alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Kena Refocusing, Pemeliharaan Pasar Tradisional di Kudus Nol Rupiah

KUDUS – Anggaran selama pandemi Covid-19 untuk perawatan pasar tradisional tidak dianggarkan. Selama ini, apabila ada kerusakan pasar terkait dengan sarpras khususnya seperti talang rusak, drainase salurannya tidak lancar dan lainnya, sementara di perbaiki secara mandiri dari pengelola pasar.

Bupati Kudus Hartopo, mengatakan sejak pandemi anggaran terkena refocusing. Namun, melihat urgennya perbaikan sapras pasar tradisional maka, ia akan mengusulkan anggaran perawatan sebesar Rp 1 miliar di APBD Perubahan 2022.

”Nanti Dinas Perdagangan mengajukan anggaran pemeliharaan pasar tradisional, kita kawal anggaran tersebut. Agar ada perbaikan tetap, kalau saat ini perbaikannya sifatnya sementara karena darurat segera diatasi. Kami minta Dinas Perdagangan Kudus untuk mendata pasar mana saja yang urgen atau prioritas kerusakannya segera diperbaiki,” tandasnya.


Ia memaklumi, diera pandemi ini tidak ada anggaran, misalkan ada kerusakan sarpras seperti di Pasar Brayung ada talang bocor kalau hujan deras, sudah ada upaya diperbaiki sendiri tapi sifatnya sementara, memang butuh perbaikan permanen.

Baca Juga :  Baku Hantam di Pilkades Kudus, Satu Orang Dilarikan ke RS

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengatakan segera menindaklanjuti untuk mendata pasar tradisional yang sarprasnya butuh diperbaiki. Saluran pembuangan hampir disemua pasar tradisional tidak ada.

Seperti Pasar Wates, Kalirejo, Jekulo dan Pasar Brayung. Sudiharti mengatakan, sudah disiapkan saluran pembuangan tapi untuk lepasnya tidak ada. Kalau pembuatan saluran memang bukan wewenang Dinas Perdagangan, karena sudah berada di luar pasar.

Pihaknya sudah melakukan koordinisasi dengan dinas terkait mengenai pembuatan saluaran. Sudiharti juga menambahkan, diperkirakan anggaran untuk pemeliharaan pasar tradisional membutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar lebih.

”Kalau kerusakan talang hampir semua pasar ada kerusakan. Tapi kami tidak ada anggaran perawatan dari 2020 hingga sekarang. Perbaikan talang saja kurang lebih membutuhkan anggaran Rp 500 juta itu saja pasar kecil, untuk sekelas Pasar Kliwon ya butuh anggaran miliaran,” jelasnya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Anggaran selama pandemi Covid-19 untuk perawatan pasar tradisional tidak dianggarkan. Selama ini, apabila ada kerusakan pasar terkait dengan sarpras khususnya seperti talang rusak, drainase salurannya tidak lancar dan lainnya, sementara di perbaiki secara mandiri dari pengelola pasar.

Bupati Kudus Hartopo, mengatakan sejak pandemi anggaran terkena refocusing. Namun, melihat urgennya perbaikan sapras pasar tradisional maka, ia akan mengusulkan anggaran perawatan sebesar Rp 1 miliar di APBD Perubahan 2022.

”Nanti Dinas Perdagangan mengajukan anggaran pemeliharaan pasar tradisional, kita kawal anggaran tersebut. Agar ada perbaikan tetap, kalau saat ini perbaikannya sifatnya sementara karena darurat segera diatasi. Kami minta Dinas Perdagangan Kudus untuk mendata pasar mana saja yang urgen atau prioritas kerusakannya segera diperbaiki,” tandasnya.

Ia memaklumi, diera pandemi ini tidak ada anggaran, misalkan ada kerusakan sarpras seperti di Pasar Brayung ada talang bocor kalau hujan deras, sudah ada upaya diperbaiki sendiri tapi sifatnya sementara, memang butuh perbaikan permanen.

Baca Juga :  Rehab Ruang Kelas Sekolah di Kudus Molor, Disdikpora Ungkap Kendalanya

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengatakan segera menindaklanjuti untuk mendata pasar tradisional yang sarprasnya butuh diperbaiki. Saluran pembuangan hampir disemua pasar tradisional tidak ada.

Seperti Pasar Wates, Kalirejo, Jekulo dan Pasar Brayung. Sudiharti mengatakan, sudah disiapkan saluran pembuangan tapi untuk lepasnya tidak ada. Kalau pembuatan saluran memang bukan wewenang Dinas Perdagangan, karena sudah berada di luar pasar.

Pihaknya sudah melakukan koordinisasi dengan dinas terkait mengenai pembuatan saluaran. Sudiharti juga menambahkan, diperkirakan anggaran untuk pemeliharaan pasar tradisional membutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar lebih.

”Kalau kerusakan talang hampir semua pasar ada kerusakan. Tapi kami tidak ada anggaran perawatan dari 2020 hingga sekarang. Perbaikan talang saja kurang lebih membutuhkan anggaran Rp 500 juta itu saja pasar kecil, untuk sekelas Pasar Kliwon ya butuh anggaran miliaran,” jelasnya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/