alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Pemdes Rahtawu Perketat Penjagaan Titik Tebing Rawan Longsor, Ada Apa?

KUDUS – Pemerintah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog memperketat penjagaan kawasan jalan menuju wisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor yang terjadi belakangan ini.

Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi menyatakan, pihaknya menyiagakan satgas bencana untuk berjaga tebing yang rawan longsor. Tim satgas desa ini jumlahnya ada sebanyak 28 orang.

“Satgas diterjunkan, ini untuk memantau kondisi sekitar. Karena cuaca di atas tidak menentu,” katanya.


Pengawasan ketika hujan diintensifkan. Mengingat ketika intensitas hujan tinggi bukit yang tingginya sekitar 20 meter itu sering terjadi longsor.

Ketika intensitas hujan tinggi, kata Didik, menginstruksikan untuk membuka tutup jalan. Satgas kebencanaan melarang masyarakat yang tidak berkepentingan mendesak melintas. Disarankan mereka untuk berkunjung lain waktu.

Baca Juga :  Peringati HGN dan HUT ke-76 PGRI, Sekolah di Kudus Adakan Lomba Memasak

“Masyarakat kami imbau untuk berhati-hati dan tetap waspada, mengingat kejadian beberapa waktu lalu tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, pengunjung wisata Desa Rahtawu ketika akhir pekan mencapai 5 ribu pengunjung. Desa Rahtawu menawarkan wisata dengan daya tarik alamnya.

Pemerintah desa terus berupaya mengembangkan wisata alam tersebut. Untuk menarik wisatawan, pemdes akan mengembangkan camping ground.

Diketahui, Pemdes Rahtawu melakukan antisipasi longsor agar tidak terulang kembali. Langkah ini melalui pengeprasan tebing lokasi longsor yang terjadi dua wisatawan belum lama ini.

Pengeprasan itu dilakukan di tebing yang panjangnya 10 hingga 15 meter. Selain untuk mencegah longsor, pengeprasan dilakukan untuk memperlebar jalan menuju lokasi wisata. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemerintah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog memperketat penjagaan kawasan jalan menuju wisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor yang terjadi belakangan ini.

Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi menyatakan, pihaknya menyiagakan satgas bencana untuk berjaga tebing yang rawan longsor. Tim satgas desa ini jumlahnya ada sebanyak 28 orang.

“Satgas diterjunkan, ini untuk memantau kondisi sekitar. Karena cuaca di atas tidak menentu,” katanya.

Pengawasan ketika hujan diintensifkan. Mengingat ketika intensitas hujan tinggi bukit yang tingginya sekitar 20 meter itu sering terjadi longsor.

Ketika intensitas hujan tinggi, kata Didik, menginstruksikan untuk membuka tutup jalan. Satgas kebencanaan melarang masyarakat yang tidak berkepentingan mendesak melintas. Disarankan mereka untuk berkunjung lain waktu.

Baca Juga :  Mediasi Nasabah dan Pihak Bank Mandiri di PN Kudus Gagal

“Masyarakat kami imbau untuk berhati-hati dan tetap waspada, mengingat kejadian beberapa waktu lalu tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, pengunjung wisata Desa Rahtawu ketika akhir pekan mencapai 5 ribu pengunjung. Desa Rahtawu menawarkan wisata dengan daya tarik alamnya.

Pemerintah desa terus berupaya mengembangkan wisata alam tersebut. Untuk menarik wisatawan, pemdes akan mengembangkan camping ground.

Diketahui, Pemdes Rahtawu melakukan antisipasi longsor agar tidak terulang kembali. Langkah ini melalui pengeprasan tebing lokasi longsor yang terjadi dua wisatawan belum lama ini.

Pengeprasan itu dilakukan di tebing yang panjangnya 10 hingga 15 meter. Selain untuk mencegah longsor, pengeprasan dilakukan untuk memperlebar jalan menuju lokasi wisata. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/