alexametrics
32 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Sempat Dibangun dengan Bambu, Jembatan di Desa Gulang Kudus Kini Terbengkalai

KUDUS – Jembatan di Desa Gulang yang sebelumnya sempat dibangun dengan bambu kini terbengkalai. Warga pun mengusulkan agar jembatan itu dibangun agar bisa dilalui masyarakat.

Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gulang,Indarwati kepada Bupati Kudus Hartopo. Dalam usulan tersebut dirinya ingin jembatan yang berada di tengah sawah tersebut dibangun secara permanen.

Lokasi jembatan tersebut melintas di atas Sungai Jeratun. Seringkali jembatan tersebut digunakan petani maupun warga melintasi jembatan tersebut untuk beraktivitas.


“Saya harap dengan banyaknya anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Red) bisa membangun jembatan itu,” katanya.

Dia mengatakan, jembatan tersebut sebelumnya telah dibangun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus saat menyelenggarakan bakti sosial.

“Saat ini terbengkalai, dulu pernah dibangun dengan bambu,” katanya.

Hartopo mengatakan keberadaan atau regulasi DBHCHT tidak bisa untuk pembangunan fisik seperti dahulu. “Ada keterbatasan aturan penggunaan nanti dialihkan ke sumber dana yang lain,” katanya.

Baca Juga :  Upayakan Karantina, Disdikpora Kudus Mewanti-wanti Paskibraka Fokus Jaga Kesehatan

Lebih lanjut, jembatan tersebut akan diusulkan ke dalam APBD Pemprov Jawa Tengah. Pihaknya akan berupaya mengawal agar bisa terealisasi pembangunannya.

“Jika dibangun dengan APBD daerah anggarannya terbatas, maka diusulkan lewat Bangub,” katanya.

Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan, anggaran pemeliharaan rutin di PUPR Kudus sangat minim. Besarannya sekitar Rp 20 miliar.

“Jika itu difokuskan untuk membangun akan kurang. Sementara jalan  berlubang di Kudus perlu ditangani,” katanya.

Masan mengatakan, jembatan tersebut menjadi prioritas usulan kepada gubernur dan pemerintah pusat. Jika anggaran dikucurkan nasib jembatan di Desa Gulang itu dibangun seperti jembatan Wonosoco dan Sidorekso. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Jembatan di Desa Gulang yang sebelumnya sempat dibangun dengan bambu kini terbengkalai. Warga pun mengusulkan agar jembatan itu dibangun agar bisa dilalui masyarakat.

Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gulang,Indarwati kepada Bupati Kudus Hartopo. Dalam usulan tersebut dirinya ingin jembatan yang berada di tengah sawah tersebut dibangun secara permanen.

Lokasi jembatan tersebut melintas di atas Sungai Jeratun. Seringkali jembatan tersebut digunakan petani maupun warga melintasi jembatan tersebut untuk beraktivitas.

“Saya harap dengan banyaknya anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Red) bisa membangun jembatan itu,” katanya.

Dia mengatakan, jembatan tersebut sebelumnya telah dibangun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus saat menyelenggarakan bakti sosial.

“Saat ini terbengkalai, dulu pernah dibangun dengan bambu,” katanya.

Hartopo mengatakan keberadaan atau regulasi DBHCHT tidak bisa untuk pembangunan fisik seperti dahulu. “Ada keterbatasan aturan penggunaan nanti dialihkan ke sumber dana yang lain,” katanya.

Baca Juga :  Upayakan Karantina, Disdikpora Kudus Mewanti-wanti Paskibraka Fokus Jaga Kesehatan

Lebih lanjut, jembatan tersebut akan diusulkan ke dalam APBD Pemprov Jawa Tengah. Pihaknya akan berupaya mengawal agar bisa terealisasi pembangunannya.

“Jika dibangun dengan APBD daerah anggarannya terbatas, maka diusulkan lewat Bangub,” katanya.

Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan, anggaran pemeliharaan rutin di PUPR Kudus sangat minim. Besarannya sekitar Rp 20 miliar.

“Jika itu difokuskan untuk membangun akan kurang. Sementara jalan  berlubang di Kudus perlu ditangani,” katanya.

Masan mengatakan, jembatan tersebut menjadi prioritas usulan kepada gubernur dan pemerintah pusat. Jika anggaran dikucurkan nasib jembatan di Desa Gulang itu dibangun seperti jembatan Wonosoco dan Sidorekso. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/