alexametrics
25.6 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Akselerasi, Juara FLS2N Langsung Melaju ke Nasional

KUDUS – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasinal (FSL2N) digelar offline. Nantinya yang menjadi juara langsung melaju ke tingkat nasional tidak melalui provinsi dulu.

Kemarin, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar seleksi tingkat kabupaten di SMP 1 Kudus. Yang menjadi juara nantinya akan langsung melaju ke nasional dengan mengirimkan video lomba langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum mengatakan, ada lima cabang lomba yang sesuai dengan juknis dari pusat, yakni tari kreativitas, solo song, kreasi alat musik, gitar duet, dan desain poster. Untuk karya siswa maksimal dikirim ke nasional 1 Agustus 2022. Masih ada persiapan, agar lebih maksimal.


“Penilaian tidak hanya sekadar pada kontennya, tetapi lebih detail seperti teknik, kemudian kostum, penampilan dan lainnya,” jelasnya.

Afri juga menjelaskan, saat ini juga masih berlangsung seleksi FLS2N tingkat SD yang baru tahap seleksi tingat kecamatan. Pihaknya menjelaskan, seleksi per koorditari wilayah kecamatan dan yang sudah berjalan Kecamatan Jekulo.

Jumlah peserta lomba FLS2N yakni solo song berjumlah 16 siswa, sesain poster berjumlah 10 siswa, gitar duet berjumlah satu kelompok (dua siswa), kreativitas musik sebanyak tiga kelompok (16 siswa) dan tari ada delapan kelompok (41 siswa).

Baca Juga :  Dinas Jelaskan Penyebab Rendahnya Minat Masyarakat Kudus Tinggal di Flat

Salah satu peserta lomba tari kreativitas Mutiara Putri siswa SMP 1 Kudus mengatakan, persiapan latihan menjelang lomba satu minggu dan tema yang diangkat tentang kerajinan bambu.

“Ya kami mengangkat kearifan lokal, kerajinan khas Kudus dan judul tariannya Keranbu (kerajinan bambu). Dan, kami yang tampil ikut ekstrakurikuler tari,” terangnya.

Mutiara dan ke lima kawannya mengaku sudah pernah ikut lomba yang sama saat kelas VII. Tetapi hanya bisa melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Menurutnya, lomba tahun ini meriah karena offline jadi persiapan lebih maksimal. Kalau tahun sebelumnya secara virtual.

“Persiapan lomba ini dimulai pada pukul 04.00. Karena harus rias. Proses meriasnya di sekolah. Memilih berias di sekolah, karena lokasi FLS2N di SMP 1 Kudus biar tenang dan tidak gugup harus pindah-pindah tempat,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasinal (FSL2N) digelar offline. Nantinya yang menjadi juara langsung melaju ke tingkat nasional tidak melalui provinsi dulu.

Kemarin, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar seleksi tingkat kabupaten di SMP 1 Kudus. Yang menjadi juara nantinya akan langsung melaju ke nasional dengan mengirimkan video lomba langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum mengatakan, ada lima cabang lomba yang sesuai dengan juknis dari pusat, yakni tari kreativitas, solo song, kreasi alat musik, gitar duet, dan desain poster. Untuk karya siswa maksimal dikirim ke nasional 1 Agustus 2022. Masih ada persiapan, agar lebih maksimal.

“Penilaian tidak hanya sekadar pada kontennya, tetapi lebih detail seperti teknik, kemudian kostum, penampilan dan lainnya,” jelasnya.

Afri juga menjelaskan, saat ini juga masih berlangsung seleksi FLS2N tingkat SD yang baru tahap seleksi tingat kecamatan. Pihaknya menjelaskan, seleksi per koorditari wilayah kecamatan dan yang sudah berjalan Kecamatan Jekulo.

Jumlah peserta lomba FLS2N yakni solo song berjumlah 16 siswa, sesain poster berjumlah 10 siswa, gitar duet berjumlah satu kelompok (dua siswa), kreativitas musik sebanyak tiga kelompok (16 siswa) dan tari ada delapan kelompok (41 siswa).

Baca Juga :  Aksi Tawuran Air antar Pemuda di Kudus Jelang Sahur Bikin Resah Warga

Salah satu peserta lomba tari kreativitas Mutiara Putri siswa SMP 1 Kudus mengatakan, persiapan latihan menjelang lomba satu minggu dan tema yang diangkat tentang kerajinan bambu.

“Ya kami mengangkat kearifan lokal, kerajinan khas Kudus dan judul tariannya Keranbu (kerajinan bambu). Dan, kami yang tampil ikut ekstrakurikuler tari,” terangnya.

Mutiara dan ke lima kawannya mengaku sudah pernah ikut lomba yang sama saat kelas VII. Tetapi hanya bisa melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Menurutnya, lomba tahun ini meriah karena offline jadi persiapan lebih maksimal. Kalau tahun sebelumnya secara virtual.

“Persiapan lomba ini dimulai pada pukul 04.00. Karena harus rias. Proses meriasnya di sekolah. Memilih berias di sekolah, karena lokasi FLS2N di SMP 1 Kudus biar tenang dan tidak gugup harus pindah-pindah tempat,” ujarnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/