alexametrics
32.6 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Tanggal Idul Adha 2022 Berbeda, Kemenag Kudus Persilahkan Umat Muslim Bebas Pilih

KUDUS – Kemenag Kudus mempersilakan umat muslim untuk menjalankan ibadah salat Idul Adha pada Sabtu (9/7) atau Minggu (10/7). Namun sesuai sidang isbat penentuan 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 2022 jatuh pada Minggu (10/7).

Kepala Kemenag Kudus Suhadi, mengatakan ketetapan tersebut, berbeda dengan Arab Saudi yang menetapkan 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu (9/7).

“Di Indonesia juga ada sebagian yang menetapkan di hari selain itu. Tidak masalah yang penting niatnya sama,” kata Suhadi.


Dia menyampaikan, perbedaan ini sudah biasa terjadi di masyarakat, sehingga beranggapan tidak akan ada masalah dalam pelaksanaan. Karena masyarakat juga majemuk dan masyarakat juga saling menghargai pendapat satu sama lain.

Suhadi mengatakan, Kemenag RI telah menjelaskan mengapa ketetapan sidang isbat berbeda dengan Arab Saudi. Salah satunya terkait perbedaan waktu di Indonesia lebih cepat empat jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi.

Baca Juga :  Berlubang, Jalan Lingkar Timur Kudus Dibongkar, Lalu Dicor Ulang

“Semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah dilihat. Sementara letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga pada tanggal yang sama posisi hilal di sana lebih tinggi,” terangnya.

Kemudian berdasarkan data hisab, pada akhir Zulkaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

Suhadi megatakan, pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi, kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar. Menurutnya, perbedaan pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini tidak perlu dirisaukan, sesuai kemantapan hati masing-masing saja. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Kemenag Kudus mempersilakan umat muslim untuk menjalankan ibadah salat Idul Adha pada Sabtu (9/7) atau Minggu (10/7). Namun sesuai sidang isbat penentuan 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 2022 jatuh pada Minggu (10/7).

Kepala Kemenag Kudus Suhadi, mengatakan ketetapan tersebut, berbeda dengan Arab Saudi yang menetapkan 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu (9/7).

“Di Indonesia juga ada sebagian yang menetapkan di hari selain itu. Tidak masalah yang penting niatnya sama,” kata Suhadi.

Dia menyampaikan, perbedaan ini sudah biasa terjadi di masyarakat, sehingga beranggapan tidak akan ada masalah dalam pelaksanaan. Karena masyarakat juga majemuk dan masyarakat juga saling menghargai pendapat satu sama lain.

Suhadi mengatakan, Kemenag RI telah menjelaskan mengapa ketetapan sidang isbat berbeda dengan Arab Saudi. Salah satunya terkait perbedaan waktu di Indonesia lebih cepat empat jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi.

Baca Juga :  Berlubang, Jalan Lingkar Timur Kudus Dibongkar, Lalu Dicor Ulang

“Semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah dilihat. Sementara letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga pada tanggal yang sama posisi hilal di sana lebih tinggi,” terangnya.

Kemudian berdasarkan data hisab, pada akhir Zulkaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

Suhadi megatakan, pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi, kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar. Menurutnya, perbedaan pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini tidak perlu dirisaukan, sesuai kemantapan hati masing-masing saja. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/