alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Dinas Perdagangan Kudus Targetkan Retribusi Rp 11,9 Miliar

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus mentargetkan retribusi 2022 sebesar Rp 11,9 miliar. Terdiri dari retribusi pelayanan kebersihan, parkir umum, pelayanan pasar, tera ulang, pemakaian kekayaan daerah (PKD) dan parkir khusus. Masing-masing item tersebut juga ada target.

Namun, melihat situasi sekarang yang sudah mulai ada kelonggaran, perekonomian sudah mulai membaik. Pihaknya, optimis target tersebut bisa tercapai. Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengungkapkan 2021 capaian retribusi melebihi target, yakni target Rp 10,8 miliar tercapai Rp 14,28 miliar.

”Padahal, tahun lalu pembatasan kegiatan masyarakat masih ketat. Maka, sekarang ini sudah ada kelonggaran optimis bisa melampaui target lagi. Khususnya yang kami genjot retribusi PKD,” jelasnya.


Sudiharti mengatakan, dua tahun mengalami pandemi dan tengah bulan 2021 ada pembatasan ketat karena lonjakan kasus Covid-19, tapi dipenghujung akhir tahun mampu melampaui target.

Hal yang sama capaian retribusi 2020, masa awal pandemi target yang semula Rp 10 miliar diturunkan menjadi Rp 6 miliar dan realisasi tercapai Rp 7 miliar. Sudiharti mengatakan, perekonomian di Kudus sudah mulai membaik untuk saat ini, memang bertahap masa pemulihannya.

Baca Juga :  Undian Simpedes Secara Virtual, Dukung PPKM Darurat

”Kami berupaya agar pedagang tidak merasa keberatan dan masa pandemi memang cukup berat. Tapi, untuk kondisi sekarang sudah mulai bangkit. Rata-rata pedagang sudah ada yang kirim barang ke luar Jawa,” ungkapnya.

Ditambahkan, Kabid Pengelolaan Pasar Harys Albertus Yunanta menjelaskan capaian retribusi pasar tradisional Januari hingga Maret 2002 sebesar Rp 2 miliar. Untuk target masing-masing retribusi yakni pelayanan kebersihan sebesar Rp 528 juta, parkir umum Rp 79 juta, pelayanan pasar Rp 4,2 miliar, tera/tera ulang Rp 165 juta, PKD Rp 6,9 miliar dan parkir khusus sebesar Rp 296 juta.

”Meski dua tahun mengalami masa sulit karena pandemi, capaian retribusi bisa melampaui target. Untuk tahun ini situasi sudah mulai membaik, perekonomian menggeliat lagi maka kami optimis bisa juga terpenuhi target,” tegasnya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus mentargetkan retribusi 2022 sebesar Rp 11,9 miliar. Terdiri dari retribusi pelayanan kebersihan, parkir umum, pelayanan pasar, tera ulang, pemakaian kekayaan daerah (PKD) dan parkir khusus. Masing-masing item tersebut juga ada target.

Namun, melihat situasi sekarang yang sudah mulai ada kelonggaran, perekonomian sudah mulai membaik. Pihaknya, optimis target tersebut bisa tercapai. Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengungkapkan 2021 capaian retribusi melebihi target, yakni target Rp 10,8 miliar tercapai Rp 14,28 miliar.

”Padahal, tahun lalu pembatasan kegiatan masyarakat masih ketat. Maka, sekarang ini sudah ada kelonggaran optimis bisa melampaui target lagi. Khususnya yang kami genjot retribusi PKD,” jelasnya.

Sudiharti mengatakan, dua tahun mengalami pandemi dan tengah bulan 2021 ada pembatasan ketat karena lonjakan kasus Covid-19, tapi dipenghujung akhir tahun mampu melampaui target.

Hal yang sama capaian retribusi 2020, masa awal pandemi target yang semula Rp 10 miliar diturunkan menjadi Rp 6 miliar dan realisasi tercapai Rp 7 miliar. Sudiharti mengatakan, perekonomian di Kudus sudah mulai membaik untuk saat ini, memang bertahap masa pemulihannya.

Baca Juga :  Dinas Sebut 15 Perusahaan di Kudus Berpotensi Cicil THR, Siapa Mereka?

”Kami berupaya agar pedagang tidak merasa keberatan dan masa pandemi memang cukup berat. Tapi, untuk kondisi sekarang sudah mulai bangkit. Rata-rata pedagang sudah ada yang kirim barang ke luar Jawa,” ungkapnya.

Ditambahkan, Kabid Pengelolaan Pasar Harys Albertus Yunanta menjelaskan capaian retribusi pasar tradisional Januari hingga Maret 2002 sebesar Rp 2 miliar. Untuk target masing-masing retribusi yakni pelayanan kebersihan sebesar Rp 528 juta, parkir umum Rp 79 juta, pelayanan pasar Rp 4,2 miliar, tera/tera ulang Rp 165 juta, PKD Rp 6,9 miliar dan parkir khusus sebesar Rp 296 juta.

”Meski dua tahun mengalami masa sulit karena pandemi, capaian retribusi bisa melampaui target. Untuk tahun ini situasi sudah mulai membaik, perekonomian menggeliat lagi maka kami optimis bisa juga terpenuhi target,” tegasnya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/