alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Kena Razia di Tempat Karaoke, 2 Oknum Kades di Kudus Ditegur Tertulis

KUDUS – Dua Oknum Kades di Kudus yang terjaring razia di karaoke langsung disanksi. Itu berbentuk teguran tertulis. Sebab mereka dinilai melanggar Perbup No 19 tahun 2021 tentang disiplin aparat pemerintah desa.

Camat Dawe Amin Rahmat menyebut dua oknum kades yang terjaring pada Jumat (29/10) merupakan kades yang berada di wilayahnya. Yakni Kades Colo dan Kades Samirejo. Berdasarkan arahan dari Dinas PMD dan Asisten Pemerintahan, pihak Camat langsung melakukan kajian.

“Keduanya kemarin kami panggil. Kami periksa yang bersangkutan. Baik kepala Desa Colo dan Sammirejo. Keduanya mengakui jika di lokasi,” jelasnya.


Amin menyebut sebagai aparatur pemerintahan desa, tentunya hal itu disayangkan. Sebab keduanya dianggap membawa martabat pemerintah. Sehingga dikhawatirkan mengganggu kinerja.

“Keduanya karena aparatur pemerintah desa, maka kami anggap perbuatan itu melanggar perbup tentang kedisiplin aparat pemerintah desa. Maka kami disuruh mengkaji. Sehingga mereka kami berikan sanksi berdasarkan Perbub No 19  Tahun 2021,” katanya.

Dalam kajiannya berdasarkan perbup itu perbuatan dua oknum kades itu masuk kategori pelanggaran ringan tingkat kedua. Sehingga dikenai sanksi berupa teguran tertulis.

“Sebenarnya ini kategori ringan. Tetapi ini kami masukkan kategori ringan tingkat kedua. Dengan maksud memberi efek jera,” tambahnya.

Teguran tertulis itu dikirm kemarin Kamis (11/4). Dan langsung diantar ke yang bersangkutan. Bila tindakan itu masih diulang maka akan dikenakan teguran berikutnya. Dan bila kembali terulang baru direkomendasikan sanksi ke inspektorat.

Baca Juga :  Kabupaten Kudus Berubah dari Zona Merah Menjadi Oranye

“Ini juga menjadi perhatian bagi rekan-rekan kepala desa lain bahwa perbuatan seperti itu tentu tak baik. Apalagi berdasarkan keterangan Satpol PP karaoke ini tidak boleh dan ditutup karena masuk kategori ilegal. Terlebih saat ini kan PPKM level 3,” jelasnya.

Dia pun menyebut kejadian ini menjadi warning bagi kepala desa lain untuk menjaga sikap. Sebab terlepas sebagai pribadi mungkin itu dibenarkan, namun dengan posisi sebagai aparatur pemeritahan, tentu berdampak negatif di mata masyarakat.

Diberitakan sebelumnya jika kedua oknum terjaring razia gabungan di tempat hiburan malam. Keduanya ketangkap basah pada operasi yustisi yang melibatkan Satpol-PP, Kepolisan, dan TNI pada Jumat (29/10) lalu.

Dua oknum kades itu tertangkap di salah satu tempat hiburan malam di Ruko Ronggolawe Desa Getaspejaten, Jati. Atas kejadian itu Kepala Dinas PMD Adi Sadhono menyebut pihaknya langsung menghubungi camat Dawe.

“Kami langsung menghubungi pak camat. Agar mereka disuruh memberikan pembinaan. Sementara kedua kades belum kami panggil,” ungkapnya.

Pemanggilan camat itu untuk memberikan pengarahan terkait pembinaan ke masing-masing oknum kades yang tertangkap itu. ”Kajian di camat. Apakah ada aturan yang dilanggar atau seperti apa. Tetapi untuk penindakan sanksi dari bupati,” katanya. (him)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Dua Oknum Kades di Kudus yang terjaring razia di karaoke langsung disanksi. Itu berbentuk teguran tertulis. Sebab mereka dinilai melanggar Perbup No 19 tahun 2021 tentang disiplin aparat pemerintah desa.

Camat Dawe Amin Rahmat menyebut dua oknum kades yang terjaring pada Jumat (29/10) merupakan kades yang berada di wilayahnya. Yakni Kades Colo dan Kades Samirejo. Berdasarkan arahan dari Dinas PMD dan Asisten Pemerintahan, pihak Camat langsung melakukan kajian.

“Keduanya kemarin kami panggil. Kami periksa yang bersangkutan. Baik kepala Desa Colo dan Sammirejo. Keduanya mengakui jika di lokasi,” jelasnya.

Amin menyebut sebagai aparatur pemerintahan desa, tentunya hal itu disayangkan. Sebab keduanya dianggap membawa martabat pemerintah. Sehingga dikhawatirkan mengganggu kinerja.

“Keduanya karena aparatur pemerintah desa, maka kami anggap perbuatan itu melanggar perbup tentang kedisiplin aparat pemerintah desa. Maka kami disuruh mengkaji. Sehingga mereka kami berikan sanksi berdasarkan Perbub No 19  Tahun 2021,” katanya.

Dalam kajiannya berdasarkan perbup itu perbuatan dua oknum kades itu masuk kategori pelanggaran ringan tingkat kedua. Sehingga dikenai sanksi berupa teguran tertulis.

“Sebenarnya ini kategori ringan. Tetapi ini kami masukkan kategori ringan tingkat kedua. Dengan maksud memberi efek jera,” tambahnya.

Teguran tertulis itu dikirm kemarin Kamis (11/4). Dan langsung diantar ke yang bersangkutan. Bila tindakan itu masih diulang maka akan dikenakan teguran berikutnya. Dan bila kembali terulang baru direkomendasikan sanksi ke inspektorat.

Baca Juga :  Terus Digempur, Kejari Kudus Tetapkan Status Tiga Pelaku Rokok Ilegal

“Ini juga menjadi perhatian bagi rekan-rekan kepala desa lain bahwa perbuatan seperti itu tentu tak baik. Apalagi berdasarkan keterangan Satpol PP karaoke ini tidak boleh dan ditutup karena masuk kategori ilegal. Terlebih saat ini kan PPKM level 3,” jelasnya.

Dia pun menyebut kejadian ini menjadi warning bagi kepala desa lain untuk menjaga sikap. Sebab terlepas sebagai pribadi mungkin itu dibenarkan, namun dengan posisi sebagai aparatur pemeritahan, tentu berdampak negatif di mata masyarakat.

Diberitakan sebelumnya jika kedua oknum terjaring razia gabungan di tempat hiburan malam. Keduanya ketangkap basah pada operasi yustisi yang melibatkan Satpol-PP, Kepolisan, dan TNI pada Jumat (29/10) lalu.

Dua oknum kades itu tertangkap di salah satu tempat hiburan malam di Ruko Ronggolawe Desa Getaspejaten, Jati. Atas kejadian itu Kepala Dinas PMD Adi Sadhono menyebut pihaknya langsung menghubungi camat Dawe.

“Kami langsung menghubungi pak camat. Agar mereka disuruh memberikan pembinaan. Sementara kedua kades belum kami panggil,” ungkapnya.

Pemanggilan camat itu untuk memberikan pengarahan terkait pembinaan ke masing-masing oknum kades yang tertangkap itu. ”Kajian di camat. Apakah ada aturan yang dilanggar atau seperti apa. Tetapi untuk penindakan sanksi dari bupati,” katanya. (him)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/