alexametrics
24.5 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Bahaya, Pemancing Nekat Terobos Zona Terlarang Bendungan Logung di Kudus

KUDUS – Zona terlarang area pembuangan Bendungan Logung sering dimasuki masyarakat secara sembunyi-sembunyi. Diterobos. Hal ini dianggap oleh pengelola bendungan membahayakan. Sebab lokasi pembuangan air bendungan memiliki arus yang cukup kuat.

Masuknya masyarakat ke Bendungan Logung area kontroling sering kali terjadi. Biasanya melintasi di bagian pintu sebelah sisi utara glass tank. Warga yang memasuki area tersebut terkedang mencari ikan di saluran pembuangan air bendungan.

Kondisi di lapangan, pembuangan air bendungan tersebut diberikan pagar pembatas. Warga yang mencari ikan tidak bisa turun ke dasar saluran tersebut. Sementara ketinggian pagar dari permukaan saluran sekitar lima meter.


Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad menyatakan, Bendungan Logung telah diterjunkan penjaga. Mereka bertugas mengontrol kondisi bendungan maupun keamanan di kawasan tersebut.

“Tidak boleh masuk sebenarnya, kami ingatkan. Mungkin petugas di lapangan sedang mengecek kondisi bendungan yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nahas! Gagal Salip Tronton, Tertabrak, Meninggal

Melihat kondisi tersebut pihaknya akan melakukan antisipasi. Area kontroling Bendungan Logung sebenarnya harus steril dari masyarakat. Sebab sangat berbahaya. Arus air pembungan ke sungai deras. Sementara jika dilakukan pembukaan pintu secara lebar, kedalama air cukup tinggi.

“Kemarin sudah dikaji terkait keamaan, kebutuhannya adalah menambah pagar keamanan. Jadi area yang rawan di pagar,” ungkapnya.

Muhammad menambahkan, petugas di sana setiap harinya mengecek dan menkontrol air Bendungan Logung. Sekaligus kondisi kekuatan bendungan.

Alat pendetiksi tersebut ditanam di dasar kawasan Bendungan Logung. Pendeteksi tersebut memantau pergerakan tanah, rembesan, maupun limpasan air.

“Kondisi sekarang bendungan aman, tidak ada rembesan air. Alat itu terhubung dengan komputer petugas dan dicek terus setiap hari,” jelasnya. (gal/war)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Zona terlarang area pembuangan Bendungan Logung sering dimasuki masyarakat secara sembunyi-sembunyi. Diterobos. Hal ini dianggap oleh pengelola bendungan membahayakan. Sebab lokasi pembuangan air bendungan memiliki arus yang cukup kuat.

Masuknya masyarakat ke Bendungan Logung area kontroling sering kali terjadi. Biasanya melintasi di bagian pintu sebelah sisi utara glass tank. Warga yang memasuki area tersebut terkedang mencari ikan di saluran pembuangan air bendungan.

Kondisi di lapangan, pembuangan air bendungan tersebut diberikan pagar pembatas. Warga yang mencari ikan tidak bisa turun ke dasar saluran tersebut. Sementara ketinggian pagar dari permukaan saluran sekitar lima meter.

Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad menyatakan, Bendungan Logung telah diterjunkan penjaga. Mereka bertugas mengontrol kondisi bendungan maupun keamanan di kawasan tersebut.

“Tidak boleh masuk sebenarnya, kami ingatkan. Mungkin petugas di lapangan sedang mengecek kondisi bendungan yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  IAIN Kudus Raih Peringkat Kedua Kinerja Pelaksanaan Anggaran

Melihat kondisi tersebut pihaknya akan melakukan antisipasi. Area kontroling Bendungan Logung sebenarnya harus steril dari masyarakat. Sebab sangat berbahaya. Arus air pembungan ke sungai deras. Sementara jika dilakukan pembukaan pintu secara lebar, kedalama air cukup tinggi.

“Kemarin sudah dikaji terkait keamaan, kebutuhannya adalah menambah pagar keamanan. Jadi area yang rawan di pagar,” ungkapnya.

Muhammad menambahkan, petugas di sana setiap harinya mengecek dan menkontrol air Bendungan Logung. Sekaligus kondisi kekuatan bendungan.

Alat pendetiksi tersebut ditanam di dasar kawasan Bendungan Logung. Pendeteksi tersebut memantau pergerakan tanah, rembesan, maupun limpasan air.

“Kondisi sekarang bendungan aman, tidak ada rembesan air. Alat itu terhubung dengan komputer petugas dan dicek terus setiap hari,” jelasnya. (gal/war)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/