alexametrics
30.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Seribu Warga Gagal Vaksin karena NIK Belum Aktif

KUDUS – Sebanyak seribu warga gagal melakukan vaksinasi. Perkaranya, KTP peserta vaksin belum teraktivasi. Selain itu, aplikasi vaksinasi juga bermasalah.

Untuk mengantisipasi gagalnya peserta vaksin, Pemkab Kudus menyiagakan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di lokasi vaksinasi Covid-19. Tujuannya membantu aktivasi nomor induk kependudukan (NIK) KTP warga yang hendak vaksin.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kudus Agus Budi Satriyo mengatakan, setelah dicek, ternyata aplikasi vaksinasi yang eror.


“Sedangkan penyebab dari NIK belum teraktivasi tidak banyak. Kami sudah menugaskan Disdukcapil untuk membantu persoalan NIK yang belum bisa masuk data vaksinasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, yang belum teraktivasi saat vaksinasi kebanyakan NIK pemula, seperti usia 12 tahun ke atas yang belum wajib ber-KTP. Juga warga yang melakukan perubahan identitas, sehingga datanya belum dimutakhirkan di tingkat pusat. Akhirnya saat vaksinasi, NIK-nya dimasukkan ke dalam sistem belum terdeteksi.

Untuk mengatasai permasalahan banyaknya warga yang tertunda vaksin, maka kemarin (5/10) disiapkan petugas dari Disdukcapil Kudus untuk membantu aktivasi E-KTP yang belum aktif di lokasi vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Membuat Brand Baru 'Kudus Kota Empat Negri', Ini Tujuannya?

Sementara itu, salah satu kepala klinik pratama di Kecamatan Gebog Sunaryo Gana mengatakan,  vaksinasi Covid-19 pada Minggu (3/10) memang ada 518 calon peserta vaksinasi yang belum bisa vaksin karena permasalahan NIK. Kemudian Senin (4/10) sebanyak 619 orang.

“Karena kaitannya NIK, kami sarankan untuk mendatangi Disdukcapil. Mereka juga tetap kami data karena yang tidak ada masalah dengan NIK langsung kembali untuk vaksinasi,” ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad mengingatkan setiap fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi agar selalu mencatat NIK warga yang belum bisa vaksinasi karena permasalahan NIK yang belum teraktivasi. Sehingga nantinya bisa dipanggil kembali untuk mengikuti vaksinasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Disdukcapil Kudus untuk menyelesaikan karena sebelumnya banyak sekali laporan NIK yang belum bisa dimasukkan. Saat ini ditindaklanjuti untuk direkap dan dikirim ke aplikasi peduli lindungi,” ujarnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sebanyak seribu warga gagal melakukan vaksinasi. Perkaranya, KTP peserta vaksin belum teraktivasi. Selain itu, aplikasi vaksinasi juga bermasalah.

Untuk mengantisipasi gagalnya peserta vaksin, Pemkab Kudus menyiagakan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di lokasi vaksinasi Covid-19. Tujuannya membantu aktivasi nomor induk kependudukan (NIK) KTP warga yang hendak vaksin.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kudus Agus Budi Satriyo mengatakan, setelah dicek, ternyata aplikasi vaksinasi yang eror.

“Sedangkan penyebab dari NIK belum teraktivasi tidak banyak. Kami sudah menugaskan Disdukcapil untuk membantu persoalan NIK yang belum bisa masuk data vaksinasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, yang belum teraktivasi saat vaksinasi kebanyakan NIK pemula, seperti usia 12 tahun ke atas yang belum wajib ber-KTP. Juga warga yang melakukan perubahan identitas, sehingga datanya belum dimutakhirkan di tingkat pusat. Akhirnya saat vaksinasi, NIK-nya dimasukkan ke dalam sistem belum terdeteksi.

Untuk mengatasai permasalahan banyaknya warga yang tertunda vaksin, maka kemarin (5/10) disiapkan petugas dari Disdukcapil Kudus untuk membantu aktivasi E-KTP yang belum aktif di lokasi vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Terapkan Kampus Berintegritas, IAIN Kudus Dapat Award

Sementara itu, salah satu kepala klinik pratama di Kecamatan Gebog Sunaryo Gana mengatakan,  vaksinasi Covid-19 pada Minggu (3/10) memang ada 518 calon peserta vaksinasi yang belum bisa vaksin karena permasalahan NIK. Kemudian Senin (4/10) sebanyak 619 orang.

“Karena kaitannya NIK, kami sarankan untuk mendatangi Disdukcapil. Mereka juga tetap kami data karena yang tidak ada masalah dengan NIK langsung kembali untuk vaksinasi,” ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad mengingatkan setiap fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi agar selalu mencatat NIK warga yang belum bisa vaksinasi karena permasalahan NIK yang belum teraktivasi. Sehingga nantinya bisa dipanggil kembali untuk mengikuti vaksinasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Disdukcapil Kudus untuk menyelesaikan karena sebelumnya banyak sekali laporan NIK yang belum bisa dimasukkan. Saat ini ditindaklanjuti untuk direkap dan dikirim ke aplikasi peduli lindungi,” ujarnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/