alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Dishub bakal Ubah Taman Menara Kudus Jadi Tempat Parkir

KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) rapat evaluasi dengan pengendara ojek. Rapat ini dilakukan karena banyak tukang ojek yang menerobos lalu lintas dan membuat kemacetan. Hasil evaluasi itu Dishub akan mengubahan taman Menara menjadi tempat parkir dan naik turun wisatawan.

Kepala Dishub Catur Sulistyanto mengatakan keruwetan jalan itu terjadi dari perempatan Jember ke arah timur. Terkadang banyak pengendara ojek yang sewenang-wenang tidak menaanti ketertiban lalu lintas. Misalnya asal belok dari arah utara dengan mengambil sisi kanan dan menerobos lampu merah begitu saja. Padahal itu bisa menimbulkan kecelakaan.

“Apalagi saat Sabtu dan Minggu, peziarah Menara yang datang dari berbagai daerah pasti banyak sekali, ojek berseliweran menimbulkan keresahan masyarakat atau pengendara yang lain,” katanya.


Rencananya, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus selaku yang berwenang mengatur Taman Menara. Juga tukang ojek agar lebih tertib berkendara.

Baca Juga :  Demi Minyak Goreng Curah, Warga Kudus Rela Antre 1,5 Jam

Catur berpesan, karena jalan itu menjadi hak semua pengendara maka kalau bisa dari pihak tukang ojek, tukang becak maupun masyarakat umum yang melintas jalan tersebut agar saling menghormati. Jika tidak memiliki kesadaran itu akan susah di atur.

“Jalan di sana itu sudah sempit, ditambah dengan kendaraan yang luar biasa muntel, maka dari itu tugas kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan bertugas untuk menciptakan ketertiban jalan. Tentunya dengan bantuan berbagai pihak,” katanya.

Catur mengatakan, jika evaluasi ini tidak berjalan, maka akan ada evaluasi lanjutan. “Termasuk penataan tata tertib di dalam Taman Menara itu,” tuturnya. (ark/mal)

KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) rapat evaluasi dengan pengendara ojek. Rapat ini dilakukan karena banyak tukang ojek yang menerobos lalu lintas dan membuat kemacetan. Hasil evaluasi itu Dishub akan mengubahan taman Menara menjadi tempat parkir dan naik turun wisatawan.

Kepala Dishub Catur Sulistyanto mengatakan keruwetan jalan itu terjadi dari perempatan Jember ke arah timur. Terkadang banyak pengendara ojek yang sewenang-wenang tidak menaanti ketertiban lalu lintas. Misalnya asal belok dari arah utara dengan mengambil sisi kanan dan menerobos lampu merah begitu saja. Padahal itu bisa menimbulkan kecelakaan.

“Apalagi saat Sabtu dan Minggu, peziarah Menara yang datang dari berbagai daerah pasti banyak sekali, ojek berseliweran menimbulkan keresahan masyarakat atau pengendara yang lain,” katanya.

Rencananya, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus selaku yang berwenang mengatur Taman Menara. Juga tukang ojek agar lebih tertib berkendara.

Baca Juga :  Angkat Kearifan Lokal Desa Menawan dengan Pasar Minggu Wage

Catur berpesan, karena jalan itu menjadi hak semua pengendara maka kalau bisa dari pihak tukang ojek, tukang becak maupun masyarakat umum yang melintas jalan tersebut agar saling menghormati. Jika tidak memiliki kesadaran itu akan susah di atur.

“Jalan di sana itu sudah sempit, ditambah dengan kendaraan yang luar biasa muntel, maka dari itu tugas kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan bertugas untuk menciptakan ketertiban jalan. Tentunya dengan bantuan berbagai pihak,” katanya.

Catur mengatakan, jika evaluasi ini tidak berjalan, maka akan ada evaluasi lanjutan. “Termasuk penataan tata tertib di dalam Taman Menara itu,” tuturnya. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru

/