alexametrics
26 C
Kudus
Friday, August 5, 2022

Pesan Wamenkumham Usai Kunjungi Rutan Kelas II B Kudus

KUDUS – Rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kudus sudah penuh. Meski demikian, kondisi tersebut masih dianggap layak oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamen Kumham) RI Prof Dr Edwar Omar Sharif Hiariej saat berkunjung Rutan Kudus kemarin.

Kunjungan tersebut memastikan kondisi Rutan Kudus berjalan baik dalam pelayanannya. Wamen meninjau blok hunian tahanan, dapur, klinik kesehatan, dan aula.

Wamen Kumham RI, Edwar Omar Sharif Hiariej menyatakan, kunjungan ke Kudus merupakan agenda kunjungan kerja. Pihaknya memastikan, pelayanan di Rutan kelas II B Kudus berjalan dengan baik.


“Ya biasa kunjungan kerja, melihat pelayanan di Rutan berjalan dengan baik. So far so good,” singkatnya.

Menjelang peringatan hari Kemerdekaan Indonesia, pihaknya juga menampik adanya dugaan praktik jual beli remisi hukuman yang terjadi di Lapas.

Selama ini dalam menentukan remisi hukuman Kemenkumham punya standar operasional sangat ketat.

Baca Juga :  Banyak Peziarah, Kawasan Menara Macet, Dishub Kudus Siaga 4 Sif

“Itu hanya dugaan, orang di pasar bisa menduga. Nanti kami awasi dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus Suprihadi menyebut Wamenkum Ham berpesan agar Rutan Kudus bisa selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Tidak ada koreksi, beliau bilang sudah baik di Rutan Kudus,” ungkapnya.

Dia menyebut saat ini kapasitas Rutan Kelas II B Kudus kapasitasnya penuh. Daya tampung hanya 104 narapidana. Sekarang Rutan Kudus terisi 153 narapidana.

“Itu masih layak kata Wamen (Kapasitas Rutan Kudus, Red), kalau sudah angka 200 dinyatakan tidak layak,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi Kemerdekaan ada sebanyak 90 warga binaan dengan pengurangan hukuman satu hingga enam bulan.

“Yang mendapat remisi syaratnya sudah menjalani hukuman enam bulan dan berkelakuan baik. Untuk kasusnya ada narkoba, kriminal, dan perlindungan anak,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kudus sudah penuh. Meski demikian, kondisi tersebut masih dianggap layak oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamen Kumham) RI Prof Dr Edwar Omar Sharif Hiariej saat berkunjung Rutan Kudus kemarin.

Kunjungan tersebut memastikan kondisi Rutan Kudus berjalan baik dalam pelayanannya. Wamen meninjau blok hunian tahanan, dapur, klinik kesehatan, dan aula.

Wamen Kumham RI, Edwar Omar Sharif Hiariej menyatakan, kunjungan ke Kudus merupakan agenda kunjungan kerja. Pihaknya memastikan, pelayanan di Rutan kelas II B Kudus berjalan dengan baik.

“Ya biasa kunjungan kerja, melihat pelayanan di Rutan berjalan dengan baik. So far so good,” singkatnya.

Menjelang peringatan hari Kemerdekaan Indonesia, pihaknya juga menampik adanya dugaan praktik jual beli remisi hukuman yang terjadi di Lapas.

Selama ini dalam menentukan remisi hukuman Kemenkumham punya standar operasional sangat ketat.

Baca Juga :  Bruk! Pohon Pete Lapuk Timpa Dua Rumah Warga Kudus

“Itu hanya dugaan, orang di pasar bisa menduga. Nanti kami awasi dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus Suprihadi menyebut Wamenkum Ham berpesan agar Rutan Kudus bisa selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Tidak ada koreksi, beliau bilang sudah baik di Rutan Kudus,” ungkapnya.

Dia menyebut saat ini kapasitas Rutan Kelas II B Kudus kapasitasnya penuh. Daya tampung hanya 104 narapidana. Sekarang Rutan Kudus terisi 153 narapidana.

“Itu masih layak kata Wamen (Kapasitas Rutan Kudus, Red), kalau sudah angka 200 dinyatakan tidak layak,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi Kemerdekaan ada sebanyak 90 warga binaan dengan pengurangan hukuman satu hingga enam bulan.

“Yang mendapat remisi syaratnya sudah menjalani hukuman enam bulan dan berkelakuan baik. Untuk kasusnya ada narkoba, kriminal, dan perlindungan anak,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/