alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Wow!!! Tanah Lokasi Tol di Kudus Ditawar hingga Rp 100 Ribu Per Meter

KUDUS – Masuknya broker tanah ke desa yang akan dilalui tol sudah terjadi. Salah satunya di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Kesambi Mochammad Masri.

Masri menyatakan, para broker berani menawar harga tanah lebih tinggi dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah. ”(Harga tanah) per meternya sekarang sekitar Rp 60 ribu. Tapi ada yang berani Rp 100 ribu per meter,” katanya.

Meski ditawar tinggi, pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada warga. Sebab, mayoritas lahan yang berlokasi di selatan sungai Jeratun adalah milik warga. Lokasi tersebut diperkirakan untuk pembangunan jalan tol.


Masri menuturkan, atas tawaran yang tinggi itu, warganya tidak tergiur sama sekali. Para warga enggan menjual tanahnya. Mereka sudah tahu informasi jauh hari terkait pembangunan tol. Dari situlah warga menganggap lahan di sana akan berpotensi mendatangkan banyak rupiah ketika dibebaskan nantinya.

Baca Juga :  Parah! Granit di Kawasan Menara Kudus Baru Diperbaiki Sudah Rusak Lagi

”Warga saya sudah pintar-pintar. Mereka menganggap ini peluang besar. Maka tanahnya tidak dijual lewat broker,” ungkapnya.

Kepala Desa Bulung Kulon Ruslan menyatakan hal serupa. Dia juga mengaku, sudah ada broker yang masuk ke desa untuk membeli tanah warganya. Tetapi warga enggan melepasnya. ”Warga sudah paham, tanah itu dijadikan untuk investasi jangka panjang. Terlebih lagi lokasinya belum jelas titik pembangunannya,” katanya.

Jalan tol yang akan dibangun sepanjang Demak-Tuban itu, di Kudus melewati 10 desa di tiga kecamatan. Meliputi, Desa Wates, Ngemplak, Undaan Lor, dan Karangrowo, Kecamatan Undaan; Desa Temulus, Kesambi, dan Jojo, Kecamatan Mejobo; serta Desa Sadang, Bulung Kulon, dan Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Masuknya broker tanah ke desa yang akan dilalui tol sudah terjadi. Salah satunya di Desa Kesambi, Mejobo, Kudus. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Kesambi Mochammad Masri.

Masri menyatakan, para broker berani menawar harga tanah lebih tinggi dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah. ”(Harga tanah) per meternya sekarang sekitar Rp 60 ribu. Tapi ada yang berani Rp 100 ribu per meter,” katanya.

Meski ditawar tinggi, pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada warga. Sebab, mayoritas lahan yang berlokasi di selatan sungai Jeratun adalah milik warga. Lokasi tersebut diperkirakan untuk pembangunan jalan tol.

Masri menuturkan, atas tawaran yang tinggi itu, warganya tidak tergiur sama sekali. Para warga enggan menjual tanahnya. Mereka sudah tahu informasi jauh hari terkait pembangunan tol. Dari situlah warga menganggap lahan di sana akan berpotensi mendatangkan banyak rupiah ketika dibebaskan nantinya.

Baca Juga :  Tancap Gas, Hanura Kudus Canangkan Empat Kursi Legislatif

”Warga saya sudah pintar-pintar. Mereka menganggap ini peluang besar. Maka tanahnya tidak dijual lewat broker,” ungkapnya.

Kepala Desa Bulung Kulon Ruslan menyatakan hal serupa. Dia juga mengaku, sudah ada broker yang masuk ke desa untuk membeli tanah warganya. Tetapi warga enggan melepasnya. ”Warga sudah paham, tanah itu dijadikan untuk investasi jangka panjang. Terlebih lagi lokasinya belum jelas titik pembangunannya,” katanya.

Jalan tol yang akan dibangun sepanjang Demak-Tuban itu, di Kudus melewati 10 desa di tiga kecamatan. Meliputi, Desa Wates, Ngemplak, Undaan Lor, dan Karangrowo, Kecamatan Undaan; Desa Temulus, Kesambi, dan Jojo, Kecamatan Mejobo; serta Desa Sadang, Bulung Kulon, dan Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/