alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Jadi Kejuruan “Pilihan” di BLK Kudus

Menjahit Pakaian, Pasarnya Masih Bagus di Tengah Pandemi

KUDUS – Menjahit pakaian dan busana menjadi kejuruan pilihan di Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus. Bahkan tak hanya masyarakat yang baru lulus sekolah menengah saja, lulusan S2 pun turut memilih kejuruan ini.

“Pesertanya ada lulusan SMP, rata-rata lulusan SMA dan S1. Tapi lulusan S2 juga ada yang ikut jadi peserta pelatihan menjahit di sini,” kata Nur Hidayati, instruktur menjahit pakaian di BLK Kudus, kemarin (30/11/2021).

Ia menyebut, kejuruan yang melalui uji kompetensi ini sudah meluluskan banyak pelaku usaha pakaian dan busana di Kabupaten Kudus. Sebagian lainnya ada yang membuka jasa jahitan, jualan pakaian online, dan ada yang kerja di pabrik.


“Lima puluh persen peserta dari kejuruan ini membuka usaha pakaian setelah lulus. Memang ketika setelah lulus uji kompetensi ini mereka sudah punya keahlian. Sehingga mereka mampu membuat kebaya, blus, rok, dan hiasan pada busana memiliki kualitas baik dan sesuai dengan SOP,” jelasnya yang sudah menjadi instruktur di BLK Kudus dari tahun 2014 hingga saat ini.

PENUTUPAN PELATIHAN: Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus, Dra. Rini Kartika Hadi Ahmawati, MM saat Penutupan Pelatihan Menjahit di UPTD BLK Kudus, Selasa (30/11) kemarin. (DISNAKERPERINKOP-UKM FOR RADAR KUDUS)

Untari, salah satu instruktur menambahkan, selain memiliki kompetensi yang cukup para peserta pelatihan juga dibangkitkan motivasinya sehingga memiliki keberanian untuk memulai usahanya setelah lulus.

“Jadi kami sesuaikan dengan keinginan peserta. Jika ingin memulai usaha setelah pelatihan perlu ada pendampingan. Kami buka mental set-nya bagaimana memulai bisnis dengan mengenali potensi diri masing-masing. Paling dasar mengenal potensi who am i-nya dulu, kemampuan basicnya apa, dan terus bagaimana memulainya,” ujar Untari.

Kalau ingin bekerja, lanjut Untari, kami latih bagaimana jadi karyawan yang memiliki etos kerja. Termasuk cara senyum, duduk, dan berkomunikasi saat wawancara kerja. Sedangkan teknikal skillnya sudah dilatih di BLK.

Baca Juga :  Rusak Parah. Jalan Lingkar Timur Kudus Akhirnya Diperbaiki

Yuliatun, salah satu pe serta yang juga sudah lolos uji kompetensi menjahit mengaku senang bisa mengikuti pelatihan di BLK Kudus. Ia mengaku fasilitas dan pengajaran sudah sangat bagus. Selain teori dan praktik Ia juga mendapatkan motivasi dan kiat-kiat memulai usaha.

“Dari nol penga laman hingga memiliki keahlian menjahit pakaian yang baik. Rencana setelah ini saya akan membuka toko khusus blus. Apa yang diajar kan di BLK ini sangat bermanfaat dan menjadi modal saya dalam memulai usaha . Mudahmudahan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus, Dra. Rini Kartika Hadi Ahmawati, MM mengungkapkan bahwa peluang pasar dari kejuruan menjahit pakaian ini sangat bagus. Serta turut mendukung perkembangan UMKM masyarakat Kudus terutama ditengah pandemi.

“Pasar masih sangat bagus. Sehingga kejuruan ini sampai saat ini masih banyak yang minat. Bahkan meski ditengah pandemi lulusan kejuruan BLK ini yang memiliki usaha pakaian pasarnya sangat baik dan bisa menggerakkan UMKM kita,” ungkapnya.

Rini menyebut, pada 2021 ini total jenis kejuruan yang dijalankan sebanyak 21 jenis. Termasuk kejuruan menjahit pakaian. Adapun Pelak sanaannya bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang peruntukannya sesuai PMK 206 yaitu mengadakan pelatihan kerja khusus bagi buruh rokok maupun keluarganya.

“Semoga dengan memaksimalkan pelatihan yang bersumber dari dana cukai ini, dapat menumbuhkan UMKM di Kudus semakin berkembang.

KUDUS – Menjahit pakaian dan busana menjadi kejuruan pilihan di Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus. Bahkan tak hanya masyarakat yang baru lulus sekolah menengah saja, lulusan S2 pun turut memilih kejuruan ini.

“Pesertanya ada lulusan SMP, rata-rata lulusan SMA dan S1. Tapi lulusan S2 juga ada yang ikut jadi peserta pelatihan menjahit di sini,” kata Nur Hidayati, instruktur menjahit pakaian di BLK Kudus, kemarin (30/11/2021).

Ia menyebut, kejuruan yang melalui uji kompetensi ini sudah meluluskan banyak pelaku usaha pakaian dan busana di Kabupaten Kudus. Sebagian lainnya ada yang membuka jasa jahitan, jualan pakaian online, dan ada yang kerja di pabrik.

“Lima puluh persen peserta dari kejuruan ini membuka usaha pakaian setelah lulus. Memang ketika setelah lulus uji kompetensi ini mereka sudah punya keahlian. Sehingga mereka mampu membuat kebaya, blus, rok, dan hiasan pada busana memiliki kualitas baik dan sesuai dengan SOP,” jelasnya yang sudah menjadi instruktur di BLK Kudus dari tahun 2014 hingga saat ini.

PENUTUPAN PELATIHAN: Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus, Dra. Rini Kartika Hadi Ahmawati, MM saat Penutupan Pelatihan Menjahit di UPTD BLK Kudus, Selasa (30/11) kemarin. (DISNAKERPERINKOP-UKM FOR RADAR KUDUS)

Untari, salah satu instruktur menambahkan, selain memiliki kompetensi yang cukup para peserta pelatihan juga dibangkitkan motivasinya sehingga memiliki keberanian untuk memulai usahanya setelah lulus.

“Jadi kami sesuaikan dengan keinginan peserta. Jika ingin memulai usaha setelah pelatihan perlu ada pendampingan. Kami buka mental set-nya bagaimana memulai bisnis dengan mengenali potensi diri masing-masing. Paling dasar mengenal potensi who am i-nya dulu, kemampuan basicnya apa, dan terus bagaimana memulainya,” ujar Untari.

Kalau ingin bekerja, lanjut Untari, kami latih bagaimana jadi karyawan yang memiliki etos kerja. Termasuk cara senyum, duduk, dan berkomunikasi saat wawancara kerja. Sedangkan teknikal skillnya sudah dilatih di BLK.

Baca Juga :  Sebagian Besar Sungai di Kudus Alami Pendangkalan

Yuliatun, salah satu pe serta yang juga sudah lolos uji kompetensi menjahit mengaku senang bisa mengikuti pelatihan di BLK Kudus. Ia mengaku fasilitas dan pengajaran sudah sangat bagus. Selain teori dan praktik Ia juga mendapatkan motivasi dan kiat-kiat memulai usaha.

“Dari nol penga laman hingga memiliki keahlian menjahit pakaian yang baik. Rencana setelah ini saya akan membuka toko khusus blus. Apa yang diajar kan di BLK ini sangat bermanfaat dan menjadi modal saya dalam memulai usaha . Mudahmudahan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus, Dra. Rini Kartika Hadi Ahmawati, MM mengungkapkan bahwa peluang pasar dari kejuruan menjahit pakaian ini sangat bagus. Serta turut mendukung perkembangan UMKM masyarakat Kudus terutama ditengah pandemi.

“Pasar masih sangat bagus. Sehingga kejuruan ini sampai saat ini masih banyak yang minat. Bahkan meski ditengah pandemi lulusan kejuruan BLK ini yang memiliki usaha pakaian pasarnya sangat baik dan bisa menggerakkan UMKM kita,” ungkapnya.

Rini menyebut, pada 2021 ini total jenis kejuruan yang dijalankan sebanyak 21 jenis. Termasuk kejuruan menjahit pakaian. Adapun Pelak sanaannya bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang peruntukannya sesuai PMK 206 yaitu mengadakan pelatihan kerja khusus bagi buruh rokok maupun keluarganya.

“Semoga dengan memaksimalkan pelatihan yang bersumber dari dana cukai ini, dapat menumbuhkan UMKM di Kudus semakin berkembang.

Most Read

Artikel Terbaru

/