alexametrics
33.7 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Pendaftar BBM Subsidi di Kudus Capai Dua Ribu Unit Kendaraan

KUDUS – Berdasarkan data dari PT Pertamina Patra Niaga dari Senin (1/8) hingga kemarin, jumlah kendaraan di Kudus yang mendaftar dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar melalui website MyPertamina mencapai dua ribu kendaraan. Sementara total Pati, Kudus, Jepara, Blora, dan Rembang 7.900 kendaraan.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengatakan pendaftaran program solar atau pertalite subsidi untuk roda empat di wilayah Kudus dibuka mulai Senin (1/8) hingga akhir bulan ini.

”Pendaftarannya cukup mudah, karena masyarakat bisa melakukannya sendiri dari rumah. Kalaupun membutuhkan bantuan, masyarakat bisa mendaftar langsung program BBM bersubsidi di 22 SPBU. SPBU mana saja, bisa dilihat di laman mypertamina.id,” ungkapnya.


Salah satu SPBU di Kudus yang menyiapkan petugas khusus untuk melayani masyarakat yang hendak mendaftar program subsidi itu yakni SPBU Panjang dan SPBU Dawe.

Brasto mengatakan, nantinya para pendaftar setelah diverifikasi akan mendapatkan quick response (QR) code. Sehingga konsumen bisa memanfaatkan setiap hendak membeli BBM bersubsidi. Karena nantinya ada verifikasi dari petugas SPBU, bahwa dia berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Baca Juga :  Bakal Dihapus Tahun Depan, Disdikpora Kudus Sarankan Honorer Ikut PPPK

Ketika kebijakan tersebut diterapkan, lanjutnya, maka masyarakat yang belum mendaftar akan ada pembatasan pembelian BBM bersubsidi maksimal Rp 200 ribu per hari.

Salah satu warga Desa Mlati Lor Anton Wahono mengatakan informasi pendaftaran BBM sudah ia ketahui dari media dan medsos. Namun, ia belum berani mendaftar sendiri karena takut keliru.

”Kalau di SPBU ada yang bisa membantu lebih baik daftar ke sana saja (SPBU, Red) saya juga sudah mempersiapkan persyaratannya seperti KTP, surat tanda nomor kendaraan (STNK). Ya tentunya sama mobil saya karena ada fotonya juga,” ungkapnya.

Ia memilih mendaftar BBM bersubsidi karena kendaraannya terbiasa diisi pertalite. Selain itu, kalau mengisi pertamax harga mahal per liter Rp 12.500. Sehingga mengisi BBM-nya sedikit menyesuaikan kondisi uang. Pada akhirnya lebih boros karena lebih sering isi BBM.

”Ya, sejak awal memang mobil saya isi pertalite, jarang isi pertamax. Kalau pas kosong saja, isi pertamax,” tandasnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Berdasarkan data dari PT Pertamina Patra Niaga dari Senin (1/8) hingga kemarin, jumlah kendaraan di Kudus yang mendaftar dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar melalui website MyPertamina mencapai dua ribu kendaraan. Sementara total Pati, Kudus, Jepara, Blora, dan Rembang 7.900 kendaraan.

Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengatakan pendaftaran program solar atau pertalite subsidi untuk roda empat di wilayah Kudus dibuka mulai Senin (1/8) hingga akhir bulan ini.

”Pendaftarannya cukup mudah, karena masyarakat bisa melakukannya sendiri dari rumah. Kalaupun membutuhkan bantuan, masyarakat bisa mendaftar langsung program BBM bersubsidi di 22 SPBU. SPBU mana saja, bisa dilihat di laman mypertamina.id,” ungkapnya.

Salah satu SPBU di Kudus yang menyiapkan petugas khusus untuk melayani masyarakat yang hendak mendaftar program subsidi itu yakni SPBU Panjang dan SPBU Dawe.

Brasto mengatakan, nantinya para pendaftar setelah diverifikasi akan mendapatkan quick response (QR) code. Sehingga konsumen bisa memanfaatkan setiap hendak membeli BBM bersubsidi. Karena nantinya ada verifikasi dari petugas SPBU, bahwa dia berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Baca Juga :  Gubuk Karya, Tempat Pemuda Menggemakan Permainan Tradisional

Ketika kebijakan tersebut diterapkan, lanjutnya, maka masyarakat yang belum mendaftar akan ada pembatasan pembelian BBM bersubsidi maksimal Rp 200 ribu per hari.

Salah satu warga Desa Mlati Lor Anton Wahono mengatakan informasi pendaftaran BBM sudah ia ketahui dari media dan medsos. Namun, ia belum berani mendaftar sendiri karena takut keliru.

”Kalau di SPBU ada yang bisa membantu lebih baik daftar ke sana saja (SPBU, Red) saya juga sudah mempersiapkan persyaratannya seperti KTP, surat tanda nomor kendaraan (STNK). Ya tentunya sama mobil saya karena ada fotonya juga,” ungkapnya.

Ia memilih mendaftar BBM bersubsidi karena kendaraannya terbiasa diisi pertalite. Selain itu, kalau mengisi pertamax harga mahal per liter Rp 12.500. Sehingga mengisi BBM-nya sedikit menyesuaikan kondisi uang. Pada akhirnya lebih boros karena lebih sering isi BBM.

”Ya, sejak awal memang mobil saya isi pertalite, jarang isi pertamax. Kalau pas kosong saja, isi pertamax,” tandasnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/