alexametrics
31.3 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Bangunan SMPN 1 Kudus Resmi Jadi Cagar Budaya

KUDUS – Sebagian bangunan SMPN 1 Kudus sudah ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya. Sebagian bangunan itu meliputi bangsal/aula dan ruang kelas.

Waka Pengembangan SMPN 1 Kudus Hasan Sunarto menunjukkan bangunan pertama yang dinyatakan cagar budaya, yakni bangsal/aula. Saat pantauan pada (5/7), warna cat bangunan bangsal tersebut didominasi oleh warna hijau dan kuning. Gaya arsitekturnya pun lawas dan unik dengan beratap limas berkonstruksi kayu.

“Biasanya digunakan untuk acara pertemuan, rapat OSIS, dan hal lain karena daya tampungnya bisa mencapai 150 orang,” katanya.


Ia menjelaskan, perihal untuk perawatannya sendiri ada ketentuannya. Jika ingin melakukan perbaikan sedikit saja, pihak sekolah harus izin terlebih dahulu kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Karena pada dasarnya bangunan cagar budaya tidak boleh sama sekali diubah bentuk dan warnanya. Harus tetap asli/original.

“Jika misal sudah menjalani perbaikan pun kami harus mendokumentasikan before dan after bangunan tersebut untuk memastikan tidak ada perubahan,” terangnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Penghubung Desa di Kudus Ambrol Dianggar Rp 1,4 Miliar
ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS

Salah satu sekolah yang terkenal dengan HCS (Hollandsch-Chineesse School) ini ternyata berdiri sejak 1951 dengan sebutan Budi Siswa. Sebutan HCS itu sendiri karena dulunya sekolah tersebut dipakai untuk anak-anak Tionghoa dan keturunan Indo-Belanda untuk belajar.

Bangunan kedua selanjutnya yakni ruang kelas VIII dan IX. Setidaknya ada 10 kelas yang bergaya lawas khas Belanda. Berdasarkan pantauan kemarin, warna ruangan kelas tersebut didominasi dengan warna krem dan coklat tua. Serta plafon kayu yang cenderung tinggi.

Data penetapan cagar budaya kategori bangunan pada 2021 sendiri tercatat ada lima bangunan. Di antaranya Rumah Kapal, sebagian bangunan SMPN 2 Kudus, sebagian bangunan SMPN 1 Kudus, sebagian SD Muhammadiyah 1 Kudus, serta sebagian bangunan eks Omah Mode. Kelima bangunan tersebut direkomendasikan oleh tim ahli cagar budaya (TACB) dari Disbudpar Kudus sejak Juli hingga Agustus 2020, dan telah mendapatkan penetapan SK dari bupati rata-rata pada April 2022. (ark)

KUDUS – Sebagian bangunan SMPN 1 Kudus sudah ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya. Sebagian bangunan itu meliputi bangsal/aula dan ruang kelas.

Waka Pengembangan SMPN 1 Kudus Hasan Sunarto menunjukkan bangunan pertama yang dinyatakan cagar budaya, yakni bangsal/aula. Saat pantauan pada (5/7), warna cat bangunan bangsal tersebut didominasi oleh warna hijau dan kuning. Gaya arsitekturnya pun lawas dan unik dengan beratap limas berkonstruksi kayu.

“Biasanya digunakan untuk acara pertemuan, rapat OSIS, dan hal lain karena daya tampungnya bisa mencapai 150 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, perihal untuk perawatannya sendiri ada ketentuannya. Jika ingin melakukan perbaikan sedikit saja, pihak sekolah harus izin terlebih dahulu kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Karena pada dasarnya bangunan cagar budaya tidak boleh sama sekali diubah bentuk dan warnanya. Harus tetap asli/original.

“Jika misal sudah menjalani perbaikan pun kami harus mendokumentasikan before dan after bangunan tersebut untuk memastikan tidak ada perubahan,” terangnya.

Baca Juga :  Hutan Makin Rusak, Forum DAS Muria: Tak Ada Komitmen Penghijauan
ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS

Salah satu sekolah yang terkenal dengan HCS (Hollandsch-Chineesse School) ini ternyata berdiri sejak 1951 dengan sebutan Budi Siswa. Sebutan HCS itu sendiri karena dulunya sekolah tersebut dipakai untuk anak-anak Tionghoa dan keturunan Indo-Belanda untuk belajar.

Bangunan kedua selanjutnya yakni ruang kelas VIII dan IX. Setidaknya ada 10 kelas yang bergaya lawas khas Belanda. Berdasarkan pantauan kemarin, warna ruangan kelas tersebut didominasi dengan warna krem dan coklat tua. Serta plafon kayu yang cenderung tinggi.

Data penetapan cagar budaya kategori bangunan pada 2021 sendiri tercatat ada lima bangunan. Di antaranya Rumah Kapal, sebagian bangunan SMPN 2 Kudus, sebagian bangunan SMPN 1 Kudus, sebagian SD Muhammadiyah 1 Kudus, serta sebagian bangunan eks Omah Mode. Kelima bangunan tersebut direkomendasikan oleh tim ahli cagar budaya (TACB) dari Disbudpar Kudus sejak Juli hingga Agustus 2020, dan telah mendapatkan penetapan SK dari bupati rata-rata pada April 2022. (ark)


Most Read

Artikel Terbaru

/