. Dari pantauan sekitar pukul 09.00 banjir menggenang di jalan setinggi 20-30 cm. Sementara di beberapa rumah, terutama rumah yang belum ditinggikan mencapai 30-40 cm. Tetapi untuk rumah-rumah yang sudah ditinggikan, genangan air hanya sampai depan rumah.

Salah satu terparah yakni rumah Siti Qomariyah. Di rumah salah satu warga miskin itu, banjir sampai masuk rumah

Sementara di rumah Santi yang berada di sebelahnya, banjir hanya menggenang sampai halaman rumah. Menurutnya di wilayah tersebut selain karena intensitas hujan, juga faktor infrastruktur. Yakni sempitnya gorong-gorong, sehingga aliran air tak lancar lantas menggenangi rumah dan jalan.

“Saya tinggal di sini sejak 1994. Saat itu belum banjir. Mulai banjir sejak 2000-an, ketika perumahan mulai banyak,” jelas Santi.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Santi mengaku beruntung karena bisa meninggikan rumah sejak 2019, sehingga banjir tak saampai masuk rumah. Tetapi itu bukan perkara mudah. Dia harus merogoh kocek hingga Rp 50 juta untuk meninggikan lantai rumah. Tahun ini banjir di wilayahnya sudah tiga kali berlangsung.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Kudus Minta Hak dan Fasilitas Diperhatikan

Serupa, rumah Lina, 21, juga kebanjiran. Air masuk hingga area dapur, kamar, dan ruang tamu. Akibatnya aktivitasnya terganggu. Karena dia harus membersihkan air yang masuk. Sebelum memulai aktivitas bekerja.

Banjir juga melanda di wilayah Kecamatan Mejobo. Tepatnya di perempatan Desa Mejobo. Di situ, banjir hampir selutut orang dewasa atau sekitar 40 cm. Di perempatan, terlihat lalu lintas tersendat. Sebab kendaraan-kendaraan yang melintas memperlambat laju.

Kendaraan yang menerobos melaju perlahan. Mereka beradu dengan riak-riak air yang meninggi ketika kendaraan besar lewat.

Tak jarang para pengendara roda dua harus mengangkat kaki. Bahkan sesekali riak air sampai ke badan. Tampak pula beberapa kendaraan mati dan harus ditonton.

Banjir juga melanda wilayah RT 1 RW 4 dan RT 3 RW 3 Desa Mijen, Kaliwungu. Dari laporan BPBD di wilayah tersebut kurang lebih 70 rumah terkena limpasan air dari Kali Mijen dan mengakibatkan 200 jiwa terdampak.

Air mulai masuk ke Desa Mijen sekitar kemarin (6/4) pukul 03.00. Diduga banjir ini dikarenakan adanya pendangkalan Sungai Mijen. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/