alexametrics
32 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Cegah Pungli, Pasar Bitingan Kudus Terapkan E-Retribusi

 KUDUS – Pedagang Pasar Bitingan Kudus sudah menggunakan E-retribusi bulan kemarin. Sekitar 875 pedagang sudah menggunakannya.

Sementara pedagang yang sudah menggunakan kartu e-retribusi sebanyak 115 pedagang. Penerapan alat itu nyatanya efektif untuk  mengurangi pungutan liar. Juga menata keuangan dari pembayaran retribusi.

Seperti hasil capaian PAD Pasar Kliwon yang sudah menerapkan E-retribusi. Pada 2019 realisasinya Rp 1,1 miliar, kemudian 2020 naik menjadi Rp 1,3 miliar. Penerapan E-retribusi di Pasar Kliwon masih terbatas.


Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan kartu E-retribusi sudah dibagikan ke seluruh pedagang. Namun, uji coba kartu E-retribusi sementara hanya pedagang yang menempati kios. Kemudian, bulan ini dilanjutkan ke pedagang los.

Penerapannya kartu itu bertahap.

Hingga kini, lanjutnya, pemakaian E-retribusi belum menemui kendala. Para pedagang sudah mengerti cara penggunaannya.

”Kami sudah laksanakan sebulan lalu. Pasar Bitingan memang menjadi sasaran penerapan E-retribusi setelah Pasar Kliwon. Sasaran berikutnya ke pedagang Pasar Jember dan Pasar Baru,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lampaui Target, BPPKAD Kudus Catat Penerimaan Pajak capai Rp 148 Miliar

Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Hary Yunanta menambahkan tarif retribusi masih sama.

”Ini masih masa uji coba. Jadi belum semuanya (pedagang, Red) menggunakan E-retribusi. Kami terapkan bertahap, sambil kami evaluasi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pedagang untuk mengisi kartu bisa top up lewat aplikasi Laku Pandai.

Pasar Bitingan Kudus terdiri atas 336 kios dan 2.229 los serta lesehan 43 petak di area pelataran. Namun, penerapan E-retribusi tidak berlaku pada pedagang lesehan, karena pedagangnya tidak tetap yang sering berpindah-pindah.

Penerapan E-retribusi ini lanjutnya memudahkan pedagang dalam membayar per bulan kios atau lapaknya. Selain itu bagian antisipasi kecurangan petugas penarik retribusi di pasar. Teknisnya, kartu E-retribusi sistemnya top up, seperti kartu E-tol.

”Melihat ada perubahan realisasi retribusi setelah ada E-retribusi maka pasar lainnya akan diterapkan juga,” terangnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

 KUDUS – Pedagang Pasar Bitingan Kudus sudah menggunakan E-retribusi bulan kemarin. Sekitar 875 pedagang sudah menggunakannya.

Sementara pedagang yang sudah menggunakan kartu e-retribusi sebanyak 115 pedagang. Penerapan alat itu nyatanya efektif untuk  mengurangi pungutan liar. Juga menata keuangan dari pembayaran retribusi.

Seperti hasil capaian PAD Pasar Kliwon yang sudah menerapkan E-retribusi. Pada 2019 realisasinya Rp 1,1 miliar, kemudian 2020 naik menjadi Rp 1,3 miliar. Penerapan E-retribusi di Pasar Kliwon masih terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan kartu E-retribusi sudah dibagikan ke seluruh pedagang. Namun, uji coba kartu E-retribusi sementara hanya pedagang yang menempati kios. Kemudian, bulan ini dilanjutkan ke pedagang los.

Penerapannya kartu itu bertahap.

Hingga kini, lanjutnya, pemakaian E-retribusi belum menemui kendala. Para pedagang sudah mengerti cara penggunaannya.

”Kami sudah laksanakan sebulan lalu. Pasar Bitingan memang menjadi sasaran penerapan E-retribusi setelah Pasar Kliwon. Sasaran berikutnya ke pedagang Pasar Jember dan Pasar Baru,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Larang Bikin Acara Rame-Rame di Malam Tahun Baru

Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Hary Yunanta menambahkan tarif retribusi masih sama.

”Ini masih masa uji coba. Jadi belum semuanya (pedagang, Red) menggunakan E-retribusi. Kami terapkan bertahap, sambil kami evaluasi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pedagang untuk mengisi kartu bisa top up lewat aplikasi Laku Pandai.

Pasar Bitingan Kudus terdiri atas 336 kios dan 2.229 los serta lesehan 43 petak di area pelataran. Namun, penerapan E-retribusi tidak berlaku pada pedagang lesehan, karena pedagangnya tidak tetap yang sering berpindah-pindah.

Penerapan E-retribusi ini lanjutnya memudahkan pedagang dalam membayar per bulan kios atau lapaknya. Selain itu bagian antisipasi kecurangan petugas penarik retribusi di pasar. Teknisnya, kartu E-retribusi sistemnya top up, seperti kartu E-tol.

”Melihat ada perubahan realisasi retribusi setelah ada E-retribusi maka pasar lainnya akan diterapkan juga,” terangnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/