alexametrics
26.2 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Ada Aturan Baru, Alokasi BLT Buruh Rokok di Kudus Dihitung Ulang

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tahun ini kembali menyesuaikan alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disebarkan untuk buruh rokok di Kabupaten Kudus. Hal tersebut dikarenakan adanya aturan baru terkait pengunaan dana cukai yakni dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206 ke PMK Nomor 215. Sehingga lokasi BLT buruh rokok dihitung ulang.

Dalam PMK 206, persentase alokasi anggaran untuk BLT buruh rokok adalah sebesar 35 persen. Sementara di peraturan baru yakni PMK 215 menurun jadi 30 persen saja.

Diketahui, Pemkab Kudus sebelumnya sudah menyiapkan anggaran BLT buruh rokok sebesar Rp 54 miliar yang mengacu pada PMK 206. Namun karena ada perubahan aturan itu, pemkab akan menyesuaikan nominalnya kembali.


Kepala bagian Perekonomian Sekda Kudus Dwi Agung Hartono mengatakan anggara Rp 54 miliar itu sudah lebih tinggi dari anggaran tahun 2021. Yakni Rp 40 miliar. “Tapi tetap akan kami sesuaikan kembali, karena adanya regulasi baru,” katanya.

Nominal tersebut, kata dia, dianggarkan untuk sekitar 70 ribu buruh rokok di Kudus. Namun, jumlah tersebut masih dinamis. Karena sampai saat ini masih verifikasi data penerima.

Baca Juga :  Kualitas dan Kuantitas Hafalan disaksikan Langsung Oleh Wali Santri

“Di tahun ini kemungkinan ada penambahan, karena ada belasan perusahaan rokok yang baru menyetorkan nama buruhnya tahun ini, sementara tahun kemarin tidak,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk aturan dari provinsi untuk masalah pembagian BLT nanti. “Semoga bisa lebih baik dari kemarin,” tambahnya.

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus sendiri memang mencatat ada sebanyak 75 perusahaan rokok di Kudus.

Pada pencairan BLT buruh rokok 2021 lalu, hanya ada 61 perusahaan yang mengajukan nama buruhnya. Sementara 14 perusahaan lainnya tidak mengonfirmasi keikutsertaan.

Perusahaan rokok tersebut kemudian diketahui telah mengajukan nama-nama buruh rokoknya untuk menerima BLT buruh rokok. Nama-nama buruh rokok di 14 perusahaan tersebut pun kini tengah dievaluasi. (ark/war)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tahun ini kembali menyesuaikan alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disebarkan untuk buruh rokok di Kabupaten Kudus. Hal tersebut dikarenakan adanya aturan baru terkait pengunaan dana cukai yakni dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206 ke PMK Nomor 215. Sehingga lokasi BLT buruh rokok dihitung ulang.

Dalam PMK 206, persentase alokasi anggaran untuk BLT buruh rokok adalah sebesar 35 persen. Sementara di peraturan baru yakni PMK 215 menurun jadi 30 persen saja.

Diketahui, Pemkab Kudus sebelumnya sudah menyiapkan anggaran BLT buruh rokok sebesar Rp 54 miliar yang mengacu pada PMK 206. Namun karena ada perubahan aturan itu, pemkab akan menyesuaikan nominalnya kembali.

Kepala bagian Perekonomian Sekda Kudus Dwi Agung Hartono mengatakan anggara Rp 54 miliar itu sudah lebih tinggi dari anggaran tahun 2021. Yakni Rp 40 miliar. “Tapi tetap akan kami sesuaikan kembali, karena adanya regulasi baru,” katanya.

Nominal tersebut, kata dia, dianggarkan untuk sekitar 70 ribu buruh rokok di Kudus. Namun, jumlah tersebut masih dinamis. Karena sampai saat ini masih verifikasi data penerima.

Baca Juga :  Warga Kudus Punya Masalah Anak? Adukan Lewat Aplikasi Ini

“Di tahun ini kemungkinan ada penambahan, karena ada belasan perusahaan rokok yang baru menyetorkan nama buruhnya tahun ini, sementara tahun kemarin tidak,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk aturan dari provinsi untuk masalah pembagian BLT nanti. “Semoga bisa lebih baik dari kemarin,” tambahnya.

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus sendiri memang mencatat ada sebanyak 75 perusahaan rokok di Kudus.

Pada pencairan BLT buruh rokok 2021 lalu, hanya ada 61 perusahaan yang mengajukan nama buruhnya. Sementara 14 perusahaan lainnya tidak mengonfirmasi keikutsertaan.

Perusahaan rokok tersebut kemudian diketahui telah mengajukan nama-nama buruh rokoknya untuk menerima BLT buruh rokok. Nama-nama buruh rokok di 14 perusahaan tersebut pun kini tengah dievaluasi. (ark/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/